Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 62


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi ini lagi-lagi si bumil membuat ulah...pokonya ada saja yang di inginkan ya setiap hari, mungkin ini efek dari anaknya yang dikelilingi serta ingin dapat di manja oleh keluarga sang daddy.


''Kamu kenapa gak sarapan sayang?'' tanya Axel yang lagi-lagi drama di mulai saat sarapan namun yang di tanya hanya diam membisu.


''Mau di suapi daddy?'' tawar daddy Arya, namun Shakila hanya memberi respon dengan menggelengkan kepala saja.


''Mau mommy buatkan sesuatu?'' tawar mommy Shanum namun Shakila lagi-lagi menggelengkan kepalanya yang membuat ketiga orang dewasa lainnya bingung. ''Tapi kamu harus sarapan sayang...kasihan baby-nya nanti kelaparan kalau mommynya gak sarapan.'' tuturnya dengan lembut karena takut menyinggung perasaan bumil yang memang sangat sensitif dan bisa berubah mood dalam hitungan detik saja.


Untuk menelan satu suap makanan saja sangat susah untuk Axel, bahkan rasanya seperti makan itu sudah turun dan nyangkut di tenggorokan melihat sang istri yang tak mau makan.


Sampai semua selesai sarapan, Shakila tetap tak menyentuh makannya dan hanya meminum susu hamil miliknya saja.


Hingga terdengar suara riuh dari arah depan, yang ternyata Alvan dan sang istri serta anak-anaknya telah sampai di sana.


Bukan kepagian tapi karena memang Axel belum tega untuk meninggalkan istrinya berangkat bekerja.


Kalau bukan karena nanti ada janji ketemu klien penting dan bisa di wakilkan, mungkin Axel akan lebih memilih untuk tak berangkat kerja.


Bukan karena lebih mementingkan pekerjaan di bandingkan istrinya, namun ini adalah sebuah tanggung jawab.


Dan karena ini hari sabtu jadi putra Alvan si Alka libur sekolah, makanya bisa kesana pagi hari sebelum Alvan berangkat kerja.


''Tumben jam segini masih pada kumpul di ruang makan?'' tanya Alvan setelah menyalami kedua orangtuanya dan menyapa saudaranya.


''Huft...lagi bujukin Kila bang.'' jawab Axel setelah menghembuskan nafas.


''Kanapa?'' tanya Kinara yang ikut kepo.


''Gak mau makan.'' sahut mommy Shanum.


''Ada apa Kila? kamu mau makan apa? apa mau kakak masakin?'' kata Kinara memberikan penawaran.


''Ehm minta di masakin bang Alvan boleh?'' tanya Shakila dengan santainya.


''Hah...'' seru Alvan.


''Gak boleh ya...'' lirihnya.


''Bukannya gak boleh Kila tapi masalahnya abang itu gak bisa masak.'' sahut Alvan.


''Ya udah deh.'' kata Kila lalu bangkit dari duduknya dan hendak pergi ke kamarnya.

__ADS_1


''Kamu mau kemana sayang?'' tanya Axel yang sudah menahan tangan sang istri.


''Aku...mau ke kamar.'' lirih Kila dengan suara yang sedikit sudah berubah...seperti tertahan.


Dan Axel paham, pasti istrinya ini tengah menahan tangisnya...bahan sudah dapat di pastikan matanya pasti sudah berkaca-kaca dan air matanya sudah menganak sungai di sana...tinggal menunggu untuk jatuh saja.


''Bang...'' lirih Axel mantap dengan tatapan memohon pada sang abang.


''Huh...baiklah.'' kata Alvan setelah mengguyar rambutnya dengan kasar. ''Tapi kalau gak enak jangan salah abang.'' tuturnya.


''He'em.'' Kila menganggukan kepalanya dengan semangat dan sudah kembali ceria lagi.


''Mau makan apa?'' tanya Alvan.


''Nasi goreng dengan irisan ati ampela, terus di kasih cabainya 7, di kasih telur ceplok di atasnya, yang kuningnya gak pecah dan untuk putihnya pinggirnya di baur agak kecoklatan biar ada kriuknya, lalu juga mau di kasih acar timun dan wortel.'' papar Shakila semangat sekali mendeskripsikan apa yang dia mau.


Sedangkan yang lainnya sampai melongo mendengar penuturan sang bumil yang lumayan banyak dan hal itu sungguh membuat Alvan sangat frustasi di buatnya.


Dulu sewaktu istrinya hamil kedua anak mereka, dia tak pernah serepot ini.


''Maaf sayang...aku harus berangkat ke kantor.'' ucap Axel pada Shakila.


''Iya gak apa-apa.'' jawabnya.


''Sialan kamu Ax...malah pergi.'' umpat Axel.


''Aku ada rapat penting bang.'' tuturnya.


''Cih, kamu yang dapat enaknya...kamu yang buat...aku yang susah.'' decih Alvan.


''Istri kamu dulu juga gitu bang pas hamil kedua anakmu.'' sahut Axel. ''Mungkin ini adalah pembalasan anakku dalam membela daddy karena dulu juga suka di susahin istri kamu pas ngidam.'' sambungnya. ''Terima nasib aja bang...'' imbuhnya lagi Lalau pergi dari sana setelah berpamitan pada semuanya.


''Kil, apa kakak boleh bantu bang Alvan?'' tanya Kinara.


''Boleh.'' jawab Kila yang membatasi Alvan sedikit lagi. ''Tapi bantu lihat sama kasih instruksi aja bolehnya.'' sambungnya lagi yang membuat Alvan lagi-lagi kesal.


''Sabar bang...demi keponakan kamu.'' kata Kinara memenangkan sang suami dengan mengelus dengan lembut lengan kekarnya.


''Sudah sana bang buruan masuk dapur dan masakin Kila.'' kata daddy Arya yang sedari tadi hanya diam melihat anak-anaknya.


''Iya bang...kasihan dari tadi Kila gak makan loh sementara jam sarapan pun sudah terlewat.'' sambung mommy Shanum.


Akhirnya dengan langkah yang berat...Alvan masuk ke dalam dapur.

__ADS_1


Tapi sebelum itu, dirinya menghubungi sang asisten terlebih dahulu untuk memberi tahu bahwa dirinya datang terlambat.


Untung tak ada janji temu yang penting atau ada sesuatu yang urgent di perusahaan yang di kelolanya.


Sambil memasak...Alvan berdoa dalam hatinya, semoga ini adalah hal pertama dan terakhir kalinya sang bumil memintanya untuk memasak.


Mungkin juga ini adalah karmanya yang menertawakan Alexa saat tadi malam sang istri menceritakan betapa frustasinya wajah Alexa saat Shakila meminta adik perempuannya itu untuk membuatkan asinan Bogor.


...****************...


''Nih...'' Alvan meletakan satu piring nasi goreng lengkap dengan semua pesanan bumil tadi.


''Terimakasih bang.'' ucap Shakila dengan wajah sumringahnya.


Alvan seperti devaju...harap-harap cemas bak seseorang yang sedang mengikuti acara lomba masak dan saat ini makanannya akan di cicipi oleh sang dewan juri.


Hap


''Bagaimana?'' tanya Alvan dengan rasa tak sabarnya begitu satu suapan masuk kedalam mulut Shakila.


Semua orang pun menatap wajah Shakila dengan intens untuk melihat ekspresi sang bumil saat ini.


''Enak.'' jawab Shakila. ''Aku suka.'' sambungnya dengan lahap memakan makanannya.


''Pelan-pelan sayang...nanti kamu bisa tersedak.'' peringat mommy Shanum namun sama sekali tak di indahkan oleh Shakila.


''Abang coba ya...'' kata Alvan yang di angguki oleh Shakila.


Dia penasaran seperti apa sebenarnya rasa masakannya, apakah memang seenak itu sehingga membuat Shakila begitu lahap memakannya...bahkan sudah kelihatan seperti orang yang tak makan berhari-hari saja.


Alvan mulai menyendok hasil karyanya pagi ini.


Hap


Namun, Alvan langsung melepeh nasi yang ada di mulutnya.


Kini dia beralih untuk memakan telur ceplok buatannya, mungkin yang ini rasanya lebih baik...namun lagi-lagi dia melepehnya.


''Kila, jangan di makan lagi...Abang buatkan yang baru saja.'' kata Alvan.


''Gak usah bang...ini enak kok, Shakila suka.'' jawabnya dengan terus memakan masakan Alvan yang membuat Alvan sendiri bahkan susah menelan ludahnya membayangkan rasa masakannya.


''Gak enak ya bang?'' tanya Kinara.

__ADS_1


''Telurnya asin dan nasinya...entahlah gak karuan rasanya.'' jawab Alvan dengan jujur.


__ADS_2