Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 113


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sudah lebih dari satu bulan Aluna menikmati perannya yang baru sebagai pemimpin perusahan turun-temurun keluarga dari pihak ibunya.


Dirinya begitu sibuk dengan jabatan barunya, namun untung saja sang suami begitu mengerti dengan keadaannya, bakan tak jarang selalu membantu alunan terlebih saat istrinya itu membawa beberapa pekerjaan untuk di selesaikan di rumah.


''Lelah ya...'' kata Arsen sambil memijat pundak Aluna saat wanita itu menghempaskan tubuhnya di sofa begitu masuk kamar seusai pulang kerja.


''Hem...ternyata gak enak serta gak semudah itu menjadi seorang pemimpin perusahaan.'' keluhannya dan hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh Arsen.


Apalagi hati ini Aluna juga di sibukkan dengan geladi resik di kampus tempatnya menimba ilmu.


Kadang terlintas dalam pikiran Aluna bagaimana mertua serta suaminya yang mengurus perusahan yang lebih besar dari milik keluarganya...apa gak jenuh, apa gak pusing tuh.


''Namanya juga baru, tapi nanti lama kelamaan juga terbiasa kok.'' sahut Arsen.


''Kamu, besok beneran bisa datang ke kampus kan ?'' tanya Aluna untuk memastikan.


''Tentu saja.'' jawab Arsen. ''Masa iya di hari penting untuk istriku tercinta ini...aku gak hadir.'' sambungnya. ''Sekarang mendingan kamu mandi gih...biar bisa cepet istirahat.'' kata Arsen lagi.


''Hem.'' jawab Aluna yang kemudian berjalan dengan gontai menuju ke arah kamar mandi.


Sebenarnya Arsen kasihan melihat istrinya seperti itu, tapi ya mau gimana lagi...semua itu sudah tugas serta tanggung jawab yang harus Aluna lakuin.


Sama seperti para menantu wanita keluarga Narendra yang lain...mereka tak ingin di pandang sebelah mata dan ingin membuktikan bahwa mereka memang pantas bersanding dengan para pria di kelurga Narendra.


Para wanita juga ingin bisa membuat bangga dan tak membuat malu para suami mereka.


Sementara Aluna dengan mandi, Arsen memutus untuk keluar kamar dan menuju ke lantai bawah.


''Kok sendiri Ars...Aluna mana?'' tanya mommy Shakila yang sedang membantu menata makanan di meja makan.


''Aluna lagi mandi mom.'' jawab Arsen sambil melangkah ke dapur.


''Kamu bawa nampan sama piring buat para Ars?'' tanya mommy Shakila pada putranya yang baru keluar dari arah dapur.


''Arsen mau ambil makanan bua Arsen sama Aluna mom.'' jawab Arsen. ''Ars mau ajak Aluna makan malam di kamar aja.'' sambungnya. ''Kasihan dia kelihatan cepek banget.'' imbuhnya lagi.


''Sini biar mommy yang siapin.'' kata mommy Shakila. ''Kamu mending siapin minumnya.'' kata mommy Shakila memberi tahu.


''Baik mom.'' jawab Arsen.


''Nih, sudah sana bawa ke atas.'' kata mommy Shakila begitu nampan yang tadi terisi dengan beberapa piring makanan.

__ADS_1


''Terimakasih mom.'' jawab Arsen. ''Mommy memang yang terbaik.'' tuturnya sambil mencium pipi sang mommy sebelum melenggang pergi.


...****************...


''Sayang.'' panggil Arsen dari luar kamar. ''Tolong bukain pintu dong.'' serunya.


Cklek


Aluna yang baru keluar dari kamar mandi dan mendengar suara Arsen pun langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.


''Terimakasih sayang.'' ucap Arsen yang langsung berjalan masuk ke dalam kamar.


''Kok kamu bawa makanan ke kamar Ars?'' tanya Aluna.


''Kita makan malam di kamar aja.'' kata Arsen.


''Tapi...'' kata Aluna yang sebenarnya merasa tak enak dengan anggota keluarga yang lain.


''Tenang aja...mereka juga pasti bisa ngerti kok.'' potong Arsen. ''Kamu ganti baju dulu...terus kita makan.'' kata Arsen lagi yang di angguki oleh Aluna.


Arsen membawa nampan yang berisi makanan itu menuju ke raja balkon kamarnya dan menata di meja yang memang ada di sana, tak lupa juga dia menyalahkan beberapa lilin di sana.


Di balkon kamar Arsen memang ada sofa sama meja yang kadang dia atau Aluna gunakan untuk mencari udara segar di luar kamar.


''Aku ada di balkon sayang.'' sahut Arsen.


Aluna cukup terkesan dengan apa yang di lihatnya.


Sederhana namun terasa romantis menurutnya.


''Anggap saja kita sedang dinner berdua.'' kata Arsen yang entah sejak kapan sudah berada berdiri di depan Aluna dengan kedua tangan yang sudah melingkar di tempat yang seharusnya. ''Apa kamu suka?'' tanya Arsen.


Cup


''Iya aku sangat suka.'' jawab Aluna setelah mencium sekilas bibir Arsen.


Bukannya tak mampu atau tak mau membawa Aluna untuk makan malam romantis berdua di restoran yang mewah, tapi sekali lagi semua itu terkendala dengan kesibukan Aluna sehingga Arsen tak ingin lebih menambah rasa lelah sang istri.


...****************...


Keesokan paginya semua keluarga sudah bersiap untuk pergi ke kampus Aluna.


Mereka ingin menyaksikan secara langsung satu momen yang bisa di bilang berharga untuk Aluna.

__ADS_1


Sedangkan untuk Aluna sendiri sudah berangkat duluan dengan di antarkan oleh Arsen tadi setelah pagi-pagi sekali para MUA karyawan Arsyila selesai mendandaninya.


Karena sebelum acara di mulai, Aluna harus ikut geladi resik dulu agar tak jadi kesalahan saat acara di mulai.


Tenyata perjuangan Aluna tak sia-sia, karena pada kenyataannya dirinya bisa menjadi mahasiswa dengan lulusan terbaik dan dengan predikat magna cumlaude.


Dalam dunia akademis ada istilah cumlaude, Magna cumlaude dan Summa cumlaude.


Cumlaude sendiri di definisikan sebagai with praise atau dengan kehormatan dengan nilai IPK 3,50 hingga 3,70.


Sedangkan Magna cumlaude adalah istilah yang memiliki arti with great praise atau dengan kehormatan besar yang miliki nilai IPK 3,80 hingga 3,90.


Dan yang paling tertinggi yaitu Summa cumlaude yang berarti with highest praise atau dengan kehormatan tertinggi dengan nilai IPK 3,90 hingga 4,00.


''Selamat ya sayang...aku bangga sama kamu.'' ucap Arsen sambil menyerahkan satu buket bunga mawar merah pada Aluna. ''Dan ibu serta kakek pasti juga bangga melihatmu dari atas sana.'' imbuhnya.


''Terimakasih sayang.'' sahut Aluna. ''Ars, maukah nanti kamu mengantarkanku ke makam?'' tanya Aluna.


''Tentu saja sayang.'' sahut Arsen.


Tak hanya Arsen, semua anggota keluarga pun mengucapkan selamat padanya.


Mereka pun merayakan kelulusan Aluna dengan makan-makan di cafe milik mommy Shakila.


Tapi selain itu, tanpa sepengetahuan Aluna...mommy Shakila dan oma Shanum juga sudah mengantarkan beberapa hadiah ke panti asuhan sebagai bentuk syukur untuk Aluna.


Sedangkan di tempat lain ada Nurma yang juga sedang berusaha dengan anak buah Arsen.


Mereka memberikan pilihan, menandatangani surat perjanjian untuk tak lagi mengusik kearah Narendra terutama Aluna atau lebih memilih untuk mendekam di jeruji besi seperti kedua orangtuanya, karena Arsen akan melaporkan apa yang telah dia lakukan...berusaha menjebak seorang tuan muda Narendra.


Brak


''Cepat pilih.'' sentak ketua dari anak buah Arsen.


''Ba...baik.'' kata Nurma dengan ketakutan.


Bagaimana tidak, saat ini dirinya hanya sendiri dan di kelilingi oleh beberapa pria bertubuh besar dan ada juga wanita namun terlihat kekar lengkap dengan senjata di tangan mereka semua.


Sret


''Su...sudah.'' Nurma memilih untuk menandatangani perjanjian itu.


''Jangan harap dengan ini kamu bisa bebas...karena kami akan terus mengawasimu.'' peringatnya. ''Cepat tutup matanya dan bawa dia.'' perintahnya lagi pada salah satu bawahannya.

__ADS_1


__ADS_2