Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 116


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Beda ya hawanya sama yang habis bulan madu...maunya senyum mulu.'' sindir Diki.


''Makanya buruan nikah...biar tau gimana rasanya.'' kata Arsen.


Ya mereka berdua memang sangat akrab, karena sejak kecil mereka sering bertemu dan berteman.


Diki merupakan anak dari salah satu art keluarga Narendra dan sayangnya saat ini orang tua Diki telah tiada karena insiden kecelakaan tunggal.


Diki juga mempunyai kakak satu...laki-laki, Dika namanya dan saat ini dia tinggal di luar kota, sudah menikah dan bekerja pada salah satu cabang perusahaan Narendra yang ada di sana.


''Ngomong sih gampang...cari calonnya yang susah.'' kata Diki.


''Terlalu pemilih.'' celetuk Arsen.


''Bukan pemilih tapi memang gak sempat.'' kata Diki. ''Gak inget atau pura-pura lupa...kalau kamu itu selalu ngasih aku tugas seabrek.'' dengusnya.


''Hehehe...gimana...kanang sudah resiko.'' kata Arsen. ''Tapi aku saranin kamu buat secepatnya cari calon istri.'' katanya lagi.


''Lah emang kenapa? cepet-cepet kayak lagi kejar deadline aja.'' kata Diki.


''Ya soalnya kalau sampai daddy mutusin buat pensiun, secara otomatis om Hanan juga pensiun dan kita yang akan gantiin mereka dodol.'' terang Arsen.


''Ah iya ya...tapi semoga saja big bos gak pensiun dulu apalagi dalam waktu dekat.'' harap Diki.


Sekarang aja tugasnya sudah banyak, apalagi nanti kalau Arsen naik jabatan sebagai Presdir...bisa-bisa terpangkas habis waktunya untuk beristirahat.


''Berdo'a saja.'' kata Arsen


...****************...


Sedangkan di tempat lain juga ada Aluna yang mulai berjibaku dengan semua dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.


''Huft...semangat Aluna...'' katanya untuk menyemangati dirinya sendiri.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Aluna.


Cklek

__ADS_1


''Maaf bu' saya cuma mau memberi tahu kalau siang ini kita ada meeting di luar dengan perusahan ADC di restoran xx pada saat jam makan siang.'' kata Yongki.


''Hem...baik, nanti kalau sudah waktunya kamu beri tahu saya.'' kata Aluna.


''Dan ini berkas yang perlu anda pelajari untuk meeting nanti.'' katanya lagi sambil meletakkan satu map di atas meja Aluna. ''Dan satu lagi...ini adalah track record tentang perusahan itu sekaligus tentang pemimpinnya.'' imbuhnya dengan meletakkan satu map lagi.


''Terimakasih dan tolong kasih tau Loli kalau dia juga kamu nanti ikut saya meeting sekalian makan siang di luar.'' kata Aluna.


''Baik bu' kalau begitu saya permisi.'' pamit Yongki.


''Baru masuk...sudah ada meeting aja...'' gumam Aluna.


Tapi sebelum dirinya mengerjakan semua pekerjaan, Aluna lebih dulu menghubungi sang suami untuk memberi tahu bahwa tak bisa makan siang bersama karena ada meeting di luar bersama klien dan Arsen tak masalah untuk itu.


...****************...


Waktu telah beranjak siang, Aluna beserta asisten dan sekretarisnya pun pergi menuju ke restoran yang di maksud sang klien.


''Selamat siang.'' sapa Aluna. ''Aluna Handoyo dari AHD grup.'' perkenal Aluna sambil mengulurkan tangannya pada pria dewasa yang ada di depannya.


''Oh Andre Adicipto dari ADC grup.'' sahutnya sambil menerima uluran tangan Aluna.


''Ah maaf tangan saya...'' kata Aluna yang merasa tak nyaman karena tangannya di jabat cukup lama dengan ibu jari si pria yang sedikit mengelus punggung tangannya.


''Terimakasih.'' jawab Aluna. ''Jadi apakah bisa kita langsung ke pembahasan saja...'' katanya lagi karena jujur dirinya merasa kurang nyaman.


''Santai nona...jangan terburu-buru.'' sahut Andre. ''Bagaimana kalau kita makan siang dulu...'' tawarnya.


''Maaf...langsung ke topik saja pak, kalau soal urusan makan siang...gampang.'' kekeh Aluna karena ingin pertemuannya segera berakhir.


''Aduh nona...kalau masalah perusahan gampang.'' kata Andre. ''Kerja sama antar perusahaan kita pasti akan berjalan...asal anda mau menemaniku nona manis.'' katanya.


''Maksud anda apa?'' tanya Aluna berusaha tenang dia juga memberi isyarat pada kedua bawahannya untuk tak terpancing emosi.


''Temani aku satu malam...maka kerja sama kita akan terus berlanjut.'' paparnya secara gamblang.


''Maag sekali tuan..saya rasa anda salah dalam menilai saya.'' kata Aluna yang masih sopan.


''Halah gak usah munafik...karena putri Handoko yang lainnya juga seperti ini dan saya selalu mendapatkan servis darinya,Agra kerja sama tetap berjalan.'' katanya lagi dengan sarkas.


''Tapi sekali lagi maaf...saya tak seperti orang yang anda maksud.'' tutur Aluna.


''Sok jual mahal...padahal sama-sama l***r.'' hardiknya.


''Khem...'' dehem Arsen yang sudah tak tahan mendengar semua apa yang di katakan pria tersebut pada istrinya.

__ADS_1


''Tu...tuan Arsen.'' sapanya.


''Apa kabar tuan Andre?'' tanya Arsen yang masih menampilkan wajah datarnya sedangkan Aluna...saat ini wanita itu sudah merasa bisa bernapas dengan lega.


''Baik tuan.'' jawabnya.


''Diki...ada berapa persen saham AN grup pada perusahaan ADC grup?'' tanya Arsen.


''Ada dua puluh lima persen tuan muda.'' jawab Diki.


''Cabut semua saham kita.'' perintah Arsen.


''Apa-apaan ini tuan?'' tanya Andre. ''Tuan tak bisa seenaknya menarik semua saham tanpa ada alasan yang jelas seperti ini.'' katanya lagi. ''Lagi pula tuan besar Narendralah seharusnya yang lebih berhak karena beliaulah pemimpin perusahan AN grup.'' paparnya lagi.


''Baiklah...Diki...tolong kamu hubungi daddy dan ceritakan semua yang terjadi di sini.'' perintah Arsen.


Diki pun dengan sigap langsung menghubungi tuan besar Axel Narendra dan meloudspeaker panggilannya.


Tut...Tut...Tut...


''Selamat siang tuan besar...maaf sedikit mengganggu.'' kata Diki.


''Ada apa Diki?'' tanya daddy Axel yang saat ini sedang makan siang di cafe milik sang istri.


''Bagini tuan besar...tuan muda Arsen berniat untuk mencabut saham kita pada perusahan ADC grup.'' papar Diki.


''Kenapa? apa ada yang terjadi?'' tanya daddy Axel yang sudah sangat hafal dengan sikap putranya itu.


Arsen tak akan bertindak gegabah...semua pasti ada alasan dari semua yang di perbuatnya.


''Begini tuan besar...'' Diki langsung menceritakan semua yang mereka dengar tadi.


''Berani-beraninya dia...'' geram daddy Axel. ''Aku akan minta Hanan untuk mengurus pencabutannya.'' sambungnya lagi. ''Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu pada Aluna.'' imbuhnya.


''Baik tuan besar, saya hanya ingin menyampaikan hal itu...saya tutup telponnya...selamat siang.'' kata Diki di akhir panggilannya.


''So...sudah dengar.'' kata Arsen. ''Oh iya tuan Andre Adicipto...perlu anda ketahui, kalau wanita ini...wanita yang telah anda rendahkan adalah menantu keluarga Narendra.'' kata Arsen. ''Lebih tepatnya nyonya muda Arsen Narendra.'' imbuhnya yang membuat tuan Andre terbelalak kaget.


''Ap...apa...'' kagetnya.


''Sayang, ayo kita pergi dari sini...'' kata Arsen dan mengajak Aluna untuk pergi menuju ruang VVIP yang telah di pesannya.


''Oh astaga...bodohnya aku.'' rutuk tuan Andre. ''Harusnya aku mencari tau dulu siapa pemimpin perusahan AHD grup yang baru.'' sesalnya.


Tapi apalah daya...nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


__ADS_2