Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 56


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam menjelang...kediaman Argana sudah tampak ramai dengan para tamu undangan yang satu persatu mulai datang.


Di tambah lagi suara riuh para anak-anak panti asuhan yang memang sengaja di undang ke sana.


Bahkan seluruh anggota keluarga pun sudah hadir dengan menggunakan pakaian yang senada...hijau toska...itulah warna pakaian yang di pilih sang pemilik acara.


Jika mengingat kejadian siang tadi...Shakila masih merasa malu sendiri, akibat perkataan Axel yang tak tau tempat...dirinya terlebih sang suami menjadi bahan godaan para saudaranya.


''Seneng dan terharu lihatnya...'' bisik Axel di tepat di telinga Shakila saat mereka melihat baby Dexa sedang di ajak berputar oleh kedua orangtuanya untuk untuk di cukur rambutnya sedikit. ''Kapan ini jadinya...'' kata Axel lagi dengan sebelah tangan sudah mengelus perut Shakila, dan hal itu membuat Shakila spontan melihat kearahnya. ''Aku rasanya sudah gak sabar ingin melihat dia hadir di sini...'' sambungnya lagi.


''Huft...aku juga sayang.'' lirih Shakila.


''Hem sepertinya kita harus lebih giat lagi membuatnya...emm sehari tiga kali mungkin.'' celetuk Axel.


''Memangnya minum obat...sehari tiga kali.'' sahut Shakila. ''Itu sih maunya kamu...'' ujarnya.


''Ya sudah deh kalau gitu sehari lima atau enam kali saja biar gak kayak minum obat.'' selorohnya yang semakin ngawur saja.


''Kamu mau bikin aku mati karena kelelahan.'' ketus Shakila dengan mata yang sudah menyorot tajam, gak habis pikir dengan perkataan suaminya itu.


''Bercanda sayang...'' kata Axel cengengesan. ''Tapi kalau kamu mau aku sih seneng-seneng aja...ayok...aku jabani.'' sambungnya lagi. ''Maaf.'' ucapnya saat tatapan mata sang istri semakin tajam.


...****************...


Hari terus berganti...beberapa bulan pun telah berlalu.


Hingga siang ini sang pemimpin perusahaan AN grup di buat panik karena mendapatkan kabar dari salah satu pegawai Shakila, bahwa istrinya itu tiba-tiba tak sadarkan diri di sana.


''Handle kantor ya kak...'' kata Axel yang berpapasan dengan Hanan di depan ruangannya, sorot wajah yang khawatir tercetak jelas di wajah Axel saat ini.


''Ada apa Ax?'' tanya Hanan yang merasakan kegusaran sang atasan.


''Istriku pingsan di ruko miliknya kak...'' jawab Axel sambil berlalu dari sana meninggalkan Hanan.


Bahkan semua karyawan yang berpapasan dengannya pun di buat kaget, karena sang atasan yang lari seperti sedang di kejar setan saja.

__ADS_1


Axel mengendarai kendaraannya dengan cepat...melesat begitu saja tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri, bahkan sudah dapat di pastikan kalau para pengendara lain yang bertemu dengannya saat ini pasti sendang mengumpat bahkan misuh-misuh karenanya.


Tapi Axel tak perduli semua itu...yang terpenting untuknya saat ini adalah bisa secepatnya sampai di ruko sang istri dan melihat keadaanya secara langsung.


Biasanya dari kantor Axel ke ruko Shakila mencapai waktu tempuh normal setengah jam, atau paling cepat dua puluh menit...ini Axel hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai di sana.


Brak


Di tutupnya pintu mobil itu dengan sangat keras dan kasar.


''Dimana Shakila?'' tanya Axel dengan nafas yang memburu.


''Ada di ruangannya tuan.'' sahut salah seorang dari mereka.


Axel langsung bergegas lari untuk menaiki tangga menuju ke ruangan Shakila.


Cklek


''Sayang...'' panggil Axel pada Shakila yang saat ini sudah terbaring di atas sofa namun dengan keadaan yang belum sadarkan diri.


''Mbak Kila belum sadar dari tadi tuan muda.'' kata Riri memberi tahu.


Riri pun mengikuti langkah Axel dengan membawakan tas serta sepatu milik Shakila.


...****************...


''Kamu kenapa sayang...'' lirih Axel yang saat ini mengemudikan mobilnya dengan sesekali melirik kearah sang istri yang masih belum juga membuka matanya. ''Aku mohon bertahanlah...jangan tinggalkan aku.'' gumamnya lagi.


Entah apa yang ada di benak Axel saat ini, yang jelas dia sangat merasakan ketakutan akan bayangan kehilangan istri tercintanya.


''Aku harus menghubungi rumah sakit.'' gumamnya lagi.


Tiba di rumah sakit...mereka sudah di sambut dengan tim medis yang menunggu di depan lobi instalasi gawat darurat.


Setelah memberhentikan mobilnya, Axel langsung keluar dan membopong Shakila untuk di letakkan di brankar dorong.


''Maaf tuan muda...anda tidak boleh masuk.'' akta sang perawat mencegah Axel untuk masuk karena mereka akan melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


Axel pun menurut, apapun akan dia lakukan asal semua itu untuk istrinya.


Tak berselang lama, mommy Shanum dan daddy Arya pun datang.


Axel memang tadi sempat mengabari sang mommy tentang keadaan Shakila.


''Kak...'' panggil mommy Shanum yang melihat sang putra gelisah...mondar-mandir di depan pintu.


''Mom.'' kata Axel yang langsung berlari menubruk sang mommy. ''Kila mom...'' lirih Axel yang sudah tak kuasa menahan air matanya lagi.


''Tenang kak...Shakila pasti baik-baik saja.'' kata mommy Shanum. ''Percaya sama mommy...'' imbuhnya untuk menenangkan putranya itu.


Cklek


''Bagaimana keadaan istri saya dok?'' tanya Axel yang langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.


''Nyonya muda tidak kenapa-napa tuan muda, hanya sedikit kelelahan dan sepertinya kurang asupan.'' tutur sang dokter. ''Apalagi dengan kondisinya yang tengah hamil saat ini...'' sambungannya lagi yang membuat mata Axel juga kedua orangtuanya terbelalak.


''A..apa maksud dokter? istriku ha...hamil?'' Axel sampai tergagap setelah mendengar kabar itu.


Dia pun seolah ingin mendengarkan kepastian apa yang yang baru saja di dengarnya.


''Jadi baik anda ataupun nyonya muda belum mengetahui tentang hal ini?'' tanya sang dokter menyimpulkannya dan di benarkan oleh Axel. ''Menurut analisa saya...usia kehamilan nyonya muda sudah menginjak usia empat minggu, tapi untuk lebih memastikannya lagi nanti kita kan melakukan USG begitu nyonya muda sudah siuman.'' tuturnya memberi penjelasan.


''Apa sudah bisa di jenguk dok?'' tanya Axel yang sudah tidak sabar ingin melihat istrinya, bahkan tangannya seakan sudah tidak sabar untuk bisa mengelus perut Shakila yang saat ini sedang berisi buah cinta mereka berdua.


''Tentu saja tuan, dan sebentar lagi nyonya muda juga akan di pindahkan ke ruang rawat.'' jawabnya. ''Mengingat kondisi nyonya muda yang masih lemah...jadi kamu memutuskan agar nyonya muda di rawat terlebih dahulu, agar kami bisa memantau kondisinya.'' sambungnya lagi.


''Lakukan apapun itu yang terpenting terbaik untuk menantu kami.'' kata mommy Shanum.


''Kalau begitu saya permisi tuan...nyonya.'' pamitnya.


''Oh silahkan dok, dan terimakasih.'' ucap mommy Shanum.


''Selamat Ax.'' ucap daddy Arya menepuk pelan pundak sang putra.


''Terimakasih dad.'' ucap Axel.

__ADS_1


''Kamu harus ekstra menjaga Shakila mulai saat ini...'' pesan mommy Shanum. ''Jangan biarkan istrimu itu kelelahan.'' sambungnya.


''Itu pasti mom.'' jawab Axel dengan mantap.


__ADS_2