
❤️ Happy Reading ❤️
''Sayang...apa gak sebaiknya kamu sudah ambil cuti?'' kata Arsen saat mereka sudah ada di mobil menuju ke perusahaan. ''Ini sudah sembilan bulan loh kandungan kamu...'' katanya lagi.
Yah ini sudah satu bulan lebih pasca pernikahan Arsyila, yang berarti usia kandungan Aluna sudah menginjak usia sembilan bulan.
''Nanti kalau sudah dekat HPL (hari perkiraan lahiran) aku janji bakal cuti...dua atau tiga hari lagi.'' sahut Aluna.
Memang hari perkiraan lahiran Aluna masih sekitar seminggu lagi.
Tapi bumil itu tetap kekeh untuk bekerja, padahal lahiran bisa saja maju atau bahkan mundur dari hari perkiraan.
''Oke...aku pegang kata-katamu.'' sahut Arsen.
Seperti biasa, setelah mengantar sang istri...Arsen kembali melajukan kendaraan mewahnya membelah padatnya jalanan untuk ke perusahaannya sendiri.
Entah kenapa dari semenjak mengantar sang istri perasaanya begitu gelisah...bahkan untuk bekerja pun tak fokus sama sekali.
''Ada apa bos?'' bisik Diki tepat di samping Arsen, karena pasalnya saat ini mereka sedang ada rapat bersama beberapa petinggi perusahaan yang lain.
Arsen menggantikan daddy Axel memimpin jalannya rapat, karena sang daddy sedang pergi ke bersama sang mommy untuk melakukan cek up rutin untuk mereka juga oma Shanum dan opa Arya.
''Hem.'' gumam Arsen.
Tapi tiba-tiba saja ponsel miliknya yang berada di atas meja bergetar...menandakan kalau ada panggilan masuk di sana.
Arsen langsung mengangkat sebelah tangannya untuk mengintruksi agar seseorang yang sedang mempresentasikan sesuatu yang sedang mereka bahas saat ini menghentikan perkataannya.
Tentu saja mereka langsung terdiam tapi dengan tatapan bingung.
📞''Halo.'' kata Arsen pertama kali.
📞''.....''
📞'' Tunggu saya...'' kata Arsen yang langsung berdiri dari duduknya.
''Rapat di tunda dan Dik, ikut aku...SEKARANG!'' seru Arsen di akhir kalimatnya yang membuat semua yang ada di sini terlonjak kaget.
Tanpa mendengar jawaban sang asisten...Arsen langsung saja bergegas keluar dengan berlari.
Bahkan Diki pun tertinggal oleh Arsen, alhasil dia harus naik lift karyawan untuk menyusul sang atasan, karena pintu lift khusus petinggi sudah tertutup.
Ting
''Tu...Tuan...Tuan muda...'' panggil Diki dengan terus berlari agar bisa sejajar sang atasan. ''Ada apa tuan?'' tanyanya setelah jarak mereka tak terlalu jauh.
''Istriku mau melahirkan.'' sahut Arsen.
__ADS_1
''Mana kunci mobilnya tuan, biar saya yang bawa.'' pinta Diki.
Diki tau bagaimana kacaunya Arsen saat ini, maka dia tak akan membiarkan Arsen berkendara.
''Cepat Dik.'' seru Arsen yang duduk di kursi sebelah kemudi.
''Ini sudah cepat bos.'' sahut Diki.
...****************...
Tap
Tap
Tap
Dengan langkah cepat menggunakan kaki panjangnya, Arsen dan Diki langsung berlari setalah turun dari mobil yang sengaja di parkir di depan pintu lobi.
''Tuan muda!'' seru Yongki yang melihat kehadiran suami dari atasannya.
Merasa namanya di panggil, sontak saja Arsen langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Dan apa yang dia lihat...pandangannya langsung terpusat pada satu sosok wanita yang sangat di cintainya sedang duduk di sofa dengan meringis menahan rasa sakit yang di alami.
''Sayang...'' kata Arsen. ''Kalian berdua urus perusahan dan Loli...kamu hubungi rumah sakit...ayo Diki.'' kata Arsen memberi perintah begitu menghampiri dan membawa tubuh Aluna ke dalam gendongannya.
''Sayang...'' lirih Aluna di dalam gendongan Arsen.
Dia tak mau kepanikan dirinya akan membuat Aluna bertambah panik juga cemas.
Perjalanan ke rumah sakit yang seharusnya hanya dua puluh lima menit menjadi sangat terasa lama sekali.
Rasanya Arsen sudah sangat tidak tahan melihat sang istri yang kesakitan, tapi dia Haris tetap menekan itu semua dan memberikan semangat serta kekuatan untuk istrinya.
...****************...
Begitu sampai...mereka sudah di sambut dengan tim medis, dan tak lupa juga ada Dexa di sana.
''Kak...'' panggil Dexa dan Arsen hanya menganggukan kepalanya saja sebagai bentuk respon.
Aluna langsung di bawa keruangan khusus untuk tindakan persalinan, di sana sudah ada dokter yang biasa memeriksa kehamilan Aluna yang menunggu di dalam.
''Maaf...anda tidak boleh masuk tuan...karena dokter akan memeriksanya terlebih dahulu.'' ujar sang perawat memberi tahu.
Kacau...Arsen sungguh sangat terlihat kacau, di gusarnya rambut hutannya dengan kasar.
''Kak...sabar, aku tau kakak cemas dan panik tapi kakak gak boleh katak gini.'' kata Dexa berusaha menenangkan kakak sepupunya.
__ADS_1
Begitu dokter sudah memeriksa dan ternyata pembukaan susah lengkap...Arsen di perbolehkan untuk masuk dan mendampingi sang istri.
Kehadiran sang suami saat momen melahirkan seperti ini sangat di butuhkan, karena bisa memberi semangat pada sang istri dan agar para suami tau bagaimana beratnya perjuangan sang istri untuk melahirkan keturunan mereka, jadi suami bisa lebih menghargai istrinya lagi.
''Tunggu aba-aba dari saya ya nyonya...'' akta sang dokter.
Satu kalau percobaan ternyata masih gagal...dua kali pun gagal lagi bahkan Aluna merasa sudah seperti kehabisan tenaga dan sedikit melemah.
''Ayo sayang kamu bisa...kamu wanita hebat...kamu wanita kuat...'' kata Arsen memberi semangat dan tak lupa memberikan beberapa kali kecupan di puncak kepala Aluna dan tangan yang selalu menjadi genggaman Aluna.
Bahkan tangannya yang tergores akibat tertancap kuku Aluna yang tak terlalu panjang pun tak terasa.
''Ayo sekali lagi nyonya...'' ujar sang dokter.
''Ayo sayang...kamu bisa...demi anak kita...'' kata Arsen.
Melakukan satu dorongan lagi dan akhirnya...
Owek...owek...owek...
''Kamu habat sayang...kamu hebat...'' puji Arsen dengan menitikkan air mata.
Rasa lelah dan sakit yang di alami Aluna terasa hilang...terbayar dengan hadirnya anak mereka ke dunia.
''Selamat tuan muda...nyonya muda...bayi kalian baby boy.'' ucap sang dokter.
''Terimakasih sayang...terimakasih...aku sanyang sama kamu...aku makin cinta sama kamu.'' ucap Arsen dengan mengecupi seluruh wajah Aluna tanpa terlewat.
Setelah itu Arsen diminta untuk keluar sebentar karena baby dan mommynya akan di bersihkan.
Cklek
''Bagaimana Ars? mantu mommy sama cucu mommy gimana?'' cecar mommy Shakila yang tadi langsung ke sana karena di kabari oleh Dexa.
Untung saja mereka masih di rumah sakit karena baru saja selesai cek up.
''Mommy.'' lirih Arsen yang langsung memeluk sang mommy dengan air mata yang mengalir dari mata tajamnya. ''Terimakasih mommy dan Arsen juga minta maaf karena selama ini belum bisa bahagiain mommy, selalu bikin susah mommy.'' lirih Arsen.
Dengan melihat prosesi kelahiran putranya jadi mengingatkan dia tentang bagaimana mommynya saat melahirkan dirinya.
Melihat Aluna yang melahirkan satu bayi saja sudah seperti itu apalagi sang mommy yang melahirkan dua...dirinya dan Arsyila.
''Sudah...sudah...kamu tak pernah bikin susah mommy, kamu juga selaku bikin bangga mommy sayang.'' sahut mommy Shakila, karena dia yakin kalau anaknya seperti ini karena melihat proses melahirkan. ''Cucu mama bagaimana?'' tanyanya lagi.
''Cucu mommy...baby boy.'' jawab Arsen dengan mata berbinar.
''Selamat sayang...sudah jadi daddy sekarang.'' ucap mommy Shakila.
__ADS_1
''Selamat Ars...'' ucap daddy Axel yang langsung memeluk putranya.
''Terimakasih dad.'' ucap Arsen.