
❤️ Happy Reading ❤️
''Ada apa ini?'' tanya Aluna saat pagi-pagi terlihat sudah sangat berisik di depan kontrakan yang dia tempati.
''Oh itu ada orang-orang yang lagi pasang tenda untuk acara pengajian yang akan di gelar nanti malam di sini.'' jawab Arsyila yang memang dari semalam menginap di sana.
''Pengajian apa? kok kamu tau sih Syil?'' tanya Aluna.
''Ya taulah, orang itu suruhan mommy buat bikin acara pengajian untuk pernikahan kakak besok.'' jawab Arsyila. ''Semuanya sudah di siapin dan mommy juga sudah minta pemilik kontrakan sama ketua RT di sini buat mengundang warga sini.'' paparnya.
''Oh gitu ya...'' cicit Aluna.
Hatinya terasa mencelos...pernikahan yang di sebabkan oleh ONS yang tak sengaja ternyata membawanya pada orang-orang yang begitu baik dan mau menerimanya, sangat berbanding terbalik dengan ayah kandungnya sendiri.
''Cepet mandi gih kak...bentar lagi bakal ada orang dari salon kecantikan milik aku datang kesini buat melakukan treatment pada kakak.'' kata Arsyila.
''Aku mau masak dulu Syil...buat kita sarapan.'' kata Aluna.
''Gak usah nona...biar saya saja.'' kata bik Inah.
''Nah betul tu...tolong ya bik.'' kata Arsyila. ''Jadi sana kakak burung mandi.'' perintahnya lagi.
''Baik nona muda.'' kata Aluna di sertai candaan.
...****************...
Seusai mandi, Aluna , Syila serta bik Inah sarapan bersama.
Dan bener saja...beberapa pegawai Syila datang ke kontrakan kecilnya untuk melakukan treatment pada tubuh Aluna.
Mulai dari lulur dan lain-lain hingga tubuh Aluna benar-benar terasa fresh.
''O iya kak...ini ada pakaian kiriman dari mommy yang harus kakak kenakan nanti malam.'' kata Arsyila memberikan beberapa paper bag pada Aluna.
Beberapa jam pun telah berlalu dan waktu pun sudah mendekati ke waktu yang di tentukan pada para undangan untuk datang.
''Buat apa semua ini Syil...yoh aku juga cuma sendiri.'' kata Aluna dengan sedih.
''Maaf ya kak...aku beneran gak bisa temenin kakak di sini, karena di rumah pun ada acara yang sama dan aku harus terlihat di sana.'' kata Arsyila
''Gak apa-apa kok Syil.'' jawab Aluna. ''Kamu memang harus berada di sana.'' katanya lagi yang paham dengan posisi calon adik iparnya itu.
''Tapi kakak tenang saja, akan ada keluarga nanek Lila yang ke sini untuk menemani kakak.'' kata Arsyila. ''Dulu kata mommy pas mommy dan daddy mau ada acara seperti ini, mulai dari tunangan sampai mau ke hari pernikahan...kelurga nenek Lila dan kakek Henry juga yang nemenin mommy.'' cerita Arsyila. ''Karena sewaktu menikah dengan daddy...mommy sudah yatim piatu dan tak ada keluarga.'' imbuhnya.
__ADS_1
''Gitu ya Syil.'' kata Aluna.
''Iya kak...jadi kakak tenang saja...kakak gak sendiri kok, ada kami semua yang selalu ada untuk kakak.'' hibur Arsyila.
Tok
Tok
Tok
''Itu kayaknya mereka kak.'' kata Arsyila lalu berjalan ke arah pintu.
Cklek
''Nenek...kakek...'' sapa Arsyila saat melihat siapa yang ada di sana.
Tak lupa juga di sana ada Hanan dan sang istri Mira, tak lupa juga kedua anak mereka Hendi bersama sang istri Dina dan Heksa bersama Niken istrinya.
''Dasar bocah nakal...sana cepat pulang, acara di rumah sudah akan di mulai.'' kata Lila.
''Iya ini juga baru mau pulang tapi nunggu kalian datang dulu.'' kilah Arsyila.
''Kak, karena mereka sudah datang...aku langsung pulang ya.'' pamitnya.
''Iya, hati-hati ya Syil.'' pesan Aluna.
Setelah kepergian Arsyila, Lila masuk dan memperkenalkan dirinya serta anak dan para cucunya yang ada di sana, dirinya juga mengatakan kalau para anak dan cucunya yang lain ada di kediaman keluarga Narendra.
''Terimakasih ya nek, kek dan yang lain karena sudah mau menemani Arsyila pada acara ini.'' ucap Aluna.
''Gak apa-apa kok Aluna...lagian aku juga gak punya anak perempuan, laki-laki semua.'' sahut Mira. ''Aku juga ingin merasakan bagaimana jadi pihak keluarga mempelai wanita.'' imbuhnya lagi.
''Sudah-sudah ayo keluar, para tamu sudah mulai datang.'' sela kakek Henry.
Saat ini Aluna sudah keluar dan duduk di antara Lila dan Mira.
Dan tanpa segan ataupun malu, mereka mengaku sebagai keluarga dari Aluna.
Karena sedikit banyak, Hanan yang masih manjadi orang kepercayaan sekaligus asisten dari daddy Axel mengetahui cerita tentang keluarga Aluna.
Bahkan kedua anak serta menantu Hanan pun menerima dengan baik Aluna di tengah-tengah mereka.
Acara pun berjalan dengan sangat lancar dan sesuai dengan perkiraan.
__ADS_1
''Besok...pagi-pagi sekali, kami akan datang kesini untuk menjemputmu.'' kata Mira. ''Kita akan datang ke tempat acara sama-sama.'' imbuhnya lagi.
''Terimakasih ya tan...om, nek, kek, kak.'' ucap Aluna.
''Iya sama-sama.'' sahut Mira. ''Kami pulang dulu dan ingat kamu harus langsung istirahat supaya besok bangun dengan wajah yang fresh.'' sambungnya.
...****************...
Benar saja pagi-pagi sekali sudah ada MUA yang datang untuk meriasnya.
Bersamaan dengan selesainya Aluna di rias, keluarga dari Henry pun datang untuk menjemput.
''Wah kamu cantik sekali Lun.'' puji Mira.
''Kalau tampilannya kayak gini sih sudah pasti Arsen bakal tambah terpesona gak gak bakal bisa kedip matanya.'' timpal Hendy. ''Bener gak sayang?'' tanya pada Dina sang istri.
''Bener banget, tambah klepek-klepek tuh tuan muda.'' sahut Dina.
''Di jamin gak bisa berpaling tuh tuan muda lihat penampilan kamu yang seperti ini.'' sahut Niken ikut angkat bicara.
Huh jangan di tanya sudah semerah apa wajah Aluna saat ini.
''Kamu sudah siap?'' tanya Hanan dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Aluna. ''Kita berangkat sekarang.'' sambungnya untuk mengintruksi semuanya.
Dengan menempuh perjalan selama tiga puluh lima menit, akhirnya mereka sampai juga di kediaman keluarga Narendra dan langsung di sambut oleh sang tuan rumah.
Acara ijab ini tak di hadiri oleh terlalu banyak orang, hanya kerabat dan orang-orang terdekat saja yang datang.
Acara pun tertutup untuk umum, jadi para media hanya bisa meliput dari luar pagar rumah untuk meliput siapa saja yang datang.
Acara pesta resepsi yang akan di adakan nanti malam di salah satu ballroom hotel milik keluarga Narendra pun tak di perkenankan untuk pihak media meliput kedalam, mereka hanya boleh meliput sampai di lobi saja...sebab keesokan harinya pihak keluarga Narendra akan melakukan konferensi pers untuk memperkenalkan anggota baru keluarga mereka.
''Mereka sudah datang kak.'' kata Daniel memberi tahu Arsen yang saat ini masih berada di kamarnya.
''Ars, apa kamu sudah siap?'' tanya Alka.
''Huh...iya kak.'' jawab Arsen.
''Ayo turun, sudah di tunggu.'' ajak Alka yang memang di suruh memanggil Arsen di kamarnya.
...****************...
''Clingak clingiuk cari siapa?'' tanya Alka saat melihat adik sepupunya itu seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
''Aluna mana kak?'' tanyanya.
''Aluna ada di kamar.'' jawab Alka. ''Bentar lagi lalu juga bakal bisa sepuasnya kok lihat dia.'' godanya.