
❤️ Happy Reading ❤️
Hari ini ada yang terasa aneh dalam diri Arsen.
Pasalnya dari semenjak dirinya sampai di perusahan...perutnya terus serasa di aduk-aduk.
Serta Indra penciumannya pun terasa lebih sensitif dari sebelumnya.
''Stop!'' seru Arsen saat Diki hendak mendekat ke padanya untuk menyerahkan satu berkas.
''Hah...'' beo Diki yang masih bingung.
''Kamu berhenti di situ...jangan dekat-dekat.'' kata Arsen. ''Parfum milikmu baunya sangat busuk dan menyengat.'' imbuhnya lagi yang membuat Diki tercengang.
Karena pasalnya pria itu sama sekali tak mengganti parfum miliknya, yang dipakai adalah parfumnya sehari-hari seperti biasanya.
''Terus ini...'' kata Diki sambil menunjukkan map yang ada di tangannya.
''Letakkan di meja dan kamu mundur lagi.'' kata Arsen.
''Bos, hari ini jam sepuluh kita ada meeting bersama tuan besar dan seluruh jajaran petinggi perusahaan lainnya.'' papar Diki.
''Hem.'' gumam Arsen.
Diki pun kemudian ijin untuk kembali keruangannya.
Huwek
Huwek
Huwek
Selepas Diki pergi, Arsen pun langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada di perutnya.
Lemas serta tak nyaman...itulah yang dirinya rasakan saat ini.
...****************...
Kini semua sudah berkumpul di ruang meeting perusahaan.
Arsen terlihat tak semangat serta wajahnya pun nampak pucat.
''Kamu sakit Ars?'' tanya daddy Axel saat melihat sang putra.
''Mungkin cuma sedikit masuk angin dad.'' jawab Arsen.
''Kalau kamu sakit, kamu bisa absen dalam meeting.'' papar daddy Axel.
''Aku gak apa-apa dad.'' sahut Arsen.
Aroma parfum yang campur aduk membuat perut Arsen semakin bergejolak, tak hanya itu saja...tapi kepalanya juga mendadak ikut terasa pening dan mata pun berkunang-kunang.
__ADS_1
Bruk
''Ars.'' seru daddy saat Arsen yang duduk tiba-tiba lemas dan tak sadarkan diri.
Panik...itulah keadaan saat ini di ruang meeting.
''Bawa Arsen ke rumah sakit.'' seru daddy Axel yang melihat wajah putranya semakin pucat dengan mata yang tertutup rapat. ''Rapat di tunda.'' serunya lagi lalu keluar mengikuti Arsen yang sudah di bopong oleh Boby dan juga tiga orang karyawannya.
''Kak, suruh orang untuk membuka jalan menuju rumah sakit.'' kata daddy Axel sambil terus berjalan.
''He'em.'' sahut Hanan.
Cemas, khawatir, sedih...itulah yang daddy Axel rasakan saat ini. Sama sekali tak pernah terlintas dalam pikirannya akan melihat sang putra seperti ini.
Andai bisa memilih, dirinya akan lebih memilih merasakan semua kesakitan yang di rasakan oleh anak-anaknya dari pada anak-anaknya yang merasakan.
''Sebenarnya kamu sakit apa nak? apa ada yang tidak daddy ketahui tentang dirimu.'' kata daddy Axel saat mereka sudah berada di dalam mobil dan memandang wajah sang putra yang pucat pasi.
''Tenang Ax, semuanya akan baik saja.'' ujar Hanan. ''Percayalah.'' katanya lagi.
''Orang tua mana yang bisa tenang saat melihat putranya seperti ini kak...lemah tak berdaya.'' kata daddy Axel.
''Arsen adalah pria yang kuat Ax.'' kata Hanan. ''Dan aku yakin...dia tidak apa-apa.'' sambungnya lagi.
''Iya semoga saja kak.'' sahut daddy Axel.
...****************...
Begitu sampai di rumah sakit, mereka langsung di sambut oleh beberapa dokter dan perawat...karena memang sebelumnya Hanan sudah menghubungi pihak rumah sakit.
Mereka juga kaget dan cemas begitu di beri tahu bahwa rumah sakit mendapatkan telpon dari keluarga Narendra.
''Kak...'' seru Alexa begitu daddy Axel turun dari mobil.
''Dad, Kaka Arsen kenapa?'' tanya Dexa namun daddy Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Arsen pun segera di bawa keruang tindakan, bahkan pemerikasaan Arsen pun di awasi langsung oleh Dexa.
Sedangkan Alexa memilih untuk berada di samping sang kakak.
''Apa orang rumah sudah tau akan hal ini kak?'' tanyanya.
''Belum.'' sahut daddy Axel.
Srett
''Duduk kak dan tenanglah.'' kata Alexa setelah menarik tangan sang kakak agar mau duduk di sampingnya.
Alexa sudah terlalu pusing karena sejak tadi terus melihat daddy Axel yang berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang tindakan.
Alexa juga mengirim pesan pada kakak iparnya serta Aluna untuk datang ke rumah sakit.
__ADS_1
...****************...
''Mom.'' seru Aluna saat melihat mommy Shakila di lobi rumah sakit.
''Loh Lun, kok kamu ada di sini sayang?'' tanya mommy Shakila.
''Tadi mama Alexa kirim pesan dan minta aku datang kesini mom.'' jawab Aluna. ''Mommy sendiri?'' tanyanya.
''Sama, mommy juga.'' sahut mommy Shakila. ''Kira-kira ada apa ya Lun?'' tanyanya. ''Perasaan mommy dari tadi pagi rasanya tak enak.'' papar mommy Shakila.
''Semoga saja tak ada apa-apa mom.'' sahut Aluna, padahal dirinya pun merasakan hal yang sama sejak pagi. ''Ayo mom...'' ajaknya.
Mereka berdua jalan menuju ke tempat yang di katakan oleh Alexa tadi.
Berbagai pikiran buruk berkecamuk di dalam benak mereka, namun lagi-lagi mereka berusaha menepisnya dan mencoba berpikir positif thinking saja.
''Loh daddy...'' seru mommy Shakila saat melihat Axel berada di sana bersama Alexa. ''Kok disini bukan di ruangan kamu Xa?'' tanyanya.
''Kami di sini sedang menunggu seseorang kak.'' jawab Alexa dengan mata yang melirik ke arah daddy Axel.
''Siapa?'' tanya mommy Shakila, jujur dirinya bertambah cemas.
''Arsen mana Dik?'' tanya Aluna pada asisten sang suami karena tak melihat keberadaan suaminya di sana. ''Lagi di toilet ya...'' tebak Aluna untuk mengusir pikiran buruk yang bersemayam di otaknya.
''Em...bos...em...'' beo Diki yang bingung memilih kata-kata yang pas.
''Arsen ada di dalam.'' sahut daddy Axel.
''Maksudnya dad?'' tanya mommy Shakila.
''Arsen sedang mendapat penanganan di dalam.'' jawab Arsen.
''Hah...ini gak lucu dad...jangan bercanda.'' kata mommy Shakila.
''Aku gak bercanda sayang...Arsen memang berada di dalam.'' kata daddy Axel. ''Arsen tiba-tiba tak sadarkan diri saat tadi di ruang meeting.'' jelasnya.
''Gak...gak...kamu pasti bohong.'' kata mommy Shakila sambil menggelengkan kepalanya.
Namun daddy Axel langsung meraih mommy Shakila kedalam pelukannya.
''Arsen...hiks...hiks...hiks...'' gumam mommy Shakila dalam pelukan daddy Axel. ''Aluna...'' katanya begitu teringat jika juga ada menantunya di sana.
Mommy Shakila langsung mengurai pelukannya dengan daddy dan berbalik, mommy Shakila sudah melihat Aluna yang bersender pada tiang dan tubuhnya sudah merosot ke bawah dengan menutup mulutnya menggunakan tangan serta air mata yang mengalir.
''Sayang...'' panggil mommy Shakila dan langsung memeluk tubuh menantunya.
''Arsen gak kenapa-napa kan mom...hiks...hiks...'' kata Aluna. ''Arsen akan baik-baik saja kan mom...Arsen gak akan ninggalin Aluna sendiri kan mom...hiks...hiks...'' lirih Aluna lagi dengan sesegukan.
Cklek
''Dok, bagaimana keadaan putra saya?'' tanya daddy Axel langsung saat dokter baru keluar.
__ADS_1
''Tuan muda tidak apa-apa tuan besar...hanya kelelahan dan mengalami dehidrasi.'' papar sang dokter. '' Sebentar lagi kami juga akan memindahkan tuan muda ke kamar perawatan.'' imbuhnya lagi. ''Namun...'' kata sang dokter.
''Namun apa dokter...'' potong mommy Shakila.