Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 40


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Selamat pagi...'' sapa Axel menyapa kedua orangtuanya yang sudah duduk di ruang makan.


Dia datang bersama dengan Shakila...dan jangan lupakan tangannya yang menggandeng tangan istrinya itu.


''Loh Ax kapan kamu pulang?'' tanya mommy Shanum yang tak membalas ucapan selamat pagi dari sang putra. ''Kok mommy sama daddy gak tau kalau kamu sudah pulang.'' sambungnya lagi.


''Semalam mom...jam dua.'' jawabnya sambil membawa sang istri untuk duduk di kursi.


''Pantas saja mommy nggak tahu kepulanganmu.'' kata mommy Shanum. ''Dan pantas saja Shakila tadi pagi gak turun ke dapur...pasti kamu tahan di kamar.'' lanjutnya.


''Ya elah mom kayak nggak tahu aja, namanya juga sudah beberapa hari nggak ketemu.'' ujar Axel.


''Bagaimana urusan di sana Ax?'' tanya daddy Arya.


''Hem...males nih mommy kalau di ruang makan sudah bahas tentang masalah perusahaan atau bisnis.'' sahut mommy Shanum sebelum Axel menjawabnya.


''Iya maaf mom.'' ucap daddy Arya.


''Ya sudah sekarang lebih baik kita makan dan untuk kalian berdua nanti bisa membicarakan masalah perusahaan di ruang kerja setelah ini.'' kata mommy Shanum lagi yang tak bisa terbantahkan oleh siapapun.


...****************...


''Aku ke ruang kerja daddy dulu.'' kata Axel sambil mengelus puncak kepala sang istri dan itu semua tak luput dari pandangan mata sang ibu suri alias mommy Shanum.


Memang daddy Arya sudah beranjak lebih dahulu dari sana.


''Kamu gak ke ruko sayang?'' tanya mommy Shanum.


''Gak mom.'' jawab Shakila. ''Gak boleh pergi sama Axel.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


''Mungkin dia masih ingin menghabiskan waktunya sama kamu karena kemarin gak ketemu selama beberapa hari.'' kata mommy Shanum yang mengerti akan keinginan putranya itu karena dirinya pun pernah muda seperti mereka.


Dan mommy Shanum juga sangat bahagia dengan kemajuan perkembangan hubungan anak dan menantunya itu.


Walaupun sempat mommy Shanum akui bahwa dirinya sempat merasa sedikit takut serta was-was jika hubungan rumah tangga kedua anak manusia itu akan berakhir dengan membuat Shakila sakit hati serta menderita, jika mengingat bagaimana kerasnya putranya itu menolak pernikahannya.


Namun saat ini dirinya cukup merasa lega melihat perkembangan hubungan Axel dan Shakila yang semakin hari semakin membaik serta sudah semakin terlihat selayaknya suami istri yang saling mencintai.


''Mom, aku ke dapur bentar ya...'' pamit Shakila.


''Mau ngapain?'' tanya mommy Shanum.


''Pengen bikin dessert box mom.'' jawab Shakila. ''Kayaknya enak...'' sambungnya lagi.


''Hem boleh juga itu kata kamu sayang.'' sahut mommy Shanum. ''Dari pada kita nggak ngapa-ngapain dan itu orang dua yang ada di ruang kerja pasti bakal sangat lama di sana jika sudah membahas masalah kerjaan.'' sambungnya lagi.


Memang begitulah mereka...gak Alvan, gak Axel jika sudah membahas tentang kerjaan yang tentunya menyangkut dengan perusahaan pasti akan berjam-jam di ruang kerja bersama sang daddy.


Shakila dan mommy Shanum membuat dessert box dengan varian coklat serta ada juga yang berlapis buah.


...****************...


Saat mommy Shanum dan Shakila keluar dari dapur bertepatan pula dengan Axel dan daddy Arya yang keluar dari ruang kerja.


''Mom, dad...aku ke kamar dulu ya...mau istirahat.'' pamit Axel yang kemudian menghampiri Shakila dan menggandeng tangan wanita itu agar ikut melangkah bersamanya.


''Anakmu dad.'' kata Shanum berkata pada sang suami sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kepergian anak serta menantunya. ''Kelakuannya gak jauh beda sama kamu.'' imbuhnya lagi.


''Namanya juga putraku mom.'' sahut daddy Arya. ''Tapi kamu sukakan?'' tanyanya dan di angguki oleh mommy Shanum. ''Ayo...jadi gak ke pantinya?'' tanya daddy Arya lagi.


''Oh ya ampun aku sampai lupa.'' kata mommy Shanum sambil menepuk keningnya dengan tangan. ''Bentar aku ambil tas dulu dad...'' ujarnya lalu berjalan ke arah kamar.

__ADS_1


Sedangkan Axel saat ini sudah membawa Shakila kembali ke kamar mereka, tak lupa di kuncinya pintu itu agar privasi mereka tak terganggu.


Axel membawa tubuh ramping itu ke ranjang dan Shakila hanya menurut karena yang terlintas dalam pikirannya mungkin suaminya itu ingin tidur di temani oleh dirinya mengingat selama di luar kota...pria itu kekurangan waktunya untuk beristirahat.


''Kil...kangen.'' kata Axel pertama kali saat mereka sudah duduk di atas ranjang.


Tak lupa dengan tangan kekarnya yang saat ini sudah mengelus dengan lembut pipi mulus sang istri sehingga membuat Shakila sedikit meremang.


Karena sebelumnya Shakila memang belum pernah merasakan hal ini sebab selama ini dirinya memang tak pernah memiliki kekasih ataupun sekedar teman dekat laki-laki.


Entah kenapa...Axel terus saja mendekatkan wajahnya dan Shakila seolah tak sadar karena terhipnotis oleh tatapan mata Axel yang beradu pandang dengan matanya.


Seperkian detik, kedua benda kenyal itu sudah bertemu.


Axel tak melakukan pergerakan apa pun...hanya menempelkan saja hingga dia rasa Shakila tak menolaknya, barulah dirinya mulai menggerakkan...memberikan beberapa k*****n berulang kali, lalu memberanikan diri untuk memberikan sedikit s*****n, yang kemudian berubah menjadi sebuah l*****n, hingga memberikan sedikit g***tan agar Shakila memberinya sedikit akses untuk bisa menelusuri apa yang ada di dalamnya sehingga kedua benda lunak tak bertulang yang kata orang lebih tajam dari sebuah pedang itu bertemu dan saling menyapa.


Setelah melihat Shakila yang sedikit kesusahan bernapas, barulah dia melepaskannya.


''Kil...boleh ya...?'' tanya Axel dengan suara berat karena sudah di liputi dengan kabut gairah.


''He'em.'' jawab Shakila sambil menganggukkan kepalanya.


''Terimakasih...i love you Shakila Axel Narendra.'' ucap Axel yang kemudian mengecup kening sang istri.


Shakila cukup terkesiap dengan pernyataan Axel yang baru saja di dengarnya...benarkan ini nyata atau hanyalah ilusinya semata.


Tanpa menunggu lama..Axel kembali melancarkan aksi seperti sebelumnya tapi saat ini dengan tangan yang sudah tak dapat di kondisikan lagi...tangan yang sudah bergerilya kemana...memegang, mengelus bahkan mer***s sesukanya sehingga membuat si empunya mend***h tertahan karena bibirnya masih di bungkam dengan hebat oleh di pelaku.


Adegan terus saja memanas dan entah sejak kapan kedua orang itu sudah dalam keadaan full naked saat ini.


Berbagi peluh dengan suara erotis yang saling bersahutan dan saling lebih memanas terus terjadi di sana hingga beberapa waktu kedepan hingga lenguhan panjang terucap dari bibir keduanya yang menandakan bahwa mereka telah sampai pada puncak yang mereka cari dari kegiatan ini.

__ADS_1


Puas...sangat puas...itulah yang mereka berdua rasakan, terlebih Axel yang mendapati bahwa dirinyalah orang pertama yang merasakan sesuatu yang selama ini di jaga oleh sang pemilik kehormatan.


Sesuatu yang seharusnya terjadi pada beberapa waktu yang lalu...barulah terjadi pada siang ini...bukan malam pertama yang mereka lakoni melainkan siang pertama.


__ADS_2