Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 31


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Shakila yang merasa masih kesal terhadap Axel pun memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Dia berusaha untuk memejamkan matanya siang ini dari pada kembali berdebat dengan Axel, mengingat dirinya masih merasa sedikit emosi.


Dan bisa di pastikan...sedikit saja di singgung maka emosinya bisa meledak.


Jadi lebih baik menghindari perdebatan dari pada liburan yang berkedok bulan madu ini hancur berantakan.


Axel sendiri lebih memilih keluar...dia ingin menenangkan dirinya sejenak sambil mered emosinya.


Entah kenapa bayang-bayang Shakila yang tersenyum manis serta kelihatan akrab dengan pria tadi memuat Axel menjadi sangat kesal.


Mungkinkah dirinya sudah memiliki rasa pada Shakila...


''Itu kan...'' gumam Axel saat melihat seseorang yang terasa tak asing baginya. ''Ngapain dia di sini...'' gumamnya lagi.


Langkah kaki Axel pun mengikuti kemana orang itu pergi dan tak di sangka ternyata orang itu melangkah memasuki salah satu hotel yang ada di sana...salah satu hotel milik keluarganya.


Axel diam-diam mengikutinya sampai orang tersebut masuk ke dalam salah satu kamar.


''Aku mau bertemu dengan penanggung jawab hotel ini.'' kata Axel pada salah satu resepsionis. ''Bilang saja tuan Axel Narendra menunggu di sini.'' imbuhnya lagi agar sang resepsionis segera menghubungi penanggung jawab hotel itu.


Tak berselang lama satu pria dewasa datang dengan tergopoh-gopoh untuk menemui anak dari pemilik hotel tempatnya mengais rezeki.


''Tuan muda...selamat siang.'' sapanya.


''Anda...?'' tanya Axel.


''Saya Hendra...penanggung jawab hotel ini tuan muda.'' tuturnya.


''Oh.'' beo Axel. ''Saya mau kunci kamar 105.'' kata Axel.


''Tapi tuan...'' kata sang resepsionis. ''Maaf...tapi kamar itu sudah di booking tuan muda.'' ucapnya dengan hati-hati.


''Aku minta cadangan kuncinya sekarang juga.'' tekan Axel. ''Atau kalian semua mau aku pecat.'' ancamnya.


''Ba...baik tuan muda.'' kata pak Hendra lalu mengkode sang resepsionis untuk mengambilkan kunci cadangannya.


''I...ini tuan muda.'' katanya sambil menyerahkan kunci tersebut.


''Terimakasih.'' ucap Axel lalu bergegas pergi dari sana.


Dirinya seakan sudah tidak sabar ingin melihat sesuatu yang ada di sana.


Klik

__ADS_1


Cklek


''Axel...'' gumam salah seorang yang ada disana.


Apa yang ada di depannya membuat Axel tersenyum remeh sekaligus jijik.


Bagaimana tidak...dirinya melihat sang kekasih yang selama ini di belanya sedang bersenggama dengan seorang pria di atasnya...dan tentu saja dengan tubuh yang sudah full neked.


Amarahnya seakan sudah ada di ubun-ubun saat ini.


''Ternyata apa yang di katakan keluargaku semuanya benar.'' sinis Axel. ''Dasar murahan...'' kata Axel.


''Ax...i...ini bisa aku jelaskan.'' kata Rossi yang sudah meraih jubah mandi di sebelahnya.


''Gak ada yang perlu di jelaskan.'' kata Axel. ''Hubungan kita berakhir cukup sampai di sini.'' imbuhnya lagi lalu melenggang pergi.


''O iya...segala fasilitas yang aku berikan padamu aku tarik kembali.'' kata Axel menghentikan langkahnya sejenak tanpa membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah wanita tadi. ''Silahkan bawa barang-barangmu keluar dari apartemen milikku.'' sambungnya lagi lalu benar-benar pergi dari sana.


''Ah sial...ladang emasku.'' kata Rossi dengan kesal.


''Tenang beb...kan masih ada aku.'' kata sang pria yang sedari tadi hanya diam saja. ''Selama kamu bisa memuaskanku...maka apapun yang kamu minta akan aku penuhi.'' imbuhnya lagi dengan tangan yang sudah bergerilya kesana-kemari.


...****************...


''Bodohnya aku...'' gumam Axel.


Axel memilih pergi ke pantai untuk sedikit menenangkan pikiran serta emosinya yang sedang kacau.


Hingga sore menjelang...Axel baru kembali ke sana.


Cklek


Shakila yang sedang duduk di sofa sambil memegang ponselnya pun langsung menoleh saat pintu terbuka.


''Sudah bangun?'' tanya Axel.


''Hem.'' sahut Shakila.


Axel langsung berjalan mengambil pakaiannya dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Dia membutuhkan air dingin yang mengguyur tubuhnya sore ini agar bisa sedikit mendinginkan amarahnya.


''Kil...'' panggil Axel yang sudah selesai mandi dan duduk di ranjang mereka.


''Hem'' sahut Shakila.


''Huft...Kil...aku mau ngomong, bisa gak matiin sebentar ponselnya.'' kata Axel.

__ADS_1


''Apa?'' tanya Shakila yang sudah meletakkan ponselnya di atas meja. ''Mau bahas yang tadi lagi? iya?'' tanya Shakila.


''Oh astaga Kil, dengerin dulu akunya...'' sahut Axel.


''Ya sudah buruan ngomong.'' kata Shakila dengan entengnya.


''Aku mau minta maaf sama kamu tentang kejadian tadi siang.'' ucap Axel.


''Iya sudah aku maafin.'' jawab Shakila.


''Terimakasih.'' sahut Axel. ''Em...Kil, aku harap kita bisa memulai hubungan ini dari awal selayaknya suami istri yang lainnya.'' kata Axel. ''Aku mau kita berdua bisa berusaha menerima hubungan ini.'' imbuhnya lagi.


''Aku sudah menerima hubungan ini dengan lapang dada Ax.'' sahut Shakila. ''Aku ikhlas menjalani rumah tangga ini bersama kamu meskipun aku tak tau sampai kapan aku bisa bertahan.'' kata Shakila. ''Seharusnya bukan kamu yang mengatakan itu Ax, tapi aku.'' imbuhnya lagi.


''Aku akan berusaha membuka hatiku untuk kamu dan aku harap kamu pun begitu Kil.'' kata Axel lagi.


''Terus kekasih kamu itu gimana?'' tanya Shakila. ''Aku gak mau ya Ax...kalau hubungan kita terus di bayang-bayangi dengan hadirnya pihak ketiga.'' tuturnya.


''Aku sudah putus dengannya.'' jawab Axel.


''Kamu ngomong kayak gini tiba-tiba bukan karena maksud ingin menjadikan aku sebagian pelampiasan atau pelarian kamu sajakan Ax?'' tanya Shakila sedikit curiga.


''Ya ampun...ya enggak dong Kil.'' bantah Axel. ''Jadi gimana...mau gak?'' tanyanya lagi.


''Em baiklah...iya, tapi kalau kamu hanya menjadikanku pelampiasan saja...awas kamu Ax.'' ancam Shakila dengan raut wajah seriusnya.


''Malam ini kita keluar yuk Kil...jalan-jalan sambil makan malam di luar.'' usul Axel.


''Boleh.'' jawab Shakila.


...****************...


''Ayo Ax, nanti keburu malam loh.'' ajak Shakila yang saat ini menghampiri Axel yang sedang duduk di kursi dekat kolam renang.


Bukannya menjawab...Axel malah menelisik penampilan Shakila dari atas sampai bawah.


''Ganti dulu baru kita pergi.'' kata Axel.


''Hah...'' cicit Shakila.


''Aku gak mau ya Kil kamu keluar dengan penampilan seperti ini.'' kata Axel. ''Cepat ganti atau kita gak usah jadi keluar saja.'' imbuhnya. '' Kalau mau pakek dress yang panjangnya di bawah lutut.'' kata Axel lagi.


Pasalnya saat ini Shakila memakai dress yang panjangnya sedikit di atas lutut yang pastinya kalau di pakek buat duduk...pahanya akan kelihatan dan Axel tak mau kalau sampai ada pria lain yang melihat hal itu...dirinya tak rela.


''Pakek gamis aja sekalian...'' sahut Shakila dengan kesal.


''Wah boleh juga...bukan ide yang buruk.'' sahut Axel sambil cekikikan.

__ADS_1


''Ish nyebelin.'' seru Shakila. ''Memang apa salahnya coba pakek ini.'' gerutu Shakila. ''Di luaran sana juga banyak yang hanya pakai bikini saja.'' olehnya lagi.


''Gak usah gedumel Kila.'' kata Axel yang masih bisa mendengar omongan Shakila.


__ADS_2