
❤️ Happy Reading ❤️
''Kami harus memeriksa istri tuan Arsen untuk memastikan sesuatu.'' kata sang dokter yang menangani Arsen.
''Loh yang sakitkan suami saya dok, kenapa jadi saya yang di periksa?'' tanya Aluna.
''Kami hanya ingin memastikan sesuatu nyonya.'' sahut sang dokter.
''Sudah sayang...gak apa-apa.'' kata mommy Shakila sambil menyentuh tangan Aluna. ''Ayo mommy temani.'' kata mommy Shakila lagi.
''Gak usah mom, biar aku sendiri saja.'' sahut Aluna. ''Mommy tunggu suami Aluna saja.'' sambungnya.
''Sudah gak apa-apa, toh masih ada daddy juga mami Alexa yang nunggu.'' kata mommy Shakila.
Mana tega mommy Shakila membiarkan menantunya menjalani pemeriksaan seorang diri, sedangkan di sana ada dirinya dan yang lain.
...****************...
Aluna dan mommy Shakila di giring masuk ke dalam ruangan dokter lain.
''Dokter kandungan.'' gumam mommy Shakila. ''Semoga apa yang ada di dalam pikiranku benar.'' gumamnya lagi dengan wajah yang lebih ceria.
Aluna di minta untuk berbaring di bad pemeriksaan.
Sang dokter mulai memeriksa denyut nadi Aluna hingga menyibak baju Aluna yang sebelumnya dirinya sudah meminta maaf dan minta ijin terlebih dahulu pada si pasien.
''Seperti dugaan...nyonya benar-benar mengandung dengan usia kandungan sekitar lima minggu.'' kata sang dokter sambil melihat kearah layar monitor.
''Lihat, sudah terbentuk kantung di sana yang berisi janin kurang lebih seukuran biji buah apel, dan sistem sarafnya berserta organ-organ utama seperti jantung sudah mulai terbentuk.'' papar sang dokter. ''Untuk detak jantungnya...nanti pada kehamilan sudah berumur tujuh Minggu akan dapat terdengar lebih baik.'' sambungnya.
Setelah itu sang dokter juga menyarankan agar Aluna mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam folat, protein, zat besi, makanan kaya serat, susu juga memperhatikan asupan karbohidrat.
''Terus maksud dokter sepeti dugaan itu apa?'' tanya Aluna yang penasaran sejak tadi.
''Suami anda tidak sakit, melainkan menyalami kehamilan simpatik atau couvade syndrome.'' jawab sang dokter.
''Apa itu dok?'' tanya Aluna.
''Kehamilan simpatik adalah dimana ketika suami yang justru ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang di pakai oleh para istri pada umumnya.'' jelas dokter.
''Kenapa bisa seperti itu dok?'' tanya Aluna.
''Biasanya terjadi karena empati atau kuatnya ikatan batin suami pada istri.'' kata sang dokter.
Setelah semuanya selesai, Aluna dan mommy Shakila memutuskan untuk pergi keruangan di mana saat ini Arsen berada.
__ADS_1
''Mommy benar-benar gak nyangka Lun.'' kata mommy Shakila. ''Rasanya masih seperti mimpi...'' katanya lagi. ''Akh...mommy akan punya cucu.'' serunya dengan girang.
...****************...
''Dari mana?'' tanya Arsen begitu mommy Shakila dan Aluna masuk.
''Kamu sudah sadar?'' tanya Aluna yang langsung menghampiri suaminya yang terbaring lemah di ranjang pasien. ''Kenapa pakai masker?'' tanya Aluna.
''Aku gak tahan dengan semua bau parfum...semuanya membuat aku semakin mual.'' kata Arsen.
''Maaf ya...gara-gara kami kamu jadi seperti ini.'' ucap Arsen.
''Apa maksud kamu? dan kami...kami siapa yang kamu maksud?'' tanya Arsen.
Aluna menarik tangan Arsen yang tak terpasang selang infus dan meletakan di perut datangnya.
''Gara-gara kami...aku dan anak kita.'' sahut Aluna.
''A...anak...ki...ta...'' kata Arsen dengan terbata.
''He'em...ada anak kita di sini.'' kata Aluna.
''Jadi...aku akan menjadi daddy?'' tanyanya seakan masih belum percaya dengan yang dia dengar.
''Iya...lima minggu...usia dia.'' jawab Aluna.
Daddy Axel pun menolehkan kepalanya ke arah sang istri dan seakan tau maksud sang suami mommy Shakila pun menganggukkan kepalanya.
''Iya...kita akan punya cucu.'' kata mommy Shakila.
Seluruh keluarga Narendra tak menyangka ternyata di balik semua kecemasan serta kekhawatiran mereka pada Arsen, ada kebahagiaan besar di dalamnya.
...****************...
Tiga hari Arsen di rawat di rumah sakit dan dengan terpaksa di perbolehkan untuk pulang.
Karena sang tuan muda tak henti-hentinya untuk merengek bagaikan bocah setiap hari.
''Aku gak tega liat kamu seperti ini.'' kata Aluna yamg berada di dalam kamar bersama Arsen.
''Aku lebih gak tega kalau kamu yang ngerasain ini semua.'' sahut Arsen. ''Kamu harus baik-baik di dalam sana ya sayang...'' kata Arsen dengan mencium perut sang istri. ''Daddy rela merasakan ini semua untuk kamu dan mommy...karena daddy sayang kalian berdua.'' ucapnya lagi.
''Terimakasih daddy...kami juga sayang daddy.'' sahut Aluna.
Semua penghuni rumah saat ini sama sekali tak di ijinkan untuk memakai parfum apa pun dan ini perintah langsung dari tuan besar Narendra.
__ADS_1
Karena Arsen akan mual dan terus muntah bila mencium aroma parfum.
Satu penawar dari rasa mual berlebih sang tuan muda, yaitu menghirup aroma yang keluar dari tubuh sang istri.
Bahkan untuk memakan makanannya pun hanya akan tertelan jika Aluna yang menyuapinya.
...****************...
''Yakin mau bekerja?'' tanya mommy Shakila saat pagi ini Arsen sudah rapi menggunakan pakaian kantornya.
''Iya mom, sudah seminggu Arsen gak berkerja...pasti pekerjaan menumpuk.'' jawab Arsen.
''Kamu gak berangkat pun gak apa-apa Ars, biar daddy minta Diki buat menghandle semuanya.'' kata daddy Axel.
'' Gak apa-apa dad, kasihan Diki.'' kata Arsen.
''Kamu juga mau bekerja Lun?'' tanya mommy Shakila pada sang menantu.
''Iya mom.'' jawab Aluna.
''Huft...tapi kamu harus ingat kalau gak boleh terlalu lelah juga stress.'' kata mommy Shakila mengingatkan.
Sesuai sarapan, mereka berpamitan untuk berangkat bekerja.
Arsen berangkat satu mobil dengan Aluna, karena calon daddy itu masih ingin menikmati aroma sang istri selama perjalanan.
''Nanti saat jam makan siang, aku akan ke kantormu.'' kata Aluna.
''Gak...kamu diam di perusahaan...biar aku yang kesana.'' sahut Arsen. ''Aku gak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama kalian berdua.'' kata Arsen.
''Hem baiklah, terserah kamu saja.'' jawab Aluna. ''Ya sudah aku keluar dulu.'' pamitnya karena memang sudah tiba di perusahan AHD grup.
Setelah berpamitan dan mencium tangan sang suami...Aluna keluar dari mobil.
''Selamat pagi bu' bos.'' sapa Loli dan Yongki yang kebetulan juga baru sampai.
''Selamat pagi.'' sahut Aluna.
''Kalian berdua.'' seru Arsen yang baru saja ikut keluar dari dalam mobilnya yang memang belum bergerak sama sekali.
''Tuan muda.'' sapa mereka dengan menunduk hormat.
''Kalian berdua...mulai saat ini...jaga serta awasi istri saya.'' kata Arsen. ''Jangan biarin dia sampai kelelahan.'' katanya lagi. ''Dan kalau sampai istri serta anakku kenapa-napa...kalian berdua lah orang pertama yang saya cari.'' ancamnya.
''Sayang...'' kata Aluna yang merasa Arsen sedikit berlebihan.
__ADS_1
''Aku berangkat.'' pamit Arsen dan langsung mengecup kening Aluna baru setelah itu dirinya masuk kembali ke dalam mobil yang akan membawanya ke perusahaan tempatnya bekerja.