
❤️ Happy Reading ❤️
''Ax.'' lirih Shakila yang saat ini sedang bersandar pada dada bidang nan polos milik Axel suaminya setelah mereka melakukan penggempuran siang ini.
''Hem.'' sahut Axel. ''Argh sayang...hentikan tanganmu itu atau kamu akan membangunkan dia lagi dan berakhir dengan aku memakanmu kembali.'' kata Axel sambil mengerang karena ulah tangan jahil sang istri yang terus bermain-main di dada bidangnya.
''Habisnya kau kesel, kamu itu kalau di panggil banyak ham hem ham hem.'' kata Shakila yang berakhir mencubit sesuatu yang berwarna coklat di sana.
''Ah sayang.'' keluh Axel. ''Sudah berani protes ya sekarang.'' kata Axel. ''Kamu juga kalau manggil suami sendiri Ax, Axel...gak ada romantis-romantisnya sama sekali.'' kata Axel yang memprotes panggilan Shakila padanya.
''Kenapa kamu baru protes sekarang?'' tanya Shakila heran.
''Ya dulukan hubungan kita gak sedekat sekarang.'' jawab Axel. ''Aku saja sudah memulai dengan memanggil kamu sayang...tapi kamu tetap saja gak merubah panggilan kamu ke aku.'' katanya lagi. ''Pokoknya aku gak mau tau...mulai sekarang kamu harus memanggil aku dengan benar.'' tegasnya.
''Terus kamu mau di panggil apa?'' tanya Shakila.
''Hubby, sayang...atau apapun senyamannya kamu saja.'' jawab Axel.
''Sayang ajalah ya...gimana?'' kata Shakila meminta pendapat Axel.
''Oke gak apa-apa.'' sahut Axel memberi tanggapan.
''Em sampai lupakan...'' kata Shakila. ''Bagaimana rasanya nemenin orang yang lahiran?'' tanya Shakila tangan benarnya penasaran dari tadi.
''Tegang...tegang banget sayang.'' jawab Axel dengan jujur. ''Rasanya aku lemas sampai gemetaran lihat bagaimana Alexa berjuang dan mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan baby Dexa.'' katanya lagi. ''Tapi begitu mendengar suara tangis yang melengking dari bibir bayi mungil itu...hem rasanya langsung bersemangat kembali...bahagian sampai ah gak tau gak bisa di gambarkan dengan kata-kata...juga lega selega-leganya.'' sambungnya dengan bibir yang tersenyum. ''Tapi aku gak tau dan gak bisa bayangin kalau itu kamu yang ada di sana dengan posisi Alexa.'' kata Axel berubah sedikit sendu. ''Apa aku bisa sekuat tadi saat melihat kamu yang terbaring kesakitan di sana untuk melahirkan anak kita...''sambungnya lagi.
''Bisa...harus bisa sayang...'' kata Shakila yang menumpukan tangannya di tangan Axel. ''Katanya kamu ingin cepet punya anak...anak yang banyak...jadi harus bisa seperti tadi.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1
''Setelah melihat perjuangan Alexa...aku gak ingin punya anak yang banyak, dua saja cukup.'' kata Axel. ''Aku gak mau kamu merasakan kesakitan berulang kali.'' imbuhnya lagi sambil mengeratkan dekapannya. ''Argh sayang...kamu harus tanggung jawab karena sudah membangunkannya.'' kata Axel yang dengan seketika sudah kembali mengungkung sang istri.
Sedari tadi dirinya sudah menahannya, namun dasar istrinya saja yang nakal karena terus menggesekkan kepalanya di dada polos Axel, padahal Shakila hanya mencari posisi yang nyaman saja...dasar suaminya saja yang semakin kesini tingkat kemesumannya semakin tinggi.
Akhirnya terjadilah kembali apa yang seharusnya memang terjadi karena tak dapat terelakkan lagi.
...****************...
''Bik, tolong panggilkan Axel dan Shakila.'' kata mommy Shanum yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan berniat untuk makan siang bersama.
''Tuan muda dan nyonya muda belum pulang nyonya besar.'' sahut sang art.
''Belum pulang?'' tanya mommy Shanum dan sang art pun menganggukkan kepalanya. ''Kemana itu anak.'' gumamnya karena mereka berdua pulang terlebih dahulu di bandingkan dengan yang lainnya.
''Sudah biarin mereka menikmati waktu berdua mom...mumpung libur.'' kata daddy Arya.
''Ada anak-anak.'' peringat Kinara dengan lirih namun penuh penekanan dan sorot mata yang tajam. ''Aku gak mau mereka tanya yang aneh-aneh.'' ujarnya lagi.
''Maaf.'' ucap Alvan yang hampir saja ngomong keceplosan dan untung di hentikan Kinara, kalau tidak entah bagaimana caranya untuk menjawab serta menjelaskan apa yang ditanyakan oleh sang putra bila mendengar perkataannya tentang Axel dan Shakila.
''Sudah lebih baik kita mulai makan saja.'' kata daddy Arya.'' daddy sudah sangat lapar.'' imbuhnya lagi.
...****************...
''Sebenernya mereka itu kemana ya dad? kok sampai jam segini belum pulang.'' kata mommy Shanum yang baru pulang dari rumah sakit bersama sang suami untuk menjenguk cucu ketiga mereka.
Sedangkan keluarga kecil Alvan juga sudah kembali kekediaman mereka.
__ADS_1
''Mau ngapain mom?'' tanya daddy Arya saat mommy Shanum sedang meraih sesuatu di dalam tas miliknya.
''Mau telpon Axel atau Shakila.'' jawab mommy Shanum. ''Haduh kenapa nggak kepikiran dari tadi buat telepon mereka.'' katanya saat sudah mendapatkan ponselnya.
''Eith.'' kata daddy Arya dengan tangan yang sudah mengambil alih ponsel mommy Shanum. ''Sudah biarin...jangan ganggu mereka.'' kata daddy Arya lagi. ''Mau tambah cucu gak?'' tanyanya kemudian.
''Maksud daddy?'' tanya mommy Shanum yang masih belum mengerti arah pembicaraan sang suami.
''Ish kayak mommy itu gak pernah muda saja.'' jawab daddy Arya sambil menarik turunkan alisnya. ''Lebih baik ayo kita ke kamar buat olahraga malam dari pada ngurusin anak dan mantu kamu itu yang saat ini pasti sedang olahraga juga.'' sambungnya lagi dan langsung menggandeng tangan sang istri.
Usia memang boleh tua, tapi daddy Arya tetap tak mau kalah dari anak-anaknya kalau urusan memuaskan pasangan.
Sedangkan di tempat lain, masih ada sepasang suami istri yang baru saja menyelesaikan ritual mandi plus-plus.
Kaki Shakila rasanya bergetar karena lemas, entah sudah berapa kali semenjak pulang dari rumah sakit sampai malam ini...Axel memakannya...memangsanya bagaikan hewan buas yang sangat kelaparan dan yang membuat Shakila heran...suaminya itu sama sekali tak tampak kelelahan.
''Makan yang banyak sayang...biar tenaga kamu pulih kembali.'' kata Axel sambil meletakkan berbagai macam lauk dan sayur di piring milik Shakila.
''Kamu bener-bener membusuk aku kewalahan sayang...sampai lemas rasanya kakiku.'' keluh Shakila.
''Maaf sayang.'' ucap Axel dengan tatapan bersalahnya. ''Kamu itu benar-benar magnet yang mampu untuk menarikku selalu mendekat dan kamu itu juga bagaikan candu untukku, yang di mana aku selalu dibuat ketagihan karenanya.'' sambungnya lagi. ''Khem tapi kamu sukakan...'' goda Axel. ''Buktinya kamu terus mendesah dan terus merancau menyebut namaku.'' katanya lagi yabg membuat pipi Shakila merah padam karena malu sekaligus mengingatkan tentang aktivitas mereka seharian ini. ''Kalau nambah lagi bolehkan?'' tanya Axel.
Uhuk...uhuk...
Shakila menjadi tersedak karena ucapan asal dari sang suami.
''Minum dulu sayang...'' kata Axel sambil menyodorkan satu gelas air mineral kepada Shakila.
__ADS_1
''Oh astaga...kita baru saja selesai sayangku cintaku...dan kamu sudah mau minta lagi.'' kata Shakila dengan gemas...serasa ingin *******-***** pipi suaminya itu.