
❤️ Happy Reading ❤️
''Sayang...jangan natap aku kayak gitu.'' kata Shakila. ''Malu tau...'' sambungnya lagi.
''Malu kenapa sayang?'' tanya Axel yang sedari tadi mantap sang istri yang sedang mengering rambutnya.
Axel tiba-tiba saja sudah berada di belakang sang istri, di lingkarkan tangannya...walaupun sudah tak bisa mendekap penuh seperti dulu karena ada buah hati mereka di perut buncit wanita yang di cintainya.
''Aku itu gendut tau.'' sahut Shakila yang sudah mengerucutkan bibirnya dan itu merupakan hal yang menggemaskan untuk Axel.
Cup
''Di mataku...kamu semakin seksi sayang.'' kata Axel setelah memberikan satu kecupan di pipi Shakila.
''Kamu ini ada-ada saja...mana ada wanita seksi dengan perut buncit dan badan yang sudah membengkak kayak gini...'' kata Shakila lagi.
''Tapi menurutku kamu memang sangat seksi dengan perut buncit ini.'' sahut Axel. ''Dan apa lagi dengan tubuhmu yang berisi...aku suka...jadi lebih enak dan kerasa kalau di peluk.'' sambungnya lagi.
''Awas aja ya tuh mata kalau sampai ketahuan jelalatan lihat yang masih ramping dan bodinya bagus.'' ancam Shakila.
''Gak akan sayangku...aku agak akan berpaling dari wanita yang kini sudah menjadi istri serta mommy untuk anak-anakku.'' sahut Axel sungguh-sungguh.
...****************...
Di usia kehamilan Shakila yang sudah memasuki usia sembilan bulan ini, Axel memutuskan untuk tidak pergi ke perusahan dan bekerja dari rumah.
Dirinya hanya sesekali saja ke perusahan jika ada klien yang harus bertemu dengannya dan tak bisa di wakilkan.
Selebihnya maka Hanan lah yang menghandlenya.
Bahkan asisten yang notabene saudaranya itu rela untuk bolak baling datang ke kediaman Narendra, walau hanya sekedar untuk mengantarkan berkas yang harus di pelajari serta di tandatangani oleh Axel.
Sebenarnya Shakila merasa tak enak hati dengan keluarga Axel jika begini, tapi ternyata semua itu juga atas saran dari daddy Arya dan mommy Shanum.
Mau bagaimanapun ini adalah kehamilan pertama untuk Shakila, jadi detik-detik menjelang melahirkan pasti di butuhkan sosok sang suami yang bisa menemaninya setiap waktu.
''Sayang...aku keluar sebentar ya...kamu gak apa-apakan aku tinggal?'' tanya Axel pada sangat istri yang saat ini sudah tak di perbolehkannya untuk melayani dirinya.
Untuk mengambilkan makanan saat makan pun saat ini malah jadi Axel yang melayani Shakila, karena pria itu sangat takut jika perut istrinya tak sengaja menekan meja saat hendak meraih makanan.
__ADS_1
Apa lagi untuk menyiapkan air mandinya...oh tidak mungkin, itu sebuah larangan keras dari Axel.
''Iya gak apa-apa sayang.'' jawab Shakila.
''Kamu mau di beliin apa? mumpung aku keluar.'' tanya Axel.
''Em...apa ya...'' kata Shakila yang tengah berpikir. ''Nanti kalau aku ingin sesuatu...aku telpon kamu aja deh.'' sambungnya lagi karena masih bingung mau apa, saat ini memang dirinya sebagai tak menginginkan apa-apa.
''Ya sudah nanti hubungi aku.'' kata Axel. ''Aku pergi dulu...'' pamitnya dengan tak lupa mengecup kening serta bibir dan perut buncit sang istri, barulah dia keluar dari kamar.
''Loh kamu mau kemana kak?'' tanya mommy Shanum.
''Aku ada janji sama klien mom dan gak bisa di wakilkan sama kak Hanan.'' jawab Axel. ''Dia minta ketemu sama aku langsung.'' imbuhnya lagi. ''Titip Shakila ya mom.'' pesannya.
''Tentu sayang...hati-hati.'' sahut mommy Shanum.
...****************...
Tak membutuhkan waktu yang terlalu lama, karena setalah tiga jam pergi...Axel sudah kembali lagi ke rumah dengan beberapa plastik yang di tentengnya.
Dan apa itu? tentu saja pesanan si bumil yang tadi menghubunginya.
''Makanan kak.'' jawab Axel sambil meletakkan plastik-plastik itu di meja makan. ''Kila mana kak?'' tanya Axel yang tak mendapati istrinya di sana.
''Ada, dia baru aja masuk ke kamar...mau ambil handphone katanya.'' jawab Kinara.
''Oh.'' beo Axel. ''Aku ke kamar dulu ya kak.'' pamitnya. ''O iya kak tolong bilangin ke art minta untuk menata semua makanan ini di piring.'' kata Axel lagi.
''Oh oke.'' sahut Kinara.
Tak berselang lama Axel masuk ke dalam kamarnya, mommy Shanum datang bersama Alka dan Ara.
''Banyak banget Ra?'' tanya mommy Shanum. ''Dari mana?'' tanyanya lagi.
''Axel yang beli mom.'' jawab Kinara.
''Axel sudah pulang?'' tanyanya lagi.
''Iya mom, baru aja.'' sahut Kinara.
__ADS_1
''Daddy...'' seru Alka begitu melihat Shakila dan Axel menuju kearah mereka.
''Hai jagoan...gak nakalkan selama daddy pergi?'' tanyanya. ''Gak bikin Ara nangis kan?'' tanyanya lagi
''Enggak dong daddy...'' jawab Alka. ''Iyakan oma...'' serunya pada sang oma.
''Iya Alka gak nakal.'' sahut mommy Shanum.
''Good boy...anak pinter.'' puji Axel.
Maklum Alka...putra sulung dari Alvan dan Kinara itu memang sering menjahili sang adik sehingga membuat Ara menangis.
''Mau makan sekarang?'' tanya Axel begitu mereka sudah sampai di meja makan.
''He'em.'' sahut Shakila dengan antusias.
Rasanya dirinya sudah sangat tidak sabar untuk menyantap semua makanan itu.
Memang masa ngidam harusnya sudah lewat tapi sesekali Shakila masih menginginkan sesuatu dan hal itu tak masalah untuk semua anggota keluarga Narendra terutama sang suami.
Ada berbagai macam hidangan di sana...ada sate kambing dengan bumbu khas Madura, gulai kambing, terus ada martabak telur ayam dan ada juga beraneka ragam jajanan pasar yang Axel beli dari outlet yang khusus menjual jajanan seperti itu.
Shakila juga memaksa mereka untuk menemaninya makan, karena kata si bumil...gak enak kalau makan sendirian, jadi mereka dengan terpaksa ikut makan...meskipun belum waktunya jam makan.
Masih jam nanggung...di bilang makan siang tapi sudah lewat, di bilang makan malam...masih sore karena memang masih pukul empat.
''Pelan-pelan sayang...makanannya masih banyak.'' kata Axel yang memperingati sang istri agar lebih pelan makannya, pasalnya istrinya itu makan seperti orang yang sangat kelaparan dan sudah berhari-hari tidak makan saja. ''Nanti kalau masih kurang...aku beliin lagi.'' sambungnya lagi.
Sedangkan Shakila hanya bisa menoleh dan menganggukan kepalanya karena mulutnya yang penuh dengan makanan.
Shakila sendiri sedikit heran dengan dirinya yang sepeti tak merasa kenyang...bentar-bentar makan...bentar-bentar ngemil...
Apalagi kata dokter tak masalah dengan itu semua, karena perkiraan bobot berat badan bayinya pun belum melebihi batas normal.
''Ah kenyangnya...'' kata Shakila yang membuat semuanya tersenyum.
''Ya iyalah kenyang...orang kamu makan sebanyak itu...'' kata Axel sambil menunjuk apa saja yang dinamakan sang istri.
''Namanya juga makan untuk bertiga...jadi wajar kalau banyak.'' sahut Shakila. ''Iya kan mom?'' tanyanya pada mommy Shanum untuk meminta pembelaan seperti Alka tadi.
__ADS_1
''Iya sayang...'' sahut mommy Shanum.