
❤️ Happy Reading ❤️
Beberapa tamu sudah mulai berdatangan...keluarga Narendra pun sudah siap untuk menyambut mereka dengan wajah ceria.
Bahkan rombongan keluarga mempelai pria pun sudah di perjalanan.
''Aduh kak...aku kok deg degan gini ya...'' ujar Arsyila yang masih ada di kamar bersama Aluna.
''Gak apa-apa itu hal yang wajar.'' sahut Aluna.
''Nanti gimana kalau Abra grogi...terus ngucapnya salah hingga di ulang beberapa kali...'' kata Arsyila.
''Hust...kok gitu ngomongnya, bukan do'ain biar semuanya lancar.'' kata Aluna. ''Hilangin semu pikiran buruk kamu itu dan harusnya kamu yakin kalau Abra bisa.'' sambungnya lagi.
''Aku tegang banget, apa dulu kakak juga gitu pas mau nikah sama kak Arsen?'' tanya Aluna.
''Tentu saja semua itu hal yang wajar, hampir semua calon mempelai pasti juga merasakannya.'' sahut Aluna.
''Kak, nanti kalau aku sudah pindah rumah...ikut tinggal di kediaman Abra...titip oma opa juga mommy dan daddy ya kak.'' ucap Arsyila dengan sendu. ''Titip jaga dan rawat mereka...'' sambungnya lagi.
''Kamu ini ngomong apa sih Syil.'' kata Aluna. ''Tanpa kamu minta pun aku pasti akan melakukan itu...karena mereka juga sudah aku anggap sebagai keluarga aku sendiri...orang tua aku sendiri Lun.'' sahut Aluna dengan menggenggam tangan Arsyila.
Cklek
''Wah ada apa ini...sepertinya putri-putri mommy sedang bicara serius sekali.'' kata mommy Shakila yang baru saja masuk.
''Eh mom...'' kata Aluna menoleh ke arah sang mertua.
''Loh ada apa ini...kenapa mata kedua putri cantik mommy merah seperti ini...'' kata mommy Shakila.
''Enggak ada apa-apa kok mom.'' jawab Aluna.
''Ayo keluar...tuh calon suami kamu sudah tiba.'' kata mommy Shakila mengajak Aluna serta Arsyila.
Mereka bertiga pun keluar dari kamar dengan Arsyila yang berada di tangah antara mommy dan kakak iparnya.
Karena kamar Arsyila ada di lantai atas, jadi mereka turun menggunakan lift.
Semua mata memandang ke arah ketiga wanita cantik keluarga Narendra.
Arsyila langsung di gandeng oleh daddy Arya dan juga Arsen hingga di tempat dimana ijab kabul akan dilaksanakan...duduk bersebelahan dengan sang pujaan hati yang sebentar lagi akan berubah status menjadi suaminya.
Mommy Shakila dan Aluna pun juga langsung duduk di kursi yang telah di sediakan untuk mereka.
__ADS_1
Dengan satu tarikan nafas...Abra begitu lantang mengucapkan ijab kabul atas Arsyila Arsha Narendra...yang mulai saat ini akan berubah manjadi Arsyila Abraham Sasongko.
Setelahnya serentetan acara pun juga di lakukan hingga tiba di saat acara santai...makan-makan dan bercengkrama.
Tak banyak yang di undang karena sama sepeti pernikahan Arsen, hanya para kerabat saja yang datang sedangkan untuk teman, relasi bisnis dan lainnya akan datang nanti saat di acara resepsi yang akan di adakan nanti malam di ballroom hotel yang sama dengan Arsen waktu itu.
''Sayang...kamu duduk sini...biar aku ambilin kamu makan.'' kata Arsen.
''Aku bisa ambil sendiri jadi biar...'' kata Aluna.
''No, biar aku saja...lihat tuh kaki kamu sudah terlihat sedikit bengkak.'' potong Arsen.
Aluna pun tak akan bisa membantah apa kata sang suami, jadi dirinya hanya bisa pasrah.
''Nyonya muda Narendra ya...?'' tanya salah satu tamu yang merupakan rombongan dari keluarga Abra sepertinya...karena Aluna tak mengenalnya sama sekali.
''Eh iya.'' jawab Aluna. ''Anda...'' kata Aluna.
''Oh saya salah satu kerabat dari Abra.'' jawabnya, nah benerkan dugaan Aluna. ''Sudah berapa bulan?'' tanyanya.
''Sudah hampir sembilan bulan.'' jawab Aluna dengan tangan yang mengelus perut buncitnya.
''Wah sebentar lagi ya...anak keberapa?'' tanyanya lagi.
''Eh aku ke sana dulu ya...'' pamitnya saat ada seseorang yang memanggil namanya.
''Siapa sayang?'' tanya Arsen yang baru datang dan tadi tak sengaja melihat Aluna bersama seorang wanita yang tak dia kenal.
''Oh itu kerabat Abra katanya.'' jawab Aluna.
''Emmm ayo sini aku suapi...'' kata Arsen namun Aluna menggelengkan kepalanya. ''Kenapa sayang?'' tanyanya.
''Malu, banyak orang.'' lirihnya.
''Gak usah di peduliin...ayo sekarang buka mulutnya...a...'' kata Arsen lagi.
Dan benar saja banyak pasang mata yang melihat ke so sweetan mereka berdua, sehingga banyak yang menjadi itu dengan apa yang mereka lihat saat ini.
''Gak nyangka Arsen bisa seromantis itu.'' kata Abimana ayah dari Abra.
''Manis banget...kelihatan kalau Arsen begitu mencintai istrinya.'' sambung ibu dari Abra.
''Yah begitulah jeng.'' sahut mommy Shakila.
__ADS_1
''Aku berharap jika rumah tangga Abra dan Syila juga bisa seromantis itu...jadi adem dan tenang kita lihatnya sebagai orang tua.'' kata mama Abra lagi.
''Amin... kita do'akan saja yang terbaik untuk mereka.'' sahut mommy Shakila.
...****************...
''Kita ke atas ya...'' ajak Arsen seusai mereka makan.
''Gak enak sama yang lain Ars.'' kata Aluna, kerena pasalnya saat ini acar belum selesai sehingga masih banyak sanak saudara berada di sana.
''Sudah gak apa-apa...biar aku ngomong sam mommy, kamu tunggu di sini sebentar.'' kata Arsen DNA langsung meninggalkan Aluna untuk berjalan menuju di mana mommynya berada.
''Mom.'' panggil Arsen saat sang mommy masih bercengkrama dengan orang tua Abra juga oma dan opa.
''Iya sayang.'' sahut mommy Shakila. ''Ada apa?'' tanyanya.
''Mom, aku ijin antar Aluna ke atas dulu ya...'' kata Arsen. ''Soalnya kaki Aluna sedikit bengkak.'' sambungnya lagi.
''Oh ya ampun, ya sudah ajak mantu mommy ke kekamar saja.'' jawab mommy Shakila. ''Dan kamu gak usah kesini lagi...temani saja istrimu.'' kata mommy Shakila lagi.
''Baik mom.'' jawab Arsen dan kemudian pamit pada semua yang ada di sana.
Arsen dan Aluna langsung berjalan kearah lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai atas dimana kamarnya berada.
Aluna langsung di antar Arsen ke kamar mandi untuk bersih-bersih dulu sebelum beristirahat.
Setelahnya Aluna memilih untuk duduk di tepi ranjang sementara Arsen membersihkan tubuhnya.
Cklek
''Sayang kok gak rebahan aja.'' kata Arsen begitu baru keluar dari kamar mandi. ''Jangam di gantung kakinya...nanti tambah bengkak.'' sambungnya lagi.
Arsen berjalan menghampiri Aluna dan membantunya menaikkan kedua kaki istrinya agar bisa berselonjor di ranjang.
''Aku ambil minta duku untuk kaki kamu.'' kata Arsen yang beranjak menuju ke meja hias sang istri.
Arsen mengambil minyak zaitun dan membalurkannya di kedua kaki Aluna.
Kasihan sebenarnya melihat kaki sang istri yang sebesar itu, tapi ya mau bagaimana lagi.
''Selesai.'' ujar Arsen. ''Sekarang lebih baik kita beristirahat...karena nanti malam kita masih harus ke hotel untuk acara resepsi pernikahan Arsyila.'' sambungnya.
''Jadi anak yang baik ya sayang...jaga dan jangan susahkan mommy kamu...cup.'' ucap Arsen terlebih dahulu pada anak yang ada di perut Aluna.
__ADS_1