Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 69


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari kelahiran baby twins pun semakin dekat dengan seiring berjalannya waktu.


Tok


Tok


Tok


Cklek


''Iya mom.'' kata Axel saat membuka pintu kamar dan mendapati mommynya di sana.


''Itu ada kak Hanan.'' kata mommy Shanum memberi tahu.


''Oh iya mom, terimakasih sudah memberi tahu.'' kata Axel.


''Iya.'' sahut mommy Shanum lalu melenggang pergi dari sana dan Axel pun masuk ke kemar kembali.


''Ada apa sayang?'' tanya Shakila.


''Itu ada kak Hanan.'' jawab Axel. ''Aku temui dia dulu ya sayang...'' ucapnya.


''He'em.'' sahut Shakila yang masih duduk di atas ranjang, karena memang mereka baru saja bangun dari tidur siang.


Karena merasakan kantung kemihnya terasa penuh, akhirnya Shakila turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi.


''Ah leganya...'' ujarnya seusai buang air kecil.


Tak lupa pula sebelum keluar, dirinya membasuh muka agar terlihat lebih segar....mau mandi masih jam nanggung karena baru pukul tiga.


Tapi tanpa Shakila duga dirinya kehilangan keseimbangan yang membuat dia terjatuh di sana.


...****************...


''Shakila belum bangun ya kak?'' tanya mommy Shanum yang sedang bersama Kinara dan kedua cucunya.


''Sudah kok mom.'' jawab Axel. ''Emangnya dia belum keluar ya mom dari tadi?'' tanyanya balik.


''Belum, makanya mommy pikir dia belum bangun kak.'' sahut mommy Shanum.


''Axel lihat ke kamar dulu mom.'' kata Axel.


Karena biasanya kalau Shakila sudah bangun seusai tidur siang...dia kan langsung keluar dan ngobrol sambil menunggu kedua anak abangnya bermain.


Cklek


''Sayang...'' panggil Axel saat tak mendapati Shakila di kamar, diapun langsung beralih menuju ke kamar mandi.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


''Sayang...'' panggil Axel. ''Sayang...apa kamu di dalam?'' tanyanya. ''Sayang...'' panggil Axel lagi, yang kemudian dia mendekatkan telinganya ke daun pintu, tapi sama sekali tak terdengar suara gremicik air.


Tok


Tok


Tok


''Sayang...aku masuk ya...'' panggilnya lagi dengan tangan yang sudah siap untuk memutar kenop pintu kamar mandi.


Karena tetap tak ada sahutan, Axel pun membuka pintu di depannya.


Cklek


''Sayang...'' seru Axel saat mendapati sang istri terbaring tak berdaya di lantai kamar mandi dalam keadaan tak sadarkan diri.


''Sayang...bangun sayang...'' panggil Axel lagi dengan kepala Shakila yang sudah ada di pangkuannya.


Pandangan Axel pun beralih ke arah bawah dan melihat ada darah di sana...yang bersumber dari sela kaki sang istri.


Axel tak mau membuang waktu...saat ini yang terpenting adalah keselamatan istri dan kedua buah hatinya, dia pun langsung membopong tubuh Shakila untuk keluar dari kamar.


''Mom.'' seru Axel saat sudah keluar dari kamar.


''Axel...Shakila kenapa?'' tanya mommy Shanum yang datang setelah mendengar panggilan sang putra.


''Gak tau mom.'' jawab Axel.


''Shakila kenapa Ax?'' tanya Alvan yang baru pulang dari kantor.


''Bang, antar mereka berdua ke rumah sakit...nanti mommy nyusul sama daddy.'' perintah mommy Shanum.


Akhirnya Axel membawa Shakila ke rumah sakit dengan di antar oleh Alvan.


Sedangkan mommy Shanum menyusul dengan daddy Arya dan Kinara, untung Alka dan Ara itu tergolong anak-anak yang tak rewel...jadi bisa di titipkan pada art rumah keluarga Narendra.


...****************...


''Sayang...bangun sayang...jangan kayak gini.'' lirih Axel yang duduk di kursi penumpang dengan menjadikan pahanya sebagai bantal Shakila. '' Aku mohon buka matamu sayang...kamu harus kuat dan bertahan demi aku...demi anak kita...'' lirihnya lagi dengan deraian air mata.


Sumpah demi apa pun Axel sangat takut menghadapi situasi ini, ditambah lagi dengan darah yang keluar dari bagian bawah Shakila.


Pikirannya sudah takut dan melanglang buana kemana-mana.


Memikirkan hari persalinan sang istri yang sudah semakin dekat saja...sudah membuatnya takut dan khawatirin...apalagi ini.


''Tenang Ax...percayalah kalau Shakila akan baik-baik saja...dia wanita yang kuat.'' kata Alvan yang jujur dia juga mungkin akan seperti Axel jika berada dalam situasi ini.


''Mana aku biasa tenang kak melihat kondisi istri aku yang seperti ini.'' kata Axel.


''Ayo sayang...bangun...buka matamu sayang...'' kata Axel lagi sambil mengelus pipi Shakila.

__ADS_1


Bahkan berkali-kali Axel pun menciumi wajah Shakila berharap wanita itu akan segera bangun karena merasakan ciumannya yang bertubi-tubi.


Tak hanya Axel...mommy Shanum pun tak kalah sedih.


Wanita paruh baya yang tetap kelihatan cantik itu saat ini sengaja duduk dengan di peluk oleh sang menantu di kursi penumpang.


Mommy Shanum terus saja menangis sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit.


''Tenangkan dirimu mom.'' kata daddy Arya yang duduk di samping supir. ''Kalau kamu gak tenang, gak kuat...siapa yang akan menenangkan serta menguatkan Axel nanti.'' katanya lagi.


''Mommy takut dad...mommy takut terjadi sesuatu dengan Shakila juga cucu kita.'' kata mommy Shanum dengan terisak.


''Percayalah mom, kalau Shakila dan kedua cucu kita akan baik-baik saja.'' tutur daddy Arya. ''Dari pada kita menangis...lebih baik kita berdoa untuk keselamatan mereka, karena hanya itu yang bisa kita lakukan.'' imbuhnya lagi.


Daddy Arya juga sebenarnya tak kalah sedih, panik, takut juga khawatir...tapi dia harus tetap bersikap tegar...untuk bisa menguatkan istri serta putranya.


''Ra, ku sudah hubungi rumah sakit?'' tanya daddy Arya pada Kinara.


''Iya sudah dad.'' jawab Kinara.


...****************...


Begitu sampai rumah sakit...mereka sudah di tunggu oleh tim medis dengan dokter terbaik yang akan menangani Shakila.


Di sana juga ada Alexa, kembaran Axel itu memang sudah pulang dari rumah sakit...namun begitu mendengar keadaan Shakila...dirinya langsung putar balik arah kembali ke rumah sakit.


''Lakukan ayng terbaik...saya mohon.'' ucap Axel pada dokter yang akan menangani Shakila.


Baru kali ini seorang tuan muda Axel Arsha Narendra memohon pada orang lain.


''Akan kami usahakan yang terbaik tuan muda.'' ujar sang dokter lalu masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi pasien yang tak lain dan tak bukan adalah nyonya muda keluarga Narendra.


Semua anggota keluarga Narendra hanya bisa menunggu di luar ruangan sembari berdoa untuk keselamatan Shakila dan anak-anaknya, bahkan saat ini Davin pun juga sudah menyusul kesana.


Cklek


''Bagaimana dok?'' tanya Axel yang langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.


''Apa bisa tuan muda ikut keruangan saya?'' tanyanya.


''Katakan di sini saja.'' sahut daddy Arya.


''Hum begini...perut nyonya muda seperti terkena benturan jadi kami meminta persetujuan untuk mengambil tindakan dengan mengeluarkan bayinya dengan melakukan operasi sesar.'' kata sang dokter. ''Dan juga...'' katanya terhenti.


''Dan apa dok?'' tanya Axel.


''Kami mau meminta persetujuan untuk melakukan pengangkatan rahim...'' imbuhnya lagi. ''Karena menurut hasil pemeriksaan pendarahan terjadi karena adanya kerusakan dinding rahim yang kalau di biarkan akan berakibat sangat fatal.'' imbuhnya.


''Ya Tuhan...'' kata Axel.


''Lakukan apapun itu asalkan yang terbaik untuk menantu juga cucu saya.'' kata daddy Arya.


''Kalau begitu saya permisi dan kami akan segera melakukan tindakan.'' ucapnya.

__ADS_1


''Apa saya bisa menemani istri saya di dalam?'' tanya Axel dengan penuh harap.


''Iya silahkan tuan muda.'' jawab sang dokter.


__ADS_2