Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 6


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Khem...''


Suara deheman seseorang membuat Shanum dan Shakila yang sedang memasak sambil asik berbincang menjadi refleks terhenti seketika.


''Ya ampun dad, kamu bikin aku dan Kila kaget tau gak.'' keluh Shanum begitu melihat ke arah suaminya.


''Sepertinya kalian sedang asik sekali sampai istriku ini tak kembali lagi ke kamar untuk mengurus suaminya.'' kata Arya dengan nada yang di buat sedikit merajuk.


''Ah maaf-maaf bukannya begitu dad, ini juga baru selesai bikin sarapannya.'' sahut Shanum dengan cepat. ''Baiklah, ayo sekarang kita kekamar...aku akan mengurusmu suamiku.'' ajak Shanum. ''Kila mommy tinggal dulu ya...mau ngurus daddy dulu.'' pamit Shanum pada sang calon menantu karena memang sudah selesai.


''Iya mom.'' sahut Shakila di iringi senyum tulus dari bibirnya.


Shakila mengamati kepergian Shanum dan Arya sampai mereka hilang dari pandangan Shakila. Ada perasaan kagum pada pasangan paruh baya yang baru meninggalkannya itu, di usia yang sudah paruh baya serta pernikahan yang pasti sudah lama dengan anak-anak yang sudah besar namun hubungan mereka berdua masih tampak harmonis juga romantis selayaknya pengantin baru.


''Apakah nanti rumah tanggaku juga bisa seperti mereka berdua?'' monolog Shakila dalam hati yang memikirkan nasib pernikahannya kelak.


Kerena pernikahan yang akan dirinya lakoni bukan berawal serta di dasari dengan cinta melainkan perjodohan, balas budi, amanat, rasa tanggung jawab atau entah apalah itu.


Setelah puas berkutat dengan pikirannya sendiri, dirinya memutuskan untuk ke kembali lagi kekamar, dia ingin membersihkan dirinya agar nanti saat jam sarapan pagi dirinya sudah siap sehingga tak membuat sang pemilik rumah mengunggu dirinya.


...****************...


''Kila sini sayang.'' panggil Shanum begitu melihat keberadaan Shakila yang baru saja masuk ke ruang makan dan melihat sudah ada dua orang paruh baya yang dikenalnya dengan bertambah satu lagi pria yang lumayan gagah...bukan-bukan...bukan lumayan tapi cukup gagah meskipun dari belakang dan hanya terlihat punggungnya saja.


''Apakah dia yang akan di nikahkan denganku?'' tanya Shakila dalam hati dengan mata yang tertuju pada satu objek dari belakang...yaitu seorang Axel Arsha Narendra.


Ini adalah sarapan pagi bersama untuk yang pertama kali buat Shakila di kediaman keluarga Narendra jadi Shanum tak ingin kalau sampai calon menantunya itu merasakan sebuah kecanggungan.


di sana.

__ADS_1


''Kila.'' panggil Shanum lagi.


''I...iya.'' sahut Shakila.


''Sini sayang...duduk di samping mommy.'' pinta Shanum saat melihat Shakila masih berdiri.


Jujur sebenarnya dirinya bingung ingin duduk di sebelah mana, takut salah duduk.


''Iya mom...terimakasih.'' ucap Shakila yang merasa mommy shanum sangat mengerti keadaannya.


Setelah Shakila duduk, mereka kemudian makan dalam diam, hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan garpu yang bergesekan dengan mangkuk, ini sudah di terapkan dalam keluarga Narendra sejak dahulu...bahwa tak boleh ada pembicaraan saat mereka sedang menyantap makanan.


''Aku sudah selesai.'' kata Axel yang telah meletakkan gelas minumnya dan hendak berdiri dari duduknya, karena memang dia sudah menyelesaikan sarapan paginya.


''Duduk Ax.'' perintah Arya dengan tegas.


''Aku harus segera ke kantor dad.'' bantah Axel yang memang itu hanya alasannya saja.


Dia sangat enggan untuk melihat ke arah Shakila, karena baginya Shakila merupakan penghalang untuk bersatunya cinta antara dia dan sang kekasih.


''Tap...'' sanggah Axel.


''Cuma sebentar Ax.'' tekan Arya lagi. ''Dan daddy tak pernah mengajarkan serta mendidik anak-anak daddy menjadi pembangkang terlebih pada orangtuanya sendiri.'' ujarnya lagi. ''Ini adalah peringatan pertama dan terakhir untukmu.'' kata Arya.


''Huft baiklah terserah kata daddy.'' kata Axel dengan pasrah saat sang daddy sudah dalam mode sangat serius seperti ini, karena kalau dirinya terus membantah...maka dapat di pastikan bahwa tuan besar Narendra itu pasti akan sangat murka pada dirinya.


''Ax, perkenalkan wanita yang duduk di samping mommymu itu adalah Shakila.'' kata Arya. ''Dia yang akan menjadi istrimu jadi daddy anggap kamu perlu mengenalnya.'' sambung Arya lagi namun Axel hanya cuek saja. ''Daddy juga harap kalian akan jadi lebih akrab mengingat kedepannya kalian akan menjadi sepasang suami istri dan menghabiskan waktu bersama.'' imbuhnya lagi.


Shakila yang namanya di sebut oleh Arya berinisiatif untuk memperkenalkan dirinya...tak masalah bukan berinisiatif terlebih dahulu toh ini pada pria yang akan menjadi suaminya.


''Perkenalkan saya Shakila.'' kata Shakila dengan tangan yang sudah terulur di depan Axel.

__ADS_1


Namun siapa sangka respon Axel begitu mengecewakan, jangankan menjabat tangan Shakila untuk berkenalan, meliriknya pun hanya sekilas.


Sedangkan Shanum dan Arya yang melihat kelakuan putranya itu saling pandang, seolah mereka saling bicara melalui tatapan mata mereka.


Shakila berusaha menguatkan hatinya dan menarik kembali tangannya lalu dia duduk...kecewa...sedih...itu sudah pasti di rasakan oleh Shakila saat ini.


''Kamu keterlaluan Ax.'' bentak sang daddy dengan menekan setiap katanya.


''Em kak, semalam kamu pulang jam berapa?'' tanya Shanum mengalihkan pembicaraan sebelum suaminya itu tambah marah dan berakhir dengan sebuah pertengkaran antara ayah dan anak itu.


''Bukan urusan mommy.'' sahut Axel sambil berdiri dari duduknya.


Axel masih sangat kesal sekaligus dongkol karena mommynya, dirinya harus menikah dengan wanita yang tak dicintainya...jangankan cinta, kenal saja tidak.


Shanum yang bermaksud mengalikan pembicaraan malah berakibat sang suami bertambah marah pada Axel.


''Axel!'' sentak Arya. ''Jangan jadi anak kurang ajar kamu!'' sentaknya lagi. ''Siapa kamu sehingga berani-beraninya berkata seperti itu pada istriku.'' sambung Arya. ''Aku yang suaminya saja tak pernah berkata kasar seperti itu padanya.'' imbuhnya lagi. ''Asal kamu tau Ax, dia adalah wanita yang telah begitu sangat menyayangimu, melahirkanmu dengan taruhan nyawanya...beginikah perlakuanmu sekarang.'' lanjut Arya lagi yang sudah teramat sangat marah.


''Dad.'' lirih Shanum sambil mengelus punggung tangan Arya yang sudah terkepal di atas meja.


''Sudah merasa hebat kamu hah!'' seru arya. ''Jangan mentang-mentang sekarang kamu sudah menjadi CEO lantas kamu menjadi hebat Ax.'' kata Arya lagi. ''Kamu tidak ada apa-apanya tanpa kami, dan ingat pemegang tertinggi seluruh aset keluarga Narendra masih di tangan daddy maka daddy masih bisa dengan mudah untuk melemparmu hidup di jalanan.'' peringatnya. ''Minta maaf sekarang juga pada mommymu.'' perintah Arya yang tak mau terbantahkan.


''Axel minta maaf mom.'' ucap Axel.


''Iya sayang mommy sudah maafin kamu.'' sahut Shanum.


''Axel berangkat.'' pamitnya lalu menyalami dengan takzim tangan kedua orangtuanya dan tak lupa pula tangannya meraih paper bag yang berisi bekalnya hari ini. ''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Hati-hati kak...jangan ngebut.'' peringat Shanum.

__ADS_1


''Hem.'' sahut Axel.


''Huft dasar anak itu...'' keluh Arya.


__ADS_2