Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 26


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Ballroom hotel salah satu milik keluarga Wijaya sudah sedemikian rupa di sulap menjadi sesuatu yang sangat-sangat indah dan mewah.


Bahkan untuk kalangan menengah seperti para pegawai di ruko Shakila di buat kagum dengan apa yang tersaji di depannya mereka semenjak memasuki ruangan.


Mereka benar-benar tak menyangka akan bisa masuk ke dalam hotel semewah itu.


''Gila mbak Shakila.'' gumam Reni.


''Gak nyangka ya mbak Shakila bisa menikah dengan orang dari keluarga sekaya ini.'' kata Riri dan di angguki teman mereka yang lain.


Eith bukan hanya karyawan Shakila yang ada di ruko pusat saja yang datang melainkan para karyawan yang ada di cabang usahanya pun juga datang secara bersama-sama.


''Gak pernah bawa pacar ke ruko, nggak pernah ketahuan pacaran juga, eh sekalinya ada pria yang datang ke ruko sudah mengaku jadi tunangannya mbak Shakila.'' kata Reni lagi. ''Dan tahu-tahu sudah nikah aja.'' imbuhnya lagi.


''Ngerasa kayak insecure nggak sih?'' tanya Riri pada para rekannya yang lain. ''Lihat saja yang datang semuanya tampan-tampan dan cantik-cantik, penampilan mereka juga semuanya berkelas dan aku yakin kalau mereka semua itu dari kalangan atas...lah sedangkan kita apa, hanya seperti butiran debu.'' sambungnya dan di angguki oleh mereka semua.


Saat mereka sedang berbincang sambil mengagumi keindahan yang tersaji di sana, tiba-tiba saja pembawa acara yang kebetulan adalah para artis ternama memberitahu bahwa pasangan raja dan ratu pada malam hari ini akan memasuki area resepsi.


Semua mata langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu masuk.


Dan benar saja, kedua mempelai yang saat ini diapit oleh Shanum juga Arya dan Lila juga Henry.


Tak ketinggalan pula di belakang mereka ada Alvan bersama Kinara dan juga anak mereka, ada pula Alexa bersama sang suami Davin.


Mereka semua masuk dan berjalan dengan sangat elegan dan menawan menuju ke tempat masing-masing.


Banyak yang berbisik dan mengagumi ketampanan sang tuan muda tapi banyak juga kaum Adam bahkan kaum hawa sekalipun yang terpesona dengan kecantikan sang mempelai wanita.


''Mbak Shakila...cantik banget...sampek pangling.'' kata Riri.


''He'em...dan suaminya tampan paripurna.'' imbuh salah satu karyawan di ruko cabang.


''Pantas saja aku seperti pernah melihat suami mbak Shakila saat pertama datang ke ruko.'' gumam Reni yang masih bisa di dengar oleh rekannya yang lain. ''Ternyata pengusaha muda dan dari keluarga pengusaha juga.'' imbuhnya lagi.


''Beruntungnya mbak Shakila.'' seru rekan lainnya.


Hem mereka nggak tahu saja kalau pernikahan yang mereka anggap sempurna ini ternyata atas dasar perjodohan dan tak saling cinta.

__ADS_1


Bahkan baru beberapa jam selesai ijab qabul pun Shakila sudah harus menelan pil pahit dengan mengetahui bila sang suami ternyata mempunyai kekasih sampai saat ini.


Tapi namanya juga Shakila, dia berusaha menyembunyikan semua itu dari semua orang, yang ditampilkannya hanyalah sebuah keceriaan dan kebahagiaan.


Kini tiba saatnya sang pembawa acara memanggil kedua mempelai untuk berdansa.


Mau tak mau Shakila dan Axel pun mengikuti semua rentetan acara termasuk berdansa.


''Ayo.'' kata Axel yang sudah menjulurkan tangannya di depan Shakila.


''Tapi aku sama sekali gak bisa berdansa Ax.'' kata Shakila yang masih ragu untuk mengulurkan tangannya.


''Huh...tenang...ada aku.'' kata Axel. ''Ayo Kila...semua orang sudah menunggu kita, apa kamu tidak dengar suara sorakan mereka itu.'' sambungnya.


''Baiklah.'' pasrah Shakila yang akhirnya menerima ukuran tangan Axel.


Mereka berdua maju beberapa langkah dan mulai memposisikan diri mereka dengan saling berhadapan.


''Bagaimana Ax?'' bisik Shakila yang tak ingin membuat Axel dan keluarganya malu.


Tanpa menjawab, Axel langsung meraih kedua tangan Shakila dan meletakkannya di pundaknya.


Kemudian Axel sendiri mulai memposisikan kedua tangannya dengan memegang pinggang ramping Shakila di kedua sisinya.


Ada gelanyar aneh yang Shakila rasakan saat Axel merengkuh pinggangnya, apalagi dengan posisi mereka sedekat ini bahkan dengan tubuh yang hampir sedikit lagi menempel, Shakila dapat merasakan terpaan dari hembusan nafas Axel yang berada di puncak kepalanya.


''Kamu cukup ikuti saja gerakan kakiku.'' instruksi Axel lagi.


Musik romantis mulai diputar, Axel pun mulai menggerakkan kakinya yang diikuti oleh Shakila.


Beberapa saat setelah itu, satu per satu tamu pun mulai ikut berdansa dengan pasangan mereka masing-masing termasuk para keluarga Narendra.


Dan entah karena apa atau entah karena dorongan dari mana, tiba-tiba saja di saat musik telah berhenti...Axel melakukan sebuah ciuman yang dalam di kening Shakila di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir. Hal itu membuat Shakila sedikit berlonjak kaget namun langsung dia dapat menetralkan kembali keterkejutannya mengingat dimana dirinya saat ini dan sedang berperan sebagai apa.


Shakila berusaha menyunggingkan senyumnya yang manis...bahkan teramat manis untuk merespon tindakan Axel tersebut.



Prok

__ADS_1


Prok


Prok


Suara riuh tepukan dari para tamu pun akhirnya menyadarkan Axel untuk menyudahi ciumannya.


Axel sendiri pun bingung pada dirinya sendiri...kenapa dirinya bisa berbuat seperti itu, apakah sebegitunya dirinya menikmati perannya malam ini.


''Oh so sweetnya.''


''Gak nyangka tuan muda Axel yang dingin ternyata seromantis itu.''


''Beruntungnya yang menjadi istri tuan muda Axel.''


''Tuan muda Axel benar-benar salah satu pria yang bisa dikatakan paket komplit...ganteng, tubuh oke, kaya dan ternyata romantis.''


Begitulah kira-kira segelintir kata-kata yang terlontar dari para wanita yang mengagumi sosok sang tuan muda Axel.


Tapi di balik itu semua, ada satu orang wanita yang sejak tadi sudah memperhatikan pasangan pengantin mulai dari masuk hingga saat ini.


Dia hanya bisa mendengus dan berdecih melihat apa yang dilakukan Axel.


Ya siapa lagi kalau bukan Rossi...sang kekasih tuan muda Axel Arsha Narendra yang juga datang kesana.


Kenapa dirinya bisa masuk ke sana, ya tentu saja karena dirinya merayu Axel untuk memberinya undangan dengan dalih ingin mengetahui siapa wanita yang kini telah menjadi istri dari kekasihnya itu...wanita yang telah berani dengan lancang mengambil posisi yang sudah lama di incarnya.


Tapi sebelum benar-benar memberikan undangan...Axel terlebih dahulu sudah mewanti-wanti Rossi untuk tak membuat keonaran di acarnya yang tentu saja akan membuat malu keluarga besar Narendra...dan Rossi bukan wanita bodoh yang akan melakukan tindakan yang memalukan dirinya sendiri dan membuat kelurga Axel semakin tak menyukainya.


Semua tatapan mata anggota keluarga Narendra menatap ke arah Rossi, saat wanita itu melenggang dengan santainya menuju ke arah pelaminan untuk menyalami kedua mempelai.


''Selamat honey...ingat ada aku di dalam hatimu.'' bisik Rossi di telinga Axel saat dirinya menyalami Axel, yang membuat sang empunya tersenyum kaku.


Kini wanita itu beralih ke arah Shakila, dirinya pun melakukan hal yang sama dan sama sekali tak ada kecurigaaan di dalam hati Shakila...dia pikir Rossi mungkin sahabat atau rekan Axel sampai...


''Selamat...tapi sayang kamu hanya memiliki raganya dalam status, karena hatinya tetaplah milikku...'' bisik Rossi sambil tersenyum smirk dan meninggalkan pelaminan.


Deg


''Ja...jadi itu kekasih dari suamiku.'' batin Shakila dengan mata yang masih menyorot ke arah Rossi.

__ADS_1


__ADS_2