Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 128


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kini Arsen sudah mulai menapaki jabatan barunya, dengan kesibukan yang bertambah tentunya.


Pelantikan dirinya sebagai Presdir baru perusahan AN grup benar-benar sangat membuat isi kepalanya terkuras.


Tapi semua rasa penat yang terjadi padanya seharian ini langsung sirna seketika, ketika pulang ke rumah di sambut dengan istri tercinta.


Belum lagi di tambah keceriaan sang istri dan sang putra.


Mendengar suara baby Ziel yang sudah mulai sedikit berceloteh...membuat rasa capeknya lenyap seketika.


''Jagoan daddy hari ini nakal tidak...bikin mommymu kewalahan gak nak...hem.'' kata Arsen mencoba mengajak berkomunikasi meskipun dia tau bahwa putranya itu belum bisa berbicara dengan benar bahkan juga belum mengerti apa yang dia bicarakan.


''Tentu saja tidak daddy, karena Ziel anak yang pintar.'' kata Aluna yang baru menghampiri dua pria kesayangannya itu dengan botol dot di salah satu tangannya.


''Sini.'' pinta Arsen mengulurkan tangannya meminta dot sang putra. ''Minum susu dulu ya jagoan...biar tambah sehat dan kuat, jadi nanti bisa membantu daddy untuk melindungi mommy sama adik kamu kelak.'' imbuhnya.


''Jadi kapan mommy akan bekerja?'' tanya Arsen dengan tangan yang masih membantu memegang dot Ziel.


''Senin besok kayaknya dad.'' jawab Aluna.


''Bagaimana dengan Ziel?'' tanya Arsen lagi.


''Kayaknya sih sudah bisa di tinggal.'' jawab Aluna. ''Sebab beberapa kali aku mengantar makan siangmu dan aku datang ke meeting, kata mommy dia sama sekali tak rewel.'' cerita Aluna.


Memang sudah beberapa kali Aluna datang ke perusahan untuk mengantarkan makan siang Arsen, dia pun beberapa kali pergi ke meeting yang memang tak bisa di wakilkan juga tak bisa melalui online.


Sekaligus mencoba melihat bagaimana reaksi baby Ziel.


''Anak yang pintar.'' puji Arsen. ''Ngerti banget kalau kedua orangtuanya kerja ya sayang.'' kata Arsen pada Ziel.


''Lagian daddy juga sudah free.'' kata Aluna lagi.

__ADS_1


''Iya ada dua pawang dia di rumah sekarang.'' sahut Arsen.


Ziel memang sangat dekat dengan momma juga poppanya, walaupun dia nangis kejer...tapi kalau sudah di ambil alih sama mommy Shakila dan daddy Axel...pasti langsung diem, bahkan tersenyum lucu.


Sampai saat ini pun, Ziel yang notabene masih suka bangun sekitar jam tiga dini hari...akan di ambil oleh mommy Shakila setiap jam setengah empat setelah setengah jam bermain dengan kedua orangtuanya.


Apalagi mengingat tanggung jawab yang di emban sang putra saat ini, mommy Shakila tak ingin Arsen kelelahan ataupun ngantuk saat bekerja.


Karena hal itu akan sangat berpengaruh pada kinerjanya dan tentu saja akan berimbas pada perusahan serta para karyawan yang menggantungkan hidupnya di sana.


...****************...


Kebetulan hari ini akhir pekan, jadi seluruh anak, cucu serta cicit Oma Shanum dan opa Arya berkumpul di sana.


Rame, sangat rame...bagaimana tidak, ada keluarga Alvan, keluarga Axel dan keluarga Alexa.


''Bagaimana kalau kita camping di taman belakang.'' usul Dexa untuk mengisi acara mereka nanti malam.


''Boleh, aku setuju.'' kata Ara.


''Sudah Ziel biar sama mommy juga daddy.'' sahut mommy Shakila.


''Lah emang orangtua pada gak mau ikutan?'' tanya Arsyila.


''Enggaklah Syil...kamu mau mereka semua encok atau sakit tulang lainnya karena kena angin malam...'' kata Ara. ''Atau malah jadi masuk angin nantinya.'' imbuh lagi.


''Iya buat kami para orangtua menjaga anak-anak...kalian bersenang-senanglah.'' kata mami Alexa.


''Lah terus aku gimana? kalian mah enak sudah nikah jadi kalau kedinginan bisa langsung peluk...nah aku.'' protes Daniel.


''Ya gak apa-apa kalau kamu mau peluk Indi.'' kata mami Alexa. ''Tapi ingat hanya peluk...gak lebih.'' sambungnya lagi.


Putra bungsu dari Alexa dan Davin itu memegang sudah menyelesaikan kuliahnya dan saat ini tengah membantu mengurus perusahaan sang papi sebelum perusahan itu benar-benar jatuh ke tangannya.

__ADS_1


Dan pada hari ini dirinya datang ke sana membawa sang kekasih...Indira namanya.


''Inget Di, kalau dia macam-macam langsung kamu tendang aja tuh benda keramatnya.'' kata Dexa.


''Dasar kakak lucnut...ngajarin yang enggak-enggak.'' sungut Daniel.


''Bukan ngajarin yang enggak-enggak, cuma memberi tahu bentuk antisipasi saja.'' sahut Dexa.


...****************...


Setelah acara makan malam dengan ala-ala barbequean selesai, mereka lanjutkan dengan berbincang.


Tapi lain lagi dengan para anak muda yang saat ini tengah menyiapkan tenda-tenda untuk mereka tidur nantinya.


Begitu enam tenda telah terpasang semua...para wanita mulai menata perlengkapan untuk mereka tidur.


Mulai dari alas terus di beri busa yang sedikit lebih tebal, agar terasa nyaman terus dua batal di masing-masing tenda juga selimut tebal untuk menghalau rasa dinginnya malam nanti.


''Titip Ziel ya mom.'' ucap Aluna. ''Maaf udah ngerepotin.'' sambungnya lagi.


''Kamu ini ngomong apa.'' kata mommy Shakila. ''Mommy sama daddy malah seneng bisa tidur semalaman dengan cucu kami yang tampan itu.'' imbuhnya lagi. ''Kami masuk dulu...have fun ya...'' sambung mommy Shakila.


Kedua anak Alka juga anak Ara juga sudah di bawa oleh mama Kinara dan papa Alvan.


Sebenarnya tadi oma Shanum sudah menawarkan diri untuk membawa anak Ara tidur di kamarnya mengingat putra pertamanya itu memiliki cucu yang lebih banyak dari yang lainnya.


Namun segera di tolak, sebab Alvan tak mau waktu istirahat kedua orangtuanya malah terganggu dengan cucu-cucunya.


Kinara juga sudah meminta art untuk menata dua kasur busa besar di lantai yang kaan mereka gunakan untuk tidur malam ini, sebab kalau tidur di ranjang sangat tidak mungkin, mengingat mereka berenam jadi jelas tak akan cukup.


Mami Alexa juga membawa kedua anak Dexa kekamar yang dia tempati.


Tidur menggunakan tenda di luar, apalagi lampu bagian taman belakang yang sengaja minta di matikan di tambah dengan angin dingin yang mendukung mereka untuk semakin saling merapatkan tubuh ke pasangan.

__ADS_1


Jarak tenda pun sengaja di buat berjauhan agar nanti saat mereka melakukan aktivitas malam, tak ada yang terganggu dengan suara-suara erotis yang keluar dari mulut mereka masing-masing.


__ADS_2