
❤️ Happy Reading ❤️
''Aluna...Lun...'' panggil Arsen begitu sampai di kontrakan.
''Aluna.'' serunya lagi.
Cklek
''Ars.'' lirih Aluna yang langsung berhambur memeluk tubuh calon suaminya.
''Ayo masuk kedalam.'' ajak Arsen.
Sesampainya di dalam...Aluna lagi-lagi memeluk tubuh Arsen.
''Sakit Ars...rasanya begitu sakit.'' lirih Aluna dalam isaknya.
Arsen hanya bisa mengelus punggung Aluna dengan tangan kekarnya walau Arsen sendiri tau itu tak akan berpengaruh.
''Kamu...kenapa datang kesini?'' tanya Aluna begitu sedikit lebih tenang dan mengurai pelukan mereka.
''Hati aku sedikit tak tenang dan langsung kepikiran sama kamu, makanya aku kesini.'' bohong Arsen. ''Kamu kenapa seperti ini?'' tanyanya.
''Aku tidak apa-apa Ars.'' lirih Aluna.
''Aku mohon Lun, kali ini saja terbukalah padaku.'' ucap Arsen. ''Aku akan menjadi pria paling bodoh dan tak berguna jika melindungi calon istrinya saja tidak bisa.'' imbuhnya lagi.
''Aku...aku...'' lirih Aluna. ''Huft...bisakah ijab qobul pernikahan kita di adakan secara tertutup?'' tanya Aluna. ''Maksudku di dalam ruangan itu hanya akan ada petugas yang bertindak sebagai wali hakim, kamu, orangtuamu dan juga dua orang saksi saja yang aku minta saksi dari anggota keluargamu.'' papar Aluna.
''Kenapa?'' tanya Arsen dengan memincingkan sebelah matanya. ''Berikan aku alasan yang tepat untuk melakukan hal itu.'' pintanya.
''Aku gak mau semua orang tau siapa ayahku yang sebenarnya.'' lirih Aluna.
''Memangnya siapa ayahmu? bukannya katamu dia sudah gak ada?'' tanya Arsen.
''Enggak.'' kata Aluna sambil menggelengkan kepalanya. ''Ayahku masih ada...dia masih hidup.'' kata Aluna kemudian.
''Lalu?'' kata Arsen.
''Rendi Handoyo...pemilik perusahaan AHD grup...dialah ayahku.'' kata Aluna.
''Baik kalau begitu ayo temui dia untuk meminta do'a restu serta memintanya untuk menjadi wali nikah kita.'' kata Arsen yang sudah berdiri dan menggenggam tangan Aluna.
''Gak Ars, gak perlu.'' kata Aluna.
__ADS_1
''Kenapa?'' tanya Arsen yang masih pura-pura tak tau kalau Aluna sudah ke sana.
''Aku sudah dari sana Ars.'' cicit Aluna. ''Dan ini...'' Aluna meraih tas dan mengambil sesuatu dari sana. ''Ini...ini adalah surat yang dia tanda tangani sebagai pernyataan pelimpahan hak wali pernikahanku.'' kata Aluna memperlihatkan surat itu apa Arsen. ''Dia tak mau datang dan menjadi waliku Ars, dengan alasan dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya.'' kata Aluna yang sudah kembali menangis. ''Apa sebegitu tak berharganya aku Ars...apa sebegitu tak pentingnya aku...'' kata Aluna sambil memukul dadanya yang terasa sesak.
Arsen kembali lagi memeluk tubuh itu...memeluk tubuh wanita yang saat ini perasannya sedang sangat rapuh.
''Tak ada yang mengenalku sebagai putrinya, maka biarkan selamanya seperti itu.'' lirihnya lagi.
''Iya.'' sahut Arsen. ''Kamu tak butuh mereka...karena ada aku dan keluargaku yang akan selalu ada untukmu.'' kata Arsen. ''Kamu tak penting juga tak berharga di mata mereka...tapi kamu begitu penting dan berharga di mataku dan keluargaku.'' kata Arsen.
''Terimakasih Ars.'' ucap Aluna.
''Saat ini yang perlu kamu pikirkan hanya tentang kebahagiaan, jangan memikirkan hal yang lain selain itu...apalagi memikirkan orang-orang yang tak menganggap kita penting di hidup mereka.'' tutur Arsen.
...****************...
''Baru Ars...'' kata mommy Shakila saat melihat sang putra masuk ke ruang keluarga.
''Gimana Aluna?'' tanya daddy Axel yang membuat semua anggota keluarga langsung menatap ke arah ayak dua anak itu.
''Aluna...ada apa dengannya?'' cecar mommy Shakila.
''Huh...'' Arsen mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
''Daddy gak masalah.'' kata daddy Axel untuk acara ijab yang tertutup.
''Tapi kurang ajar sekali tuh orang ya...sebegitu jahatnya sebagai seorang ayah.'' geram mommy Shakila. ''Kalau dia ada di depanku saat ini...pasti sudah aku bejek-bejek habis tuh orang.'' sambungnya dengan kedua tangan yang terkepal.
''Kok ada ya orangtua yang seperti itu sama anaknya sendiri.'' sahut Arsyila.
''Yang penting saat ini...kita harus selalu ada untuk Aluna.'' kata oma Shanum. ''Kasihan sekali gadis malang itu.'' sambungnya lagi.
''Berhubung mulai besok kalian sudah tidak boleh bertemu, mommy akan kirim salah satu art untuk menemaninya di kontrakan.'' kata mommy Shakila. ''Agar dia ada teman sehingga tak begitu larut dalam kesedihan.'' imbuhnya lagi.
''Iya aku setuju.'' kata oma Shanum.
''Aku juga akan kesana untuk menemaninya seusai kerja mom.'' timpal Arsyila.
''Terimakasih mom...terimakasih Syila.'' ucap Arsen.
''Masuklah, kamu pasti capek dan juga butuh istrirahat.'' titahnya pada sang putra.
...****************...
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Cklek
''Mommy.'' kaget Aluna melihat siapa yang datang ke kontrakannya pagi ini.
''Hai sayang...boleh mommy masuk?'' tanya mommy Shakila.
''Oh iya maaf mommy, silahkan.'' kata Aluna yang sampai lupa mempersilahkan calon ibu mertuanya itu masuk karena sangking terkejutnya.
Dua kata yang pertama kali mommy Shakila ucapkan dalam hatinya saat beru masuk ke dalam kontrakan Aluna...rapi dan bersih.
''Maaf, mommy jadi harus duduk di lantai seperti ini.'' ucap Aluna yang merasa tak enak hati.
''Santai aja sayang...mommy dulu juga berasal dari orang biasa.'' tuturnya.
''Silahkan.'' ucap Aluna setelah menghidangkan dua cangkir teh hangat kepada kedua tamunya.
''Terimakasih sayang...kok jadi repot-repot.'' sahut mommy Shakila. ''Bagaimana kabarmu sayang?'' tanyanya ketika melihat kedua mata Aluna yang masih bengkak karena menangis.
''Baik mom.'' jawab Aluna.
''Semalam Arsen sudah menceritakan semuanya.'' kata mommy Shakila. ''Kamu gak sendiri lagi saat ini...karena ada Arsen dan keluarga kami yang selalu ada untukmu mulai saat ini.'' tuturnya. ''Sini.'' pinta mommy Shakila sambil merentangkan kedua tangannya meminta Aluna untuk memeluk dirinya saat melihat mata gadis itu mulai berkaca-kaca kembali.
''Terimakasih mom.'' ucap Aluna saat berada di dalam pelukan mommy Shakila.
''Iya sayang, karena inilah arti keluarga yang sebenarnya...selalu ada di saat apapun dan dalam keadaan apapun.'' kata mommy Shakila.
Setelah itu mereka kembali berbincang.
''O iya mommy harus pergi, karena ada yang mau mommy urus untuk pernikahan kalian.'' kata mommy Shakila setelah beberapa saat berada di sana. ''Dan ini bik Inah...dia akan berada di sini menemanimu.'' paparnya.
''Eh gak usah mom.'' kata Aluna yang merasa tak enak.
''Mommy tak minta persetujuanmu dan mommy juga tak terima penolakan.'' tegas mommy Shakila. ''Dan satu lagi...nanti seusai pulang kerja...Arsyila juga akan datang ke sini.'' tambah mommy Shakila.
''Apa ini gak terlalu berlebihan mom? aku sudah biasa kok sendiri di sini.'' kata Aluna. ''Lagian aku juga gak mau terlalu banyak merepotkan.'' imbuhnya lagi.
''Berlebihan apanya? mommy hanya mau ada yang menemanimu karena Arsen tak boleh datang kesini menemuimu sampai kalian menikah nanti.'' kata mommy Shakila. ''Dan juga gak ada yang merasa kamu repotkan...ini murni dari kami sendiri.'' imbuhnya. ''Mommy pergi dulu...'' pamitnya.
__ADS_1
''Terimakasih mom dan hati-hati.'' kata Aluna.