Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 49


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Masih di rumah sakit, di ruang rawat princess keluarga Narendra, suasana suka cita masih terasa di sana, bahkan kini Kinara dan kedua orangtua Davin juga sudah berada di sana untuk mengucapkan selamat serta melihat sang baby girl.


Di sana Davin menceritakan bagaimana istrinya yang akan melahirkan putri mereka itu begitu menyusahkan sang kembaran.


''Kak...maaf ya, selama ini aku sudah ngerepotin.'' ucap Alexa tiba-tiba.


''Hem baiklah, asal...'' kata Axel. ''Asal kalau kamu hamil gak gini lagi.'' sambungnya. ''Enak aja kalian berdua yang ngerasain enaknya...eh aku yang kena getahnya.'' imbuhnya lagi.


''Iya tapi aku gak janji.'' sahut Alexa. ''Lagian itu juga bukan keinginan aku sendiri kok, tapi ke inginkan keponakan kamu.'' katanya lagi membela diri.


''Baby girl...Dexa sayang...selanjutnya susahin aja ya mami papi kamu, jangan susahin daddy...oke.'' kata Axel pada bayi yang sedang terlelap di pangkuan Alexa dan membuat sang mami mendengus.


Padahal Alexa sudah berencana jika anaknya sudah busa bicara, dia ingin membuat sang putri merampok kakaknya itu.


Karena secueknya Axel...dia tak akan mampu menolak keinginan para keponakannya sehingga menjadikan dia daddy favorit di mata anak-anak itu, contohnya saja Alka dan Ara.


''Sayang...walaupun kamu kemarin apa-apa minta di temenin sama semua minta di turutin daddy, tapi jangan ikutin sifat daddy ya...'' kata Alexa yang gantian berkata pada sang putri.


''Eh apa maksud kamu...'' kata Axel.


''Iya jangan ikuti sifat daddy yang gak peka dan gak romantis.'' sambung Alexa.


''Sayang masa Alexa bilang aku gak peka dan gak romantis.'' adu Axel seperti anak kecil pada sang istri dengan meletakan dagunya di pundak Shakila. ''Aku gak gitu ya...'' katanya lagi.


''Iya kamu gak gitu.'' sahut Shakila dengan tangan yang mengelus pipi pria yang masih betah menyender padanya.

__ADS_1


Semua anggota keluarga sampai kaget dan merasa tak percaya melihat bagaimana sikap Axel pada Shakila.


Sudah sejauh itukah perkembangan hubungan mereka...sedekat itukah.


''Kenapa pada ngelihatin kayak gitu?'' tanya Axel dengan menatap mata-mata yang memperhatikan ke arah mereka berdua.


''Oh enggak...enggak apa-apa kok sayang.'' sahut mommy Shanum.


''Ax,di antara kita cuma kamu aja loh yang belum punya anak...'' kata Alvan.


''Ini juga lagi proses, lagian kan memang aku nikahnya belakangan.'' sahut Axel dengan santai.


''Halah proses melulu...basi.'' kata Alexa lagi lebih memprovokasi. ''Atau jangan-jangan kak Axel gak bisa buatnya bang...'' sambung Alexa lagi yang sukses membuat Axel kesal.


''Heh wanita yang baru saja jadi mami...asal kamu tau ya...gara-gara kamu yang minta suami kamu itu buat gedor pintu kamar aku, aku jadi gagal buat bikin anak tau...'' sahutnya dengan kesal mengingat rencananya untuk mengajak bergulat sang istri lagi harus gagal total karena hal ini.


''Buat anak.'' jawab Axel sekenanya baik melangkah pergi bersama Shakila.


''Bikin yang benar Ax, biar cepet jadi.'' seru Alvan yang ikut menggoda sang adik.


...****************...


''Anak...anak...anak...itu saja yang mereka bahas.'' gerutu Axel di sela jalannya.


''Ax.'' panggil Shakila agar suaminya itu berhenti berjalan.


''Ada apa sayang?'' tanya Axel.

__ADS_1


''Karena saat ini kita sudah ada di rumah sakit apa...'' kata Shakila yang menggantung ucapnya.


''Apa?'' tanya Axel sambil menaikkan sebelah alisnya.


''Apa gak sebaiknya kita ke dokter untuk memeriksa kesuburan kita sekaligus program hamil.'' katanya dengan nada yang sedikit lirih.


Jujur saja awalanya Shakila memang merasa biasa saja, tapi lama kelamaan... sedikit risih mendengarnya.


Dia wanita dewasa terlebih sudah bersuami, pastilah ada rasa ingin segera mempunyai momongan untuk melengkapi kehidupan rumah tangganya.


''Gak perlu.'' jawab Axel yang sudah membawa tubuh itu ke dalam pelukannya bahkan saat ini orang-orang yang berlalu lalang menatap ke arah mereka berdua...lalu apa perduli Axel. ''Lagian kitakan juga baru berapa hari melakukannya...semuanya itu butuh waktu untuk berproses...'' tutur Axel. ''Sudah gak usah di dengerin dan gak usah di ambil hati ucapan mereka...mereka itu cuma mau menggoda kita saja.'' sambungnya lagi. ''Toh mereka juga tau bagaimana perjalan pernikahan kita itu seperti apa.'' imbuhnya lagi.


''Tapi Ax, bagaimana kalau aku ternyata gak...'' kata Shakila.


Ada ketakutan dalam diri Shakila, bagaimana bila dirinya tak bisa memberikan keturunan untuk sang suami...apakan dia akan di campakkan, sedangkan hatinya sudah di penuhi semua dengan nama suaminya hingga tak tersisa lagi tempat di sana untuk orang lain.


''Shutt...sudah jangan di bahas lagi.'' kata Axel. ''Lagian kenapa memang kalau gak ada anak.'' ujar Axel. ''Anak hanyalah pelengkap saja, kalau kita gak bisa punya anak...kita bisa adopsi.'' sambungnya lagi.


''Tapi apakah keluarga kamu bisa menerimanya Ax...'' kata Shakila. ''Mereka juga butuh penerusmu...'' sambungnya lagi.


''Dengar.'' kata Axel yang sudah melepas pelukannya dan kini kedua tangannya sedang memegang lengan sang istri. ''Keluarga aku bukan keluarga yang kolot sayang...'' kata Axel lagi. ''Aku beri tau satu rahasia, tapi kamu jangan pernah menyingungnya pada siapa pun.'' kata Axel yang di angguki oleh Shakila. ''Bang Alvan sebenarnya bukan anak kandung mommy dan daddy...mereka mengadopsi abang yang notabene adalah anak jalanan yang sudah yatim piatu.'' ceritanya. ''Apa pernah kamu lihat mommy, daddy serta keluarga yang lain membeda-bedakan sikap mereka ke abang?'' tanyanya. ''Enggakkan.'' kata Axel dan di angguki oleh Shakila. ''Seperti Alexa yang di beri rumah sakit ini menggantikan mommy, aku yang memegang kendali perusahan AN grup...perusahan yang bergerak di berbagai bidang dan dirintis sendiri oleh daddy dari masih remaja, begitu pula abang...abang memegang kendali perusahan NRD grup yang merupakan perusahan turun temurun dari ayahnya daddy, bahkan rumah utama keluarga Narendra sebenarnya adalah yang abang tempati saat ini.'' ceritanya lagi. ''Jadi sudah jangan mikir macam-macam yang bisa membuat kamu sedih dan menjadi stres.'' sambungnya lagi menasehati Shakila.


Kalau benar apa yang di ceritakan Axel, maka harusnya Shakila bersyukur karena mendapatkan mertua serta keluarga yang teramat sangat baik.


Bahkan orang pun tak akan percaya jika melihat bagaimana sikap mommy Shanum dan daddy Arya serta keluarga yang lain saat memperlakukan dan berinteraksi dengan Alvan, tak ada bedanya sama sekali...sama seperti Axel dan Alexa.


''Sudah yuk...'' kata Axel mengajak sang istri untuk berjalan kembali.

__ADS_1


__ADS_2