
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi-pagi sekali Shakila sudah sibuk berkutat di dapur, dirinya membuat racikan berbagai bumbu dan di berikannya di wadah yang sudah ada tulisannya masing-masing agar nantinya tak tertukar.
Semalam dirinya juga sudah membuat nasi bakar komplit untuk menu andalannya pada hati senin ini, jadi nanti hanya tinggal di panaskan saja ketikan ada yang memesan.
Untuk awal...tak banyak yang Shakila buat...hanya lima puluh lima porsi saja, itupun yang lima untuk orang rumah sedangkan yang di bawa ke kafe hanya lima puluh porsi saja.
Shakila juga sudah membuat beberapa makanan seperti donat dan risol dengan beberapa varian isi, jadi nanti tinggal di goreng saja.
Sedangkan menu yang lain sudah di siapkan di cafe...nanti tinggal di masak dan di sajikan.
''Biar kami saja yang menyelesaikannya nyonya muda.'' kata salah satu art bagian dapur.
Ya Shakila memenang selalu di bantu oleh mereka semenjak di rumahkan atau tak boleh ke ruko oleh Axel.
Tapi mereka juga di beri tambahan uang selain gajih pokok mereka di sana oleh Shakila.
''Oh iya terimakasih ya bik.'' ucap Shakila. ''Tolong di masukin di box, saya mau bangunin tuan muda dulu.'' tuturnya.
...****************...
Cklek
Pertama yang di lihat Shakila adalah sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Sepertinya sehabis mandi kalau dilihat dari handuk yang melilit di pinggangnya serta rambut yang masih sedikit basah.
''Aku kira belum bangun...gak taunya sudah mandi aja.'' kata Shakila sambil berjalan mendekat ke arah sang suami.
''Pagi-pagi sudah main ngilang aja.'' ujar Axel.
''Maaf...akukan mesti buat bumbu untuk di cafe nanti.'' kata Shakila.
''Apa begitu minta maaf yang benar?'' tanya Axel dengan tangan yang sudah meraih pinggang Shakila dan menerimanya agar merapat di tubuhnya.
''Lalu bagaimana cara minta maaf yang benar daddy?'' tanya Shakila yang dibuat dengan nada yang menggoda dan di tambah lagi dengan kedua tangannya yang juga sudah melingkar sempurna di leher suami tampannya itu.
''Jangan panggil aku daddy.'' protes Axel.
''Lahkan memang sudah daddy-daddy.'' kata Shakila. ''Sudah punya dua anak loh kalau kamu lupa.'' sambungannya.
''Iya aku inget...tapi kau gak mau kamu memanggilku daddy kalau kita lagi berdua.'' kata Axel. ''Berasa kaya pria-pria yang punya sugar baby aja.'' katanya lagi. ''Cepet minta maaf yang bener.'' titahnya.
''Bagaimana?'' tanya Shakila yang masih tak mengerti.
''Kiss me.'' bisik Axel tepat di telinga Shakila.
''Oke.'' sahut Shakila.
__ADS_1
Cup
''Sudahkan?'' tanyanya.
''Ck, itu bukan ciuman tapi kecupan.'' decak Axel.
''Ya kan sama...apa bedanya.'' kata Shakila.
Cup
''Itu kecupan seperti yang kamu lakukan tadi.'' kata Axel. ''Kalau...'' Axel kembali menautkan bibir keduanya dengan durasi cukup lama...ya di banyangin sendiri ajalah ya gimana.
''Itu baru namanya ciuman.'' katanya begitu tautan bibir mereka terlepas.
Tak lupa Axel juga menyentuh bibir sang istri dengan ibu jarinya, bibir yang terlihat sangat merah karena ulahnya itu.
''Sudah ah...aku mau siapin pakaian kamu dulu.'' kata Shakila sambil melepaskan tangan Axel dari pinggangnya.
Axel pun turut mengekor di belakang sang istri yang masuk ke ruang ganti.
''Selesai.'' kata Shakila setelah selesai memasangkan dasi milik Axel.
Cup
''Terimakasih istriku tercinta.'' ucap Axel setelah mengecup kening Shakila.
''Sama-sama suamiku.'' sahut Shakila. ''Aku mau kekamar anak-anak buat mandiin mereka dulu yank.'' kata Shakila.
...****************...
''Wih anak-anak daddy...sudah ganteng dan cantik ni...'' kata Axel begitu melihat sang istri membawa kedua buah hatinya menggunakan stroller. ''Sudah wangi...'' imbuhnya lagi begitu mencium pipi baby twins secara bergantian.
''Titip anak-anak bentar ya, aku mau mandi.'' kata Shakila. ''Tadi Lala sama Nila aku suruh sarapan.'' imbuhnya.
''Iya serahin anak-anak sama aku.'' sahut Axel.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Shakila mandi dan bersiap, karena Shakila merupakan tipe wanita yang tak ribet kalau berdandan.
Kemudian mereka berempat pun turun untuk sarapan pagi bersama.
''Nanti kamu bareng sama aku aja berangkatnya.'' kata Axel sewaktu dia telah menyelesaikan sarapannya.
''Boleh, asal gak ngerepotin.'' kata Shakila.
''Mana ada ngerepotin, yang ada aku malah seneng bisa berangkat bareng.'' sahut Axel. ''Kaya waktu kamu belum hamil si kembar.'' imbuhnya.
''Kil, nanti siang biar si kembar mommy jemput aja ya...'' kata mommy Shanum. ''Kasihan mereka kalau seharian di cafe.'' imbuhnya lagi. ''Mereka istirahatnya pasti juga gak tenang karena berisik.'' sambungnya lagi.
''Iya mom.'' jawab Shakila. ''Maaf ya jadi ngerepotin mommy terus.'' ucapnya.
__ADS_1
''Kamu ini ngomong apa...mommy malah seneng tau.'' sahut mommy Shanum. ''Sudah sana berangkat...biar gak kena macet.'' kata mommy Shanum lagi.
''Iya mom, kalau begitu kita pamit ya...'' pamit Axel lalu menyalami kedua orangtuanya bergantian dengan Shakila.
Setelah beberapa saat mereka sampai di depan cafe.
''Aku gak turun ya...ada meeting penting pagi ini.'' kata Axel.
''Iya gak apa-apa.'' jawab Shakila. ''Tolong buka bagasinya.'' kata Shakila.
''Inget...kamu jangan cepek-capek...cukup memberi instruksi dan memantau saja.'' peringat Axel.
''Iya.'' sahut Shakila lalu menyalami Axel dan di balas dengan dengan kecupan kening, barulah Shakila turun dari mobil di ikuti kedua baby sitter yang menggendong anak-anaknya.
''Ko, Di...tolong itu ambil barang yang ada di bagasi mobil.'' kata Shakila.
''Baik mbak.'' jawab mereka berdua.
''Aku berangkat ya...'' pamit Axel begitu semua barang sudah di turunkan.
''Iya...hati-hati.'' kata Shakila.
...****************...
''Selamat pagi semua...'' sapa Shakila saat para karyawannya sedang bebenah karena memang cafe belum buka.
''Selamat pagi mbak...'' sahut mereka semua.
''Bagaimana untuk hari ini...semangat.'' seru Shakila.
''Semangat...'' seru semaunya.
''Bagus.'' kata Shakila. ''Untuk mengawali hari kita, sebelum cafe di buka marilah kita berdo'a bersama-sama menurut ajaran serta kepercayaan masing-masing agar usaha kita pada hari ini lancar dan sukses.'' kata Shakila.
Mereka semua pun menundukkan kepala untuk memanjatkan do'a.
''Sukses untuk kita semua...'' kata Shakila dengan semangat.
''Sukses untuk kita semua.'' seru mereka secara serempak.
''Baiklah kalau begitu silahkan lanjutkan kembali pekerjaan kalian.'' kata Shakila. ''Karena pukul delapan kita sudah harus buka.'' imbuhnya lagi. ''Eh bagian dapur bagaimana?'' tanya Shakila.
''Semuanya sudah siap mbak.'' jawabnya.
''Bagus.'' kata Shakila. ''Dan sebelum ada pelanggan juga sebelum buka...bagaimana kalau kalian bikin stok frozen food agar stok aman. ''Dan takutnya nanti tiba-tiba ada yang minta order via online.'' sambungnya lagi.
''Baik mbak.'' jawab mereka.
''Ayo mbak bawa anak-anak ke kamar mereka.'' kata Shakila pada kedua baby sitter.
__ADS_1
Shakila juga sudah menyiapkan kamar khusus untuk anak-anaknya, karena Shakila takut kalau kedua baby sitter si kembar akan tak nyaman bila berada di ruangan pribadi miliknya.