Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 46


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Shakila yang membuka matanya terlebih dahulu...menyunggingkan senyumnya ketika saat pertama membuka matanya yang dilihat adalah paras rupawan sang suami.


Entah tidur jam berapa suaminya semalam, karena saat dirinya memejamkan mata, Axel belum juga kembali ke kamar mereka.


Ditatapnya wajah yang sedang terlelap dengan damai itu, bahkan tangan Shakila pun sudah terangkat untuk mengelus rahang kokoh yang terlihat sangat bersih itu.


''Em sayang jangan menggodaku pagi-pagi.'' kata Axel tiba-tiba dengan suara serak khas bangun tidurnya tanpa membuka kedua matanya.


Entahlah suara serak khas bangun tidur Axel itu terasa sangat **** di telinga Shakila.


''Kamu sudah bangun?'' tanya Shakila.


''Kamu yang membangunkanku sayang...'' sahutnya masih dengan posisi yang sama.


''Ah maafkan aku kalau aku jadi membangunkan kamu Ax.'' sesal Shakila.


''No, bukan dengan meminta maaf.'' kata Axel yang mulai membuka matanya. ''Tapi kamu harus tanggung jawab sayang.'' imbuhnya dengan mata yang menatap Shakila dengan sangat intens.


''Ta...tanggung jawab gimana maksudnya?'' tanya Shakila.


''Karena kamu juga sudah bangunin dia sayang...'' katanya dengan mata yang beralih melihat ke arah bawah.


''Tapi Ax...ini sudah...'' kata Shakila.


Cup


''Gak ada alasan.'' tutur Axel setelah memotong perkataan Shakila dengan kecupan di bibirnya.


Maka saat ini yang bisa Shakila lakukan hanyalah pasrah, karena jika sudah seperti ini...suaminya itu tak akan bisa terbantahkan lagi.


Terjadilah pertarungan untuk yang kesekian kalinya di kamar sang tuan muda.


Pertarungan yang mungkin akan bisa menghasilkan sebuah anugrah di rahim Shakila.


...****************...


''Selamat pagi...'' sapa Shakila yang sudah turun lebih dahulu dari Axel.

__ADS_1


Shakila tak enak bila harus turun belakangan dan tak membantu sang mertua, apalagi sekarang di sana juga ada Abang dan kakak iparnya.


Khem...untung saja ada hairdryer di kamar, jadi Shakila tak turun dengan rambut basah yang bisa jadi bahan olok-olokan kakak iparnya.


''Pagi.'' sahut mommy Shanum dan Kinara.


''Ada yang bisa Kila bantu mom, kak?'' tanya Shakila.


''Apa ya Kil...sudah selesai soalnya.'' kata Kinara. ''Tinggal bawa kotak bekal aja keluar.'' sambungnya lagi.


''Ya sudah biar Kila aja yang bawa kak.'' sahut Shakila.


''Axel mana Kil?'' tanya daddy Arya yang baru datang ke ruang makan bertepatan dengan Shakila yang keluar dari dapur.


''Masih di kamar dad, lagi periksa kerjaan kayaknya.'' jawab Shakila.


Kemudian satu persatu anggota keluarga pun masuk dan duduk di kursi mereka termasuk Alka juga Ara yang datang bersama papa mereka.


Kinara tidak bekerja, dirinya hanya merupakan seorang ibu rumah tangga sepenuhnya sehingga untuk menjaga kedua buah hatinya tak memerlukan jasa pengasuh.


Kalau di tanya kenapa pasti jawabannya karena dirinya lebih senang mengasuh anaknya sendiri.


Dan mommy Shanum tak pernah keberatan untuk itu, justru dirinya malah senang karena bisa menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya.


''Daddy.'' sapa Alka saat dirinya melihat Axel baru turun.


''Aku heran tuh sama anak-anak, kenapa deket banget sama Axel.'' kata Alvan saat melihat Alka yang langsung nemplok pada Axel, bahkan Ara pun seperti berontak dalam pangkuan mamanya dengan tangan yang bergerak-gerak ke arah sang daddy. ''Kalau ada dia...aku yang papanya terasa terlupakan.'' dengusnya yang membuat mereka semua tersenyum.


''Kakak tuh kurang royal sama anak-anak.'' sahut Axel.


''Bukan kakak yang kurang royal...tapi kamu itu yang terlalu manjain dia Ax...apa maunya langsung kamu turutin.'' sahutnya mengingat bagaimana adiknya itu terlalu menuruti apapun yang di inginkan sang ponakan.


''Kamu ke ruko Kil?'' tanya Kinara.


''Iya kak.'' jawab Shakila.


''Yah padahal kakak masih di sini loh...'' kata Kinara lagi.


''Yah gimana ya kak...'' kata Shakila yang merasa tak enak hati. ''Em bagaimana nanti kalau kakak main ke ruko aku.'' usul Shakila.

__ADS_1


''Boleh juga tuh, bukan ide yang buruk.'' sahut Kinara. ''Nanti setelah Alka pulang sekolah, kakak kesana.'' sambungnya.


''Ya udah nanti Kila sherlock kalau kakak sudah mau berangkat.'' kata Shakila.


''Sudah ayo sekarang kita sarapan, biar yang pada mau kerja gak kesiangan dan kena macet di jalan.'' kata mommy Shanum menginterupsi.


...****************...


Seperti pembicaraan tadi pagi, Kinara benar-benar datang bertandang ke ruko milik Shakila.


''Selamat datang di ruko kecil milik aku kak.'' kata Shakila menyambut kedatangan kakak iparnya. ''Loh anak-anak mana kak?'' tanyanya saat tak melihat dua buntut Kinara.


''Di rumah.'' jawabnya. ''Kata mommy biar dirumah aja sama beliau, agar kita bisa me time.'' sambungnya mengatakan apa yang di katakan ibu mertua mereka berdua.


''Mommy itu memang the best...gak ada duanya pokoknya.'' puji Shakila.


''Iya kamu bener banget.'' sahut Kinara yang setuju dengan perkataan adik iparnya itu.


''Tapi sayangnya gak ada Alexa ya kak...'' kata Shakila lagi yang teringat dengan saudara kembar sang suami.


''Dia mah sudah gak boleh pergi kemana-mana sama Davin.'' kata Kinara. ''Tau sendiri dia tinggal menunggu hari untuk lahiran.'' imbuhnya.


''He'em.'' sahut Shakila. ''Ke atas aja yuk kak...ke ruangan aku buar kita lebih enak ngobrolnya.'' kata Shakila.


''Kil.'' panggil Kinara saat mereka telah sampai di ruangan Shakila dan saat ini yang punya ruangan sedang menyiapkan minuman.


''Iya.'' sahut Shakila.


''Kamu sama Axel apa gak ada rencana buat punya momongan gitu?'' tanya Kinara hati-hati, karena hal seperti ini adalah hal yang sangat sensitif sampai mommy Shanum sendiri tak mau menanyakannya langsung.


''Rencana pasti ada kak.'' jawab Shakila. ''Di silahkan kak.'' kata Shakila yang sudah meletakan minuman di depan Kinara duduk. ''Tapi kita berdua mah sedikasihnya ajalah kak, yang penting sudah usaha juga berdoa.'' tutur Shakila dengan bijak.


''Gak mau periksa ke dokter gitu atau program hamil gitu sama dokter?'' tanya Kinara.


''Enggak kak...lebih tepatnya belum, mengingat hubungan kami berdua yang baru dekat setalah beberapa waktu menikah.'' jawab Shakila. ''Kakak tau sendirilah bagaimana jalan ceritanya kami bisa sampai menikah...gak seperti kakak dan bang Alvan juga Alexa dan Davin yang memang menikah karena cinta.'' imbuhnya.


Ya kali Shakila bilang kalau mereka baru berhubungan badan kemarin lusa...Kila gak segila itu untuk mengumbar hal itu semua termasuk pada saudara bahkan mertuanya sendiri.


Biarlah semua itu menjadi rahasia rumah tangganya, jadi cukup dirinya dan Axel saja yang tau, karena dia sadar bahwa sesuatu yang berkenaan dengan urusan ranjang tak pantas untuk di ceritakan.

__ADS_1


__ADS_2