Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 35


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam ini di kediaman Narendra sangat ramai, kerena seluruh anggota keluarga sedang ada di sana setelah mendengar kabar kepulangan Axel dan Shakila dari bulan madu.


Kinara serta Alexa ingin lebih mengenal dan akrap lagi dengan saudari ipar mereka yang baru.


''Ini dia pasangan pengantin baru kita.'' seru Alexa yang menggoda saudara kembarnya.


''Cih.'' decih Axel menanggapi kembarannya itu.


''Sini dong kak cerita gimana bulan madunya kemarin...'' kata Alexa lagi yang mengabaikan decakan Axel lalu beralih menggandeng tangan kakak iparnya untuk di ajak duduk di sofa dan bersebelahan dengannya.


''Mi, bulan madu itu apa?'' tanya Alka putra sulung dari Alvan dan Kinara. ''Apa bulannya di kasih madu?'' tanyanya lagi. ''Tapi bulankan di atas langit ya ma...gak bisa di ambil.'' katanya lagi yang kini beralih ke sang mama.


''Aduh Alexa kebiasaan deh kalau ngomong asal ceplos.'' gumam Kinara. ''Udah tau ni anak rasa ingin taunya gede banget.'' gumamnya lagi.


''Maaf kak...maaf.'' ucap Alexa.


''Jelasin tuh sama Alka.'' perintahnya pada Alexa.


''Lagian kamu...segala hal kayak gitu di tanyain...kayak gak pernah aja.'' sela Axel.


''Ya kan beda kak, kalau aku sama Davin dan kamu sama kak Shakila beda cerita.'' sahut putri Narendra satu-satunya itu.


''Alka sama papa ke belakang yuk...'' kata Alvan agar putranya yang sudah menginjak usia lima tahun itu tak mengulang pertanyaannya.


''Iya kita kasih makan ikan opa yuk sayang.'' bujuk daddy Arya dan di angguki oleh bocah kecil itu.


''Beb, aku ikut juga ke belakang ya...'' kata Davin yang juga telah berdiri dari duduknya.


Axel pun juga ikut mengekor di belakang mereka, hingga menyisakan para wanita di sana.


''Ara sayang...pangku oma yuk.'' kata mommy Shanum menjulurkan tangannya untuk meraih sang cucu dari pangkuan sang mama.


Ara adalah anak berusia dua tahun...adik dari Alka Al Narendra, putri kedua dari Alvan dan Kinara.


''Jadi gimana kak? cerita dong...'' pinta si bumil yang ternyata masih saja penasaran.

__ADS_1


''Apa yang mau di ceritain...'' sahut Kila. ''Ya cuma gitu-gitu aja.'' sambungnya lagi. ''Eh tunggu bentar...aku punya oleh-oleh untuk semuanya.'' kata Shakila lalu bergegas berjalan ke kamar untuk mengambilnya.


Setelah beberapa saat, dia kembali dengan beberapa paper bag di tangannya.


Masing-masing paper bag sudah di tulis nama masing-masing jadi mudah untuk membaginya.


''Sebenarnya pas beli aku tanya ke Axel tentang kira-kira oleh-oleh apa yang mau di beli, tapi kata dia...terserah apa aja yang menurut aku bagus.'' tuturnya.


''Ini bagus kok kak, aku suka.'' kata Alexa setelah membuka oleh-olehnya. ''Yang banyak sendiri untuk keluarga kak Alvan.'' canda Alexa lagi.


''Ya iyalah...namanya juga buntut aku udah dua.'' sahut Kinara. ''Kamu nanti juga dapat banyak kalau ini sudah lahir dan bikin lagi beberapa.'' kata Kinara menanggapi.


''Heh ini aja belum brojol sudah mikirin mau bikin lagi.'' kata Alexa. ''Kak Shakila tuh yang harus fokus bikin sama kak Axel...gas pol...biar cepet jadi.'' goda Alexa.


Langsung saja banyangkan kejadian tadi di kamar terlintas di benak Shakila yang membuat wajahnya tambah memerah.


''Kalian nginep kan?'' tanya mommy Shanum pada Kinara dan Alexa.


''Maaf mom, gak bisa...soalnya besok Davin mau keluar kota, jadi harus berangkat pagi-pagi biar urusannya cepet kelar dan gak nginep di sana.'' sahut Alexa.


''Aku juga gak bisa mom, maaf.'' kata Kinara. ''Tapi aku dan bang Alvan juga anak-anak akan menginap di sini nanti saat akhir pekan.'' sambungnya.


Hari sudah mulai larut sehingga mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan yang tersisa hanya sang penghuni rumah saja.


...****************...


Entah kenapa malam ini Shakila tak dapat memejamkan matanya.


Hadap sana salah, balik hadap sini juga salah...al hasil hanya bolak-balik saja.


''Kenapa?'' tanya Axel yang memperhatikan Shakila dari posisinya yang duduk di sofa untuk memeriksa semua pekerjaannya untuk esok hari.


''Emmm...gak tau ni.'' jawab Shakila yang juga merasa heran dengan dirinya sendiri.


Axel pun menutup laptopnya dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah itu berjalan menghampiri Shakila yang terbaring di ranjang...masih dengan keadaan yang sama seperti tadi.


''Sini.'' kata Axel yang sudah membaringkan tubuhnya dan tak lupa merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


''Hah...'' beo Shakila.


''Sini...cepet.'' perintah Axel lagi.


Shakila pun kemudian beringsut secara perlahan mendekati Axel.


''Ah lama.'' kata Axel lalu menarik Shakila untuk masuk kedalam pelukannya.


''Ax.'' lirih Shakila.


''Sudah...tidur.'' sahut Axel.


Tak membutuhkan waktu yang lama hingga terdengar suara napas yang sudah teratur.


''Nah kan sudah tidur.'' gumam Axel yang sedikit merenggangkan pelukannya untuk melihat Shakila. ''Tinggal bilang aja minta peluk...apa susahnya sih.'' gumamnya lagi yang kemudian mengeratkan pelukannya kembali dan menyusul sang istri ke alam mimpi, eith tapi tak lupa Axel melabuhkan dulu bibirnya untuk mengecup puncak kepala Shakila, meskipun sang empunya tak tau karena sudah pergi ke alam mimpi.


...****************...


Saat bangun tidur pertama kali yang di lihat Shakila adalah dada yang bidang dan kekar, kemudian dia mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah tampan yang ada di sana.


''Ax.'' lirih Shakila.


''Hem.'' sahut Axel yang masih memejamkan kedua matanya.


''Ax, lepas dulu...aku mau bangun.'' kata Shakila yang masih berada di dalam dekapan hangat seorang tuan muda Axel.


''Hem.'' gumam Axel tanpa melepas atau meregangkan pelukannya.


''Ini sudah pagi Ax, aku mau bangun.'' kata Shakila lagi.


''Sebentar lagi Kila...ini masih terlalu pagi.'' kata Axel.


''Aku mau turun ke bawah.'' kata Shakila. ''Aku mau bantuin mommy masak buat sarapan.'' imbuhnya lagi.


''Ada para art yang bantu mommy Kila.'' sanggah Axel. ''Lagian mommy pasti ngerti kok.'' sambungnya lagi dengan tangan yang semakin mengeratkan pelukannya.


Ngomong dibantah terus, mau berontak juga gak mungkin berhasil...dia kalah besar dan tentu saja kalah tenaga.

__ADS_1


Akhirnya Shakila hanya bisa pasrah atas apa yang di lakukan pria dengan mata terpejam yang masih setia memeluk dirinya.


Karena rasa nyaman...akhirnya membuat Shakila ikut terlelap kembali dalam dekapan Axel.


__ADS_2