Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 36


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Gara-gara kembali tidur dalam dekapan suaminya, membuat Shakila bangun kesiangan di pagi pertamanya di rumah mertua dengan gelar menantu.


''Kamu kenapa?'' tanya Axel yang melihat Shakila masih diam mematung di depan pintu kamar mereka.


Padahal saat Shakila mengatakan ingin turun ke bawah, Axel baru mau memakai sepatunya dan bahkan saat ini dirinya sudah menyelesaikan memasang kedua sepatunya.


''Aku...'' kata Shakila.


''Iya kamu kenapa?'' tanya Axel lagi sambil meraih jas yang terlampir di ranjang hasil pilihan sang istri.


''Aku malu Ax mau keluar...'' akta Shakila yang saat ini sudah berbalik badan menghadap sang suami.


''Malu kenapa?'' tanya Axel yang sedikit heran...bukannya Shakila memang sebelumnya sudah tinggal di sana terus malu kenapa dan sama siapa.


''Ya aku malu karena bangun kesiangan, terutama sama mommy.'' jawab Shakila. ''Aku jadi gak bantuin mommy untuk menyiapkan sarapan.'' imbuhnya.


''Santai aja kali Kil.'' sahut Axel dengan begitu entengnya. ''Lagian kamu di sini itu istri aku, bukan pembantu.'' imbuhnya lagi.


''Iya tau tapi tetap aja...'' sungut Kila.


''Ya sudah ayo turun sama aku.'' kata Axel yang kemudian meraih tangan Shakila untuk di gandengnya.


Dan benar saja...begitu turun mommy Shanum serta daddy Arya sudah duduk di ruang makan.


Shakila yang masih ragu untuk melangkah terpaksa sedikit di tarik oleh Axel agar kembali meneruskan langkahnya.


''Pagi mom...dad...'' sapa Axel.


''Pagi.'' sahut mommy Shanum sedangkan daddy Arya hanya menolehkan wajahnya saja. ''Kok cuma pada berdiri aja...ayo sini duduk...kita sarapan sama-sama.'' ajak mommy Shanum.


''Iya mom.'' sahut Axel.


''Kila...kamu kenapa nak?'' tanya mommy Shanum saat melihat menantunya itu sedari tadi hanya menundukkan kepalanya. ''Apa kamu sakit?'' tanyanya lagi.


''Enggak mom.'' jawab Shakila yang dengan spontan langsung mendongakkan kepalanya.


''Kila merasa gak enak karena gak bantuin mommy buat nyiapain sarapan pagi ini.'' sahut Axel.


''Iya mom maaf.'' ucap Kila.


''O walah itu to.'' kata mommy Shanum. ''Gak usah ngerasa gak enak, gak apa-apa kok.'' sambung mommy Shanum. ''Mommy juga ngerti pasti kamu masih capek.'' lanjutnya. ''Sudah gak usah di pikirin...lebih baik sekarang kita langsung saja mulai sarapan.'' ujarnya lagi.


Mereka pun memulai menikmati sarapan mereka.


''O iya kamu kok bawa tas? apa kamu mau pergi sayang?'' tanya mommy Shanum.


''Iya mom...Kila harus ke ruko, untuk cek semuanya.'' jawab Shakila.


''Kamu jangan bawa mobil sendiri Kila...pakek supir aja ya...'' usul mommy Shanum yang takut kalau nanti Kila tak konsentrasi menyetir karena masih lelah.


''Kila barengan sama Axel mom.'' sahut Axel.


''Kalau pada mau kerja, sana berangkat dari pada nanti kena macet.'' kata daddy Arya.


''Iya dad.'' jawab Axel.

__ADS_1


Dan mereka berdua pun akhirnya berpamitan pada mommy Shanum dan daddy Arya.


Setengah jam perjalanan...akhirnya mereka berdua sampai di depan ruko Shakila.


''Nanti pulangnya aku jemput.'' kata Axel begitu telah menepikan mobilnya. ''Jangan pulang sebelum aku datang.'' katanya lagi.


''Iya suamiku...'' sahut Shakila.


''Apa...apa...ulangi lagi...'' pinta Axel.


''Iya.'' jawab Shakila.


''Bukan, setelah kata iya.'' kata Axel lagi.


''Suamiku.'' jawab Shakila.


''Uh manisnya istriku.'' kata Axel sambil menarik kedua pipi Shakila.


''Aah Axel...'' pekik Shakila.


''Jangan mendesah di sini Kila...nanti ada tempatnya sendiri saat kamu mendesah sambil menyebut namaku.'' goda Axel.


''Ish mesum.'' seru Shakila yang langsung konek dengan apa yang di katakan Axel. ''Sudah ah aku mau keluar dulu.'' kata Shakila. sambil ingin membuka pintu mobil.


''Eith...tunggu dulu.'' kata Axel dengan tangan yang sudah mencekal tangan kanan Shakila.


''Apa lagi?'' tanya Shakila.


''Pamitan yang bener kalau sama suami.'' jawab Axel. ''Salim.'' titahnya sambil mengulurkan tangan kanannya di hadapan Shakila.


''Sudah.'' kata Shakila begitu melepaskan salamannya.


''Belum.'' sahut Axel. ''Sini.'' katanya lagi. ''Lebih dekat.'' sambungnya.


Begitu Kila semakin mendekat, tiba-tiba...


Cup


Axel mengecup keningnya.


''Sudah sana.'' usir Axel.


''Iya.'' sahut Kila begitu tersadar dari keterkejutannya.


''Dadah istri...'' ucap Axel sambil melambaikan sebelah tangannya saat Kila hendak menutup pintu mobil.


...****************...


''Pagi...'' seru Shakila begitu memasuki rukonya.


''Mbak Kila...'' seru mereka begitu melihat sosok Shakila di sana.


Mereka lalu berjalan mendekat dan bahkan para cewek-cewek memeluk Shakila.


''Huh...kangen sama mbak Kila.'' ujar mereka.


''Mbak juga.'' sahut Shakila. ''Dan...Tara...'' kata Kila sambil menyodorkan beberapa paper bag yang di bawanya. ''Oleh-oleh buat kalian...bagi-bagi ya...mbak mau ke atas dulu.'' katanya lagi.

__ADS_1


Mereka girang karena Shakila sudah pulang...eh di tambah di bawain oleh-oleh pula...ya tambah senenglah mereka.


''Gimana stok? aman?'' tanya Shakila saat Diah kembali turun namun dengan pakaian yang berbeda sedangkan para karyawannya masih sibuk membuka oleh-oleh mereka.


''Aman mbak.'' sahut mereka secara serempak.


''Mbak Kila emangnya kapan pulang?'' tanya Reni.


''Kemarin siang.'' jawab Shakila.


''Emangnya gak capek mbak langsung kerja?'' tanya Reni lagi.


''Enggak...kan sudah istrirahat.'' jawabnya.


''Ngomong-ngomong mbak Kila kelihatan lebih cantik...wajahnya kelihatan berseri loh...'' kata Riri.


''Hem...aura-aura pengantin baru mah beda...'' sahut Reni.


''Kalian ini ngomong apa...biasa aja kali.'' sahut Kila lalu melipir ke arah dapur untuk mengecek stok dagangannya.


...****************...


''Kalian order makanan? kok gak bilang-bilang?'' tanya Kila saat keluar dari dapur dan melihat tumpukan beberapa kotak makanan karena kebetulan sudah mendekati jam makan siang. ''Kan mbak juga mau nitip.'' imbuhnya.


''Enggak mbak.'' jawab Riri.


''Lah itu?'' tanya Shakila sambil menunjuk ke arah kotak makanan di meja.


''Ini tadi ada kurir yang anterin.'' kata Riri. ''Dari suami mbak Kila katanya.'' sambungnya lagi.


''Dari Axel?'' tanya Shakila dan di angguki oleh Riri.


Dret


Dret


Ponsel Shakila berdering dan nama yang tertera di sana adalah Axel yang memanggil.


📞''Halo istri.'' sapa Axel ketika sambungan terhubung.


📞''Iya halo.'' jawab Shakila.


📞''Sudah terima kiriman makanan dari aku?'' tanyanya.


📞''Jadi ini beneran kamu yang kirim?'' tanya Shakila.


📞''Iya...aku gak mau kalau kamu sampai telat makan siang.'' sahutnya .''Jangan lupa di makan ya istri.'' imbuhnya lagi.


📞''He'em...kamu juga jangan lupa makan siang.'' kata Shakila.


📞''Tentu saja.'' sahut Axel. ''Sudah dulu ya istri...ini aku mau makan siang dulu, kakak Hanan udah dateng bawa makanan.'' katanya lagi memberi tahu.


📞''Iya.'' jawab Shakila dan panggilan pun terputus.


''Ri, bagi-bagi sama yang lain...jangan sampai ada yang gak kebagian.'' kata Shakila.


''Iya mbak Kila...'' jawab Riri. ''Wah sering-sering aja di kirimi makan siang kayak gini sama suami mbak Kila...bisa ngirit.'' ujarnya yang membuat Shakila tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2