Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 50


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Loh Ax, ini kan bukan jalan pulang.'' kata Shakila yang tersadar jika jalan yang mereka lewati tak menuju ke rumah.


''Memang.'' jawab Axel.


''Kita mau kemana?'' tanya Shakila namun Axel tak menjawabnya, sehingga semakin membuat Shakila penasaran kemana sebenarnya mereka berdua akan pergi.


Hingga setelah beberapa saat perjalanan tibalah mereka di pelataran parkir.


''Kita mau ngapain kesini?'' tanya Shakila.


''Aku mau makan kamu.'' jawab Axel sekenanya sambil membuka sabuk pengaman miliknya.


''Tap...'' kata Shakila.


''Kalau di rumah pasti kita akan direcoki oleh kedua anak bang Alvan sayang.'' potong Axel seolah tau apa yang akan di katakan Shakila. ''Katanya mau punya anak?'' tanyanya yang di angguki begitu saja oleh Shakila. ''Ya udah ayo kita bikin di sini.'' imbuhnya lagi dan mengajak Shakila untuk keluar bersamanya.


...****************...


Cklek


''Kalau disini kita akan bisa sepuasnya membuat anak...karena tak akan ada yang menggangu.'' kata Axel saat sudah masuk di dalam kamarnya dan langsung mengungkung tubuh Shakila.


Saat ini mereka ada di hotel yang sama dan kamar yang sama saat pernikahan mereka berdua di lakukan.


Hotel keluarga Narendra yang masih berada di bawah naungan AN grup dan ini juga kamar pribadi milik Axel.


''Tapi Ax, aku lapar.'' cicit Shakila yang memang mereka sedari tadi pagi belum memakan apapun.


Sangking hebohnya dengan kelahiran baby Dexa, mereka semua sampai melupakan sarapan paginya.


''Aku pun begitu, jadi kamu mau makan apa? biar aku memesannya.'' kata Axel yang susah kembali menegakan tubuhnya. ''Aku rasa kita butuh makan yang banyak agar kita bisa bertempur sampai malam.'' kata Axel yang langsung membuat pipi Shakila memerah.


''Axel.'' seru Shakila. ''Dasar mesum.'' imbuhnya lagi.

__ADS_1


''Jangan katakan aku mesum sayang...karena aku mesum juga hanya padamu saja.'' sahut Axel. ''Dan tanpa kemesuman dari ku...apa mungkin kita akan bisa membuat anak-anak yang lucu...'' imbuhnya lagi dengan sangat percaya diri. ''Sambil menunggu makanan tiba...bagaimana kalau kita mandi dulu...biar tubuh kita lebih segar.'' kata Axel memberi saran.


''Boleh, tapi kita mandinya bergantian saja.'' kata Shakila.


''Kenapa gak berdua saja sayang...?'' tanya Axel sambil menaik turunkan alisnya.


''Enggak.'' tolak shakila dengan tegas. ''Yang ada kita gak cuma mandi...tapi kamu memangsaku di dalam sana.'' kata Shakila yang sudah tau akal bulus sang suami.


''Tapi kamu sukakan!'' teriak Axel karena istrinya itu sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


Tak berselang lama, Shakila pun sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang jauh lebih segar berbalutkan handuk kimono.


''Hem wanginya istriku...'' ucap Axel dengan mengendus bagian leher Shakila.


''Geli Ax...'' kata Shakila. ''Sudah sana mandi dulu...kamu bau asem.'' kata Shakila lagi sambil menutup hidungnya mengunakan jari.


''Mana ada...orang wangi gini.'' kata Axel mengendus tubuhnya sendiri sambil pergi ke kamar mandi. ''Kalau sudah lapar...makan duluan saja sayang.'' kata Axel dari dalam.


Bukannya menuruti kata sang suami tapi Shakila malah memutuskan untuk duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Cklek


''Loh kok gak makan sayang?'' tanya Axel yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja, sedangkan bagian atas tubuhnya di biarkan terekspos begitu saja sehingga menampilkan perut kotak-kotak dan dada yang bidang, yang bisa membuat siapapun terpesona karena apalagi di tunjang dengan wajah yang tampan rupawan.


''Sayang...halo...'' kata Axel sambil melambaikan tangannya di depan wajah Shakila yang tak merespon ucapannya.


Walaupun setiap hari melihat serta menyentuhnya tetap saja Shakila terpesona di buatnya.


''Eh iya Ax.'' kata Shakila gelagapan.


''Lihatin apa sih?'' tanya Axel. ''Ini...'' tunjuknya pada perut sixpacknnya sendiri.


Axel meraih tangan Shakila dan meletakkannya di perutnya.


''Kamu itu gak cuma bisa lihat...tapi juga bisa pegang atau melakukan apapun sesukamu.'' kata Axel. ''Karena hak peten ada padamu sekarang sayang.'' sambungnya. ''Dan kamu ini kayak baru pertama lihat saja...selama ini kemana aja bu'...gak pernah perhatiin ya...'' godanya lagi.

__ADS_1


''Ish.'' desis Shakila yang merasa malu sendiri. ''Ax.'' panggil Shakila.


''Hem.'' sahutnya.


''Apa ada wanita lain yang pernah pegang ini selain aku?'' tanyanya sambil menunjuk naik turun dari dada sampai pusat inti sang suami.


''Ada.'' jawab Axel.


''Sudah aku duga.'' sahut Shakila dengan lemah. ''Aku memang bukan wanita yang pertama untukmu.'' sambungnya.


''Memangnya kamu gak pernah tau siapa wanita yang lebih dulu memegangnya?'' tanya Axel sebenarnya hanya untuk menggoda Shakila saja.


''Enggak.'' jawab Shakila.


''Kenapa?'' tanya Axel.


''Karena aku sudah tau jawabannya.'' sahut Shakila.


''Siapa memang?'' tanya Axel lagi.


''Pasti mantan kamu si Rossi...Rossi itu atau bahkan mungkin ada banyak wanita lain yang pernah melakukannya.'' jawab Shakila dengan menggebu.


Karena jujur hatinya seperti tak rela jika mengingat ada wanita lain yang sudah menjamah tubuh sang suami.


''Kamu salah.'' kata Axel. ''Karena yang pernah menyentuh ini semua...hanya mommy, karena beliau yang mengurusku dari kecil dan kamu...istriku tercinta.'' kaya Axel.


''Bohong.'' sanggah Shakila.


''Percayalah sayang.'' kata Axel yang sudah membawa wajah Shakila agar mendongak dan menatap ke arah matanya. ''Aku dan Rossi memang pacaran cukup lama...tapi aku sama sekali tak melakukan hal apapun yang melanggar norma.'' papar Axel. ''Dia memang meminta lebih dan mau melakukannya dengan suka rela...tapi aku selalu menolaknya.'' kata Axel lagi. ''Dan karena itu juga mungkin dia memilih untuk berselingkuh untuk memuaskan hasratnya yang tak di dapat dariku.'' sambungnya lagi.


''Masa...'' kata Shakila yang seolah tak percaya. ''Di mana-mana kucing kalau di kasih ikan ya pasti di embat...gak mungkin nolak...orang di depan mata.'' kata Shakila lagi.


''Karena aku bukan kucing sayang.'' kata Axel di sertai kekehan karena gak habis pikir kalau dirinya di samakan dengan kucing oleh istrinya sendiri. ''Aku itu selalu ingat kata mommy dan daddy untuk tak melakukan hal-hal seperti itu apalagi yang bisa merusak anak gadis orang.'' kata Axel. ''Kata daddy...ingatlah bahwa mommymu dan adikmu juga adalah seorang wanita...jadi ya...gitu deh.'' sambung Axel. ''Aku itu kalau pacaran ya yang normal-normal aja...kencan, pegangan tangan, ciuman...wajarlah ya kalau hanya di pipi dan kening saja.'' lanjutnya lagi.


''Bibir?'' tanya Shakila semakin ingin tau gaya berpacaran suaminya dulu.

__ADS_1


''Enggak...sebab kalau bibir pasti akan semakin menaikkan hasrat untuk mengeksekusi.'' jawab Axel. ''Sudah ya sayang...sekarang lebih baik kita makan dan aku gak mau kamu sebut nama Rossi dengan bibir manismu ini.'' kata Axel lalu mengecup sekilas bibir Shakila. ''Lagian aku juga sudah gak sabar untuk segera memakan hidangan utamaku ini.'' kata Axel lagi sambil menjawil hidung Shakila menggunakan jari telunjuknya tangan kanannya.


__ADS_2