
❤️ Happy Reading ❤️
''Ada apa Ax?'' tanya Hanan yang melihat sang bos buru-buru keluar dari ruangannya.
''Mau pulang kak.'' sahut Axel. ''Bu mil lagi ngidam.'' imbuhnya lagi sambil berjalan dengan tergesa.
Ini adalah kali pertama Shakila mengidam menginginkan sesuatu, jadi Axel sangat bersemangat sekali untuk bisa memenuhinya.
''Balik kantor lagi gak?'' seru Hanan.
''Iya.'' jawab Axel tak kalah berseru.
''Pak bos seneng banget kelihatannya ya pak.'' ujar sekretaris Axel sambil memandangi sang bos yang menghilang di balik kotak besi.
''He'em.'' sahut Hanan. ''Apalagi sekarang istrinya hamil...senengnya bertambah dia.'' sambungnya lagi.
''Namanya juga anak pertama pak.'' sahut sekretaris Axel. ''Bapak gak pengin gitu kayak pak Axel...nikah terus punya anak?'' tanyanya.
''Pengen tapi belum waktunya.'' sahut Hanan.
''Jangan kelamaan pak, nanti di gondol kucing loh.'' ledek sang sekretaris.
''Emangnya ikan asin di gondol kucing...ada-ada aja kamu ini.'' sahut Hanan.
''Lah kan kucing garong pak.'' sahutnya. ''Seorang wanita itu butuh kepastian pak...hubungan yang jelas...bukan di gantung terus.'' sambungnya lagi. ''Lama-lama bisa capek dan milih yang pasti-pasti aja.'' imbuhnya lagi.
''Sialan kamu.'' sahut Hanan dengan dongkol lalu pergi dari hadapan sang sekertaris yang membuat dirinya naik darah.
...****************...
''Sayang...aku pulang...'' seru Axel sambil berjalan menuju ke teman belakang.
Karena menurut informasi sang art, istri beserta mommy dan Kirana serta Alexa berada di sana.
''Ish jangan teriak-teriak kak.'' tegur sang mommy.
''Tau nih kayak di hutan aja.'' sambung Alexa.
''Hehehe maaf mom.'' ucap Axel. ''O iya kamu mau apa sayang?'' tanya Axel.
''Sudah bilang aja.'' kata sang mommy Shanum saat menantunya itu malah menatap pada dirinya.
''Aku pengen makan rujak.'' cicit Shakila.
''Oh ya ampun...tau gitu tadi aku beliin waktu pulang.'' kata Axel. ''Ya sudah aku cariin dulu ya...'' kata Axel.
''Aku gak mau itu.'' kata Shakila.
''Lah terus?'' tanya Axel.
__ADS_1
Dia bingung dengan istrinya saat ini, katanya ingin rujak tapi saat dia mau membelikannya katanya gak mau itu.
''Aku mau kamu yang bikin bumbunya.'' lirihnya lagi.
''Apa?'' tanya Axel setengah berteriak yang membuat Shakila menjadi menundukkan kepalanya karena mengira sang suami marah.
''Maaf...'' lirihnya.
Axel mengangkat wajah Shakila agar melihat dirinya, dan apa yang di lihatnya...mata wanitanya itu saat ini sudah berkaca-kaca sehingga membuatnya menjadi sangat merasa bersalah.
''Kenapa minta maaf, hem...'' kata Axel dengan nada normalnya. ''Aku tidak marah...jadi jangan nangis ya...'' imbuhnya lagi. ''Tapi masalahnya...aku itu gak bisa bikin bumbu rujak.'' sambungnya.
''Biar mommy bantu.'' kata mommy Shanum.
''Tapi mommy cuma boleh ngarahin aja, gak boleh bantu buat.'' kata Shakila.
''Iya mommy cuma ngasih instruksinya saja.'' kata mommy Shanum. ''Ayo kak...ke dapur.'' ajaknya pada Axel.
''Lah kamu mau kemana?'' tanya Axel yang menyadari bahwa istrinya itu ikut berjalan melangkah di belakangnya.
''Mau ikut ke dapur.'' jawabnya.
''Gak usah...kamu di sini saja sama mereka.'' bujuk Axel.
''Gak mau, aku mau lihat juga mau memastikan kalau kamu sendiri yang buat.'' ujar Shakila.
''Oh ya ampun...baiklah, ayo.'' kata Axel sambil menggandeng tangan istrinya menuju ke dapur.
...****************...
''Gak...tiga aja...gak lebih.'' tegas Axel. ''Aku gak mau kalau sampai perut kamu sakit gara-gara kebanyakan cabai.'' ujarnya.
''Gak pedes mana enak.'' keluhnya.
''Mau ini tau gak usah pakek cabai sekalian.'' tegas Axel.
''Ya udah iya tiga aja.'' putus Shakila dari pada gak pakai cabai sama sekali.
Lagian mana ada bumbu rujak gak pakai cabai.
Mommy Shanum yang melihat perdebatan anak dan menantunya itu hanya bisa tersenyum.
Axel yang super over protective dan Shakila yang semenjak hamil jadi sedikit ngeyel dan senang berdebat dengan Axel.
Tapi cuma perdebatan-perdebatan kecil seperti ini yang gak menimbulkan masalah.
''Biar di situ aja sayang...jangan di pindah ke piring, nanti rasanya jadi beda.'' kata Shakila saat Axel hendak mengambil piring untuk bumbu rujak.
''Ini.''kata Axel yang sudah menyelesaikan tugasnya dan meletakkannya di depan Shakila lengkap dengan masih memakai cobeknya.
__ADS_1
''Sekarang aku mau kamu yang potongin buahnya juga.'' rengeknya lagi.
''Baiklah...mau buah apa?'' kata Axel dengan sabar.
''Aku mau buah apel yang merah sama hijau, terus pir madu, sama mangga yang masih mengkel.'' jawab Shakila.
''Sudah itu saja?'' tanya Axel memastikan.
''Aku mau kamu potong kotak-kotak lalu di campur dan di aduk jadi satu di sini.'' tutur Shakila sambil menunjuk tempat bumbunya.
''Baiklah tuan putri...hamba siap melaksanakannya.'' jawab Axel sambil menundukkan sedikit tubuhnya ala-ala pelayan di sebuah kerajaan dan itu membuat Shakila tertawa.
Dan Axel sungguh senang melihat tawa itu...tawa yang terbit dari bibir istri tercintanya.
Axel juga sangat bersyukur karena istrinya itu tak mengalami morning sickness dan semua makanan pun bisa masuk.
Jadi dia tak perlu terlalu khawatir terlebih dengan asupan yang masuk untuk perkembangan sang baby.
''Eith...kamu sudah makan siang apa belum?'' tanya Axel sambil menahan tangan Shakila yang hendak mengambil rujak di hadapannya.
''Belum.'' jawab Shakila.
''Gak boleh makan ini kalau gak makan siang dulu...'' kata Axel.
''Tapi aku sudah pengen sayang, kalau makan dulu kelamaan.'' kata Shakila namun sang suami menggelengkan kepalanya. ''Satu suap aja ya...boleh ya aku coba sekarang...'' rengeknya.
''Enggak boleh.'' tegas Axel. ''Ayo makan dulu...aku suapi kamu.'' bujuk Axel. ''Kebetulan aku juga belum makan siang dan aku sudah lapar ini.'' imbuhnya yang lagi dan lagi mau tak mau Shakila menurutinya.
...****************...
''Oh so sweet banget sih kalian...bikin iri deh.'' seloroh Kinara saat melihat Axel yang makan sepiring berdua dengan Axel yang menyuapi Shakila.
''Bukan so sweet kak...tapi kalau gak gini dia agak mau makan dan lebih memilih buat makan rujak langsung.'' sahut Axel yang membuat wajah Shakila cemberut.
''Sudah ya sayang...'' kata Shakila yang sebenarnya sudah gak sabar ingin makan rujaknya.
Membayangkan rujaknya tadi aja membuat serasa air liurnya ingin menetes.
''Habisin...baru boleh.'' kata Axel sambil terus menyuapkan nasi ke mulut Shakila.
Terus dan terus hingga tak terasa piring yang tadinya sangat penuh tandas tak tersisa oleh mereka berdua.
''Sekarang sudah boleh ya...'' kata Shakila yang seperti anak kecil.
''He'em.'' jawab Axel dengan menganggukkan kepalanya.
''Yech...'' sorak Shakila dengan girang.
''Mau kemana?'' tanya Axel saat Shakila dengan sangat antusias ingin beranjak dari duduknya.
__ADS_1
''Mau ke dapur...kan mau...'' cicit Shakila.
''Sudah di sini saja...biar di bawa kemari sama art.'' potong Axel.