
❤️ Happy Reading ❤️
''Hoam....'' Shakila menggeliat dari tidurnya sambil mengusap.
''Tutup mulutmu.'' seru Axel yang baru dari kamar mandi, membuat Shakila berlonjak kaget dan langsung membuka kedua matanya dengan sempurna.
Malu itulah yang di rasakan Shakila saat ini, dia lupa bahwa saat ini tak hanya dirinya yang ada di kamar itu melainkan ada Axel suaminya...pria yang baru menikahinya kemarin.
''Buruan.'' kata Axel lagi.
''Eh i...iya.'' sahut Shakila lalu turun dari tempat tidur dan berjalan melewati Axel menuju ke kamar mandi.
Cklek
Hampir setengah jam berlalu, akhirnya Shakila keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi.
''Itu ada pakaian untukmu.'' kata Axel sambil menunjuk dengan dagunya ke arah di mana sebuah paper bag berada.
''Oh terimakasih.'' ucap Shakila.
Shakila membawa paper bag tersebut kedalam ruang ganti.
''Baik juga ternyata tuh orang.'' gumam Shakila sambil mengeluarkan pakaian yang ada di dalamnya.
...****************...
Axel dan Shakila turun kelantai bawah untuk sarapan terlebih dahulu, sedangkan koper yang berisi pakaian mereka sudah Axel titipkan kepada bagian resepsionis hotel. Maklumlah namanya juga hotel milik keluarga sendiri jadi ya...bisa lumayan seenaknya.
''Mommy dan yang lainnya mana Ax?'' tanya Shakila yang sedari celingak-celinguk mencari keberadaan keluarga suaminya.
''Mereka siaga pulang.'' jawab Axel.
''Oh.'' beo Shakila.
''Honey...'' seru Rossi yang tiba-tiba datang entah dari mana.
''Rossi...kamu di sini?'' tanya Axel kaget. ''Tolong jaga sikap...ini di luar Ros.'' peringat Axel saat Rossi hendak merangkul lengannya.
__ADS_1
''Kenapa?'' tanya Rossi dengan kesal.
''Kamu lupa kalau aku kemarin sudah menikah sama dia?'' tanya Axel. ''Dan disini ada banyak pasang mata dan telinga yang bisa melihat plus mendengarnya.'' sambung Axel.
''Tapikan kamu itu masih kekasih aku honey.'' rengek Rossi dengan manjanya.
''Hem...baru jadi kekasih aja bangga...aku yang istrinya...biasa aja.'' gumam Shakila yang masih bisa di dengar oleh kedua orang yang katanya sepasang kekasih tadi.
''Apa kamu bilang...'' geram Rossi dan ingin menghampiri Shakila untuk memberinya sedikit pelajaran.
''Apa kamu mau reputasi aku dan keluargaku hancur karena ini?'' tanya Axel dengan tegas untuk menghentikan aksi sang kekasih. ''Kalau kamu ingin ikut sarapan denganku...duduk dan jangan melakukan apa pun yang dapat membuat atensi negatif dari orang-orang.'' tuturnya.
''Hem baiklah.'' pasrah Rossi.
Sedang Shakila sendiri kembali fokus kepada makanannya tanpa mau memperdulikan lagi keadaan sekitar termasuk Axel dan wanitanya itu.
''Aku ke toilet sebentar.'' kata Axel yang hendak berdiri seusai sarapan.
''Jangan mentang-mentang kamu sekarang istrinya Axel jadi kamu bisa besar kepala ya.'' kata Rossi begitu memastikan bahwa Axel sudah tak terlihat di sana. ''Kamu ini hanya istri di atas kertasnya sedangkan kau kekasihnya...orang yang ada di dalam hatinya.'' imbuhnya lagi dengan bangga.
''Tapi itu hanya status saja...ingat itu.'' kata Rossi tak mau kalah.
''Benar itu hanyalah status...tapi status saya lebih kuat di bandingkan dengan situ.'' balas Shakila tak mau kalah.
''Dasar pelakor.'' cibir Rossi.
''Ck mana ada yang namanya istri sah pelakor...yang ada situ yang di anggap pelakor.'' kata Shakila lagi.
''Akan aku pastikan kamu akan segera di cerai oleh Axel.'' geram Rossi.
''Aku tunggu hal itu mbak.'' sahut Shakila. ''Kalau bisa...'' imbuhnya lagi dengan sangat percaya diri.
Memang benar pernikahan mereka bukan dilandasi rasa saling cinta melainkan karena perjodohan atau mungkin lebih tepatnya nikah paksa, namun bagi Shakila pernikahan bukanlah sebuah permainan...pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sebisa mungkin harus di pertahankan.
Jadi percaya diri harus dan terlihat kuat juga harus untuk membasmi para bibit pelakor yang saling banyak beterbangan dengan bebas.
Rossi baru mau membuka mulut untuk membalas kata-kata Shakila...namun sayang sudah keburu Axel datang sehingga dirinya pun mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
''Maaf Rossi kita harus pergi.'' kata Axel begitu sampai di meja mereka. ''Mommy sudah menelpon.'' sambungnya lagi.
''Hem baiklah.'' sahut Shakila lalu berdiri dari duduknya. ''Bay...bay...mbak yang katanya pacar suami saya...'' bisik Shakila tepat di telinga Rossi ketikan dirinya berjalan melewati wanita itu.
Sontak saja perkataan Shakila itu semakin membuatnya Rossi geram dan marah.
''Kurang ajar.'' geram Rossi dengan tangan yang sudah terkepal menahan emosi yang akan meledak.
...****************...
''Ngobrol apa tadi sama Rossi?'' tanya Axel saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil menuju ke kediaman Narendra. ''Kayaknya kalian tadi terlihat akrab.'' sambungnya.
''Enggak juga...kami hanya membicarakan tentang suamiku yang katanya kekasih dia.'' sahut Shakila dengan seenaknya dan apa adanya.
''Ck.'' decak Axel. ''Jangan mulai deh Kil.'' kata Axel.
''Lah memang itu kenyataannya kan.'' sahut Shakila.
Axel pun enggan untuk menanggapi lagi karena pasti semakin dirinya menyahuti maka akan semakin berbuntut panjang dan tak berujung, jadilah mereka berdua hanya diam sepanjang jalan sampai di mension.
...****************...
''Selamat datang kembali sayang...'' seru mommy Shanum saat melihat putra dan menantunya masuk.
''Ck lebay.'' cibir Axel yang tentu saja langsung mendapatkan pelototan mata dari sang mommy.
''Kalian lebih baik langsung istirahat saja, karena nanti sore kalain akan pergi untuk berbulan madu.'' kata mommy Shanum.
''Mom...aku lagi banyak kerjaan.'' protes Axel.
''Ck, cuma beberapa hari Ax...dan itupun hanya di Bali.'' kata mommy Shanum. ''Lagian kerjaan juga masih bisa di handle sama kak Hanan kalau cuma beberapa hari saja.'' sambungnya lagi.
''Terserah mommy sajalah.'' pasrah Axel, karena mau membantah mommynya pun tak akan pernah mungkin bisa.
''Oh iya Kil, kamu langsung saja ke kamar Axel.'' kata mommy Shanum. ''Barang-barang kamu semuanya juga sudah di pindahkan kesana semua.'' imbuhnya lagi. ''Sudah sana susul suami kamu.'' sambungnya lagi.
''Iya mom.'' jawab Shakila.
__ADS_1