
❤️ Happy Reading ❤️
''Uh anak-anak mommy...'' seru Shakila ketika dirinya sampai di rumah.
''Bersih-bersih dulu mom.'' peringat Axel sambil menjauhkan baby Arsen yang di gendongnya saat sang istri berjalan mendekat ingin menghampiri mereka.
''Oh iya lupa.'' kata Shakila sambil cengengesan dan tangan yang menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali. ''Mommy bersih-bersih dulu sayang...'' katanya pada sang buah hati.
Kila pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, setelah itu dirinya menyempatkan untuk memompa asinya terlebih dahulu, mengingat sudah beberapa jam tak di keluarkan sehingga membuat bengkak dan sedikit nyeri.
Cklek
''Mommy.'' panggil Axel yang baru saja masuk dengan mendorong stroller si kembar. ''Kok meringis gitu?'' tanya Axel yang biasanya kalau lihat istrinya sedang memompa ASI tak pernah berekspresi seperti itu...biasa aja.
''Sedikit nyeri.'' jawab Shakila. ''Kan baru di pompa lagi.'' sambungnya.
''Ehm gimana tadi me time bareng mommy juga kak Kinara dan Alexa? seru gak?'' tanya Axel.
''Seru banget.'' jawab Shakila. ''Tapi tetap aja sih masih ke pikiran sama si gemesin ini.'' kata Shakila sambil mengelus pipi kedua anaknya secara bergantian.
''Itu hal yang wajar...karena ini mulai pertama kamu pergi, apalagi tanpa anak-anak.'' sahut Axel. ''Tapi aku maunya kamu itu tetap ada waktu buat dirimu sendiri...me time.'' kata Axel.
''Iya.'' jawab Shakila.
''O iya tentang tempat yang mau kamu jadiin cafe, kapan kamu mau lihat kesana?'' tanya Axel.
''Hem kapan ya...'' kata Shakila sembari memikirkan waktu yang tepat.
''Besok saja gimana?'' usul Axel. ''Kebetulan besok jadwal aku gak padat dan gak ada meeting juga.'' sambungnya.
''Emmm...'' gumam Shakila yang masih mempertimbangkan usul sang suami.
''Besok sebelum jam makan siang, kamu datang saja ke perusahan dengan supir.'' kata Axel.
''Tapi aku boleh bawa anak-anakkan?'' tanya Shakila.
''Boleh, asal kamu juga bawa kedua baby sitter mereka.'' sahut Axel.
''Tap...'' kata Shakila yang hendak protes.
''Iya atau enggak sama sekali...gak usah lagi mikirin usaha.'' tegasnya.
__ADS_1
''Iya, nanti aku bawa mereka.'' sahut Shakila dengan kesal karena ancaman sang suami.
...****************...
''Lagi masak apa Kil?'' tanya mommy Shanum yang menghampirinya ke dapur, dan juga karena memang ini sudah waktunya makan siang jadi beliau ingin memasak untuk keluarganya.
''Eh ini mom, lagi bikin makanan untuk makan siang daddynya anak-anak.'' jawab Shakila.
''Axel mau pulang?'' tanya mommy Shanum.
''Enggak mom, tapi nanti aku sama anak-anak mau ke perusahaan.'' jawab Shakila.
''Tumben?'' tanya mommy Shanum.
''Karena rencananya setelah makan siang, kami akan pergi untuk melihat tempat yang mau aku jadiin cafe mom.'' jawab Shakila.
''Oh sudah dapat tempatnya?'' tanya mommy Shanum. ''Tapi kamu bawa baby sitternya si twins kan?'' tanya mommy Shanum.
''Iya mom...tentu saja.'' jawab Shakila. ''Eh ngomong-ngomong mommy kok ke dapur?'' tanya Shakila
''Biasa mau siapin makan siang'' jawab mommy Shanum.
''Ini aja mom.'' sahut Shakila. ''Shakila masak banyak kok.'' sambungnya.
''Iya baik mom.'' jawab Shakila.
''Banyak banget?'' tanya mommy Shanum saat melihat Shakila mengemas masakannya.
''Iya yang tiga ini buat kedua baby sitter twins sama sekertaris daddynya anak-anak mom.'' tunjuk Shakila pada tiga buah sterofom yang di dalamnya sudah ada nasi lengkap dengan lauk pauknya. ''Terus kalau yang ini buat aku, daddynya twins sama kak Hanan.'' tunjuknya lagi pada tempat makan susun yang dimana nasi beserta lainnya di letakkan pada wadah yang terpisah.
Bukannya membeda-bedakan tapi kalau baby sitter sama sekretaris Axel di ajak makan bareng pasti gak mau karena mereka sungkan, sedangkan kalau nunggu Kila beserta suami dan Hanan selesai makan...jelas gak mungkin, lagian Shakila juga gak mau ngasih bekas sisa makanan ke orang lain...gak sopan itu namanya.
''Jangan lupa bawa buah juga.'' kata mommy Shanum mengingatkan.
''Ini, aku sudah bikin salat buah mom buat di bawa.'' jawab Shakila sambil menunjukan enam box berukuran sedang yang di ambilnya dari dalam kulkas. ''Di kulkas juga masih...untuk mommy dan daddy.'' sambungnya lagi.
''Terimakasih sayang, kalau gitu mommy ke kamar si kembar dulu...biar mommy yang bantu mereka bersiap.'' kata mommy Shanum. ''Dan sebaiknya kamu juga segera siap-siap dan segera berangkat, takutnya kena macet...kasihan anak-anak.'' sambungnya lagi.
''Iya mom.'' jawab Shakila.
Maklum namanya juga kota besar...setiap pagi, masuk jam makan siang dan pulang kerja...pasti akan sangat macet.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap...Shakila menghampiri kedua buah hatinya yang ternyata sudah berada di lantai bawah bersama mertuanya.
''Nah itu mommy.'' kata mommy Shanum saat melihat kedatangan menantunya.
''Keperluan anak-anak sudah di siapkan mbak?'' tanya Shakila pada pengasuh ke dua anaknya.
''Sudah nyonya.'' jawab salah satu dari mereka.
''Benar-benar sudah di periksa lagikan? tanya Shakila. ''Takutnya nanti ada yang tertinggal.'' sambungnya.
''Iya sudah nyonya.'' jawabnya lagi.
''Sudah sana kalian cepet berangkat...'' kata mommy Shanum. ''Cucu-cucu oma yang pinter...nanti jangan rewel ya sayang...jalan-jalan ke kantor daddy.'' kata mommy Shanum seolah sedang memberi peringatan pada kedua cucunya yang masih bayi.
''Kami pergi dulu ya mom.'' pamit Shakila.
''Iya, hati-hati ya sayang.'' kata mommy Shanum. ''Ingat pesan oma...'' katanya lagi pada kedua cucunya.
...****************...
Semua orang langsung menunduk dengan hormat ketikan berpapasan dengan Shakila, karena mereka tau siapa wanita yang baru saja masuk di lobi perusahan dengan mendorong stroller bayi.
Ya dia adalah nyonya muda Shakila Axel Narendra...menantu keluarga Narendra...istri dari penguasa tertinggi perusahaan tersebut sekaligus ibu calon pewaris selanjutnya.
Di belakang Shakila ada kedua baby sitter si kembar yaitu Lala dan Nila yang membawa tas perlengkapan si kembar dan juga paper bag yang berisikan makanan untuk makan siang mereka semua nanti.
Ting
''Wah ponakan uncle...tumben ke perusahaan?'' tanya Hanan dengan semangat saat melihat siapa yang keluar dari pintu lift khusus petinggi perusahaan itu.
''Apa kabar kak?'' tanya Shakila.
''Baik nyonya bos.'' jawab Hanan.
''Apaan sih kak...biasa aja gak usah pakek nyonya segala.'' sahut Shakila. ''Axel ada kak?'' tanya Shakila sembari mengembangkan senyumnya.
''Ada di dalam ruangannya Kil.'' jawab Hanan. ''Uh ponakan uncle makin gemoy aja...gemesin.'' kata Hanan yang melihat ke dalam stroller bayi.
''Keruangan Axel yuk kak...kita makan siang bareng.'' ajak Shakila. ''Dan aku gak terima penolakan loh kak.'' sambungnya lagi.
''Aku ke ruangan aku dulu...simpan ini, nanti aku nyusul.'' kata Hanan sambil menunjukan sebuah map yang ada di tangannya.
__ADS_1
''Bener ya...awas kalau enggak.'' kata Shakila dan di angguki oleh Hanan. ''Aku masuk duluan kak.'' pamit Shakila.