Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 90


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari terus berganti...tahun demi tahun pun telah berlalu hingga saat ini si kembar Arsen dan Syila pun sudah mulai beranjak dewasa.


Kehidupan Shakila yang semakin bahagian karena bisa melihat tumbuh kembang kedua buah hatinya.


Bisnis yang sukses hingga saat ini cafe miliknya telah memiliki cabang di mana-mana.


Keluarga yang sangat harmonis dengan suami yang sangat mencintainya.


Bahkan cinta mereka berdua seakan terus tumbuh seiring berjalannya waktu dan semakin besar.


Bukan tak pernah ada konflik atau masalah, karena yang namanya sebuah hubungan pasti akan ada ujian dengan batu-batu kerikil yang harus mereka lewati.


Tapi bagi Shakila dan Axel keterbukaan serta kejujuran di tambah dengan kesetiaan adalah kunci utama hubungan mereka hingga bisa bertahan sampai saat ini.


Jika ada masalah apalagi yang sedikit berat...maka mereka akan mengingat tapak tilas bagaimana perjalan ruang tangga mereka hingga sampai saat ini, yang mereka lalui tak mudah pada awal pernikahan tapi nyatanya mereka bisa.


''Selamat pagi mommy, daddy, oma, opa.'' sapa princess kelurga Narendra yang baru saja turun dari kamarnya.


''Selamat pagi sayang.'' sahut mereka semua.


''Kakak kamu mana sayang?'' tanya mommy Shakila.


''Aku disini mom.'' sahut Arsen.


''Karena sudah berkumpul semua...lebih baik sekarang kita mulai saja sarapannya.'' kata opa Arya.


Mereka pun mulai memakan sarapan paginya...sarapan yang selalu di buat dengan sepenuh cinta oleh mommy Shakila.


Makan dengan cita rasa yang tak pernah berubah dan selalu pas di lidah mereka semua.


''Bagaimana bisnis salon kecantikan kamu Syil?'' tanya oma Shanum seusai mereka sarapan.


''Semuanya berjalan lancar oma.'' jawab Syila. ''Dan rencananya aku juga mau buka cabang baru lagi oma.'' sambungnya lagi.


''Terus kapan kamu akan ambil alih mengurus usaha cafe mommy sayang?'' tanya Shakila. ''Kak Ara saja sudah lama mengelola toko bunga milik mama Kinara loh.'' sambungnya. Dan Dexa juga sudah mengambil alih rumah sakit mami Alexa.'' imbuhnya.


''Setelah pembukaan cabang salonku yang baru ya mom...aku janji.'' kata Syila berusaha untuk meyakinkan sang mommy.


''Baiklah...mommy pegang janji kamu.'' kata mommy Shakila.


''Aku sudah selesai...aku berangkat duluan.'' pamit Arsen.


''Hati-hati sayang.'' pesan mommy Shakila.

__ADS_1


''Kenapa tu anak semakin dingin saja.'' kata oma Shanum. ''Gimana mau dapat jodoh kalau kayak gitu terus.'' sambungnya lagi.


''Em...Syila juga berangkat ya...'' pamitnya pada semua.


Hingga satu persatu anggota keluarga pergi satu persatu meninggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia lanjut...yaitu Oma Shanum dan opa Arya.


...****************...


Brak


''Sial...'' umpat Arsen saat tak sengaja mobil yang di kendarainya menabrak sepeda motor yang memotong jalan dengan seenaknya.


Tok


Tok


Tok


''Anda harus ganti rugi.'' tanpa basa basi si pengendara motor langsung saja meminta ganti rugi saat Arsen membuka kaca mobilnya.


''Kamu yang main nyelonong motong jalan...kamu juga yang minta ganti rugi.'' kata Arsen. ''Dasar aneh.'' cibirnya.


''Pokoknya aku gak mau tau.'' kata orang itu. ''Oh atau jangan-jangan kamu itu tak punya uang...hem...naik kendaraan mahal tapi sayang tak punya uang.'' katanya mengejek Arsen yang membuat pemuda itu mencekram setir kemudi mobilnya.


Srek


''Ini.'' kata Arsen.


Lalu pergi begitu saja ketika uang itu di terima.


Sedangkan pengendara motor itu langsung kembali lagi ke motornya dengan jalan tertatih.


''Awas saja jika ketemu lagi.'' gerutunya.


...****************...


''Selamat pagi.'' ucap gadis yang baru saja masuk ke dalam toko bunga.


''Pagi.''


''Ya ampun Aluna...kamu kenapa?'' tanya seorang wanita pemilik tempat itu. ''Kok bisa kayak gini?'' tanyanya lagi saat melihat keadaan Aluna.


''Aku tadi jatuh dari motor mbak.'' jawabnya.


''Sini di obati dulu lukanya biar gak infeksi.'' kata Ara sambil menuntun Aluna untuk duduk di sofa yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini...ya toko bunga itu adalah milik Ara yang di turunkan dari sang mama...Ara adalah anak kedua dari Alvan dan Kinara.

__ADS_1


''Aw...'' rintih Aluna.


''Perih ya? Maaf-maaf...'' ucap Ara. ''Kita ke rumah sakit aja ya buat periksa luka kamu.'' ajaknya.


''Gak usah mbak...ini cuma lecet-lecet aja kok.'' sahut Aluna.


Sedangkan di tempat lain ada Arsen yang sedang mengumpat.


''Pagi-pagi sudah bikin mood aku hancur saja.'' kesalnya mengingat kejadian di jalan tadi.


...****************...


''Uh...badanku rasanya sakit semua.'' keluh Aluna sewaktu bangun tidur keesokan paginya. ''Ini pasti gara-gara jatuh kemarin.'' katanya lagi.


Tapi walaupun seperti itu, Aluna tetap memaksakan dirinya untuk bangun dan bekerja.


Dia tak boleh terlalu memanjakan tubuhnya, karena untuk seorang sepertinya tak ada waktu untuk berleha-leha.


Aluna lalu bangkit dan membersihkan kamar kos miliknya.


Ya Aluna hanya tinggal di tempat kos-kosan dengan ruangan yang hanya sepetak .


Tak terasa air mata Aluna menetas saat dirinya baru saja menyuapkan satu suap makanan ke mulutnya.


''Andai saja mama masih ada...mungkin hidup Aluna gak seperti ini ma.'' lirihnya. ''Huh jangan cengeng Aluna...kamu harus kuat dan kamu gak boleh mengeluh atau mamamu yang sudah ada di surga akan ikut bersedih nantinya.'' sambungnya untuk menyemangati dirinya sendiri.


Aluna lekas menyelesaikan sarapannya, dia harus segera pergi ke kampus untuk kuliah dan setelah itu harus ke toko bunga tempatnya bekerja, tempatnya mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup serta pendidikannya yang sebentar lagi akan selesai.


Kemarin dirinya berangkat awal ke toko karena tak ada jadwal untuk kuliah, tapi sayangnya dirinya malah terkena musibah.


...****************...


''Banyak pesanan ya mbak?'' tanya Aluna saat siang ini tiba di toko bunga.


''Aku sampai lupa ya gak bilang sama kamu kalau hari ini memang ada pesenan beberapa rangkaian bunga untuk acara anniversary.'' jawab Ara. ''O iya Luna, mbak minta tolong ya nanti kamu ikut bantu antar, soalnya Meri ijin gak masuk hati ini.'' kata Ara.


''Iya mbak.'' jawab Aluna.


Sore hari saat semua rangkaian bunga sudah siap dan susah di naikkan di dalam mobil, Aluna dan beberapa karyawan yang lain pun langsung berangkat.


Selain rangkain bunga yang di letakkan di dalam untuk hiasan, ada juga beberapa papan ucapan yang di angkut sehingga mereka harus menggunakan tiga mobil untuk membawanya.


''Rumahnya gede ya...'' kata Deri yang ayu mobil dengan Aluna.


''He'em.'' sahut Aluna. ''Tapi wajar aja sih...namanya juga orang kaya.'' sambungnya. ''Dah yuk ah keluar...biar kerjaan kita cepat kelar.'' imbuhnya lagi.

__ADS_1


Para karyawan laki-laki mulai mengangkat papan ucapan sedang para karyawan wanita mulai menurunkan box-box yang berisi rangkaian bunga dan membawanya masuk ke area dalam rumah sesuai instruksi dari orang yang ada di sana.


__ADS_2