Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 57


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Eugh...'' lenguh Shakila yang berusaha membuka matanya, kepalanya juga masih terasa pusing saat ini.


''Sayang...'' lirih Axel yang duduk di samping ranjang Shakila dan mendengar lenguhan dari wanita yang sedari tadi telah membuatnya sangat khawatir.


Tak lupa dengan tangan Axel yang sedari tadi tak melepaskan genggamannya dari salah satu tangan Shakila.


Shakila mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum membukanya secara penuh, dia yang baru saja siuman...berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.


''Sayang...'' panggil Axel dengan lembut saat istrinya itu sedang mengedarkan pandangannya saat ini.


''Kita ada di mana sayang?'' tanya Shakila.


''Kita ada di rumah sakit.'' jawab Axel. ''Jangan banyak bergerak dulu sayang...dan tangannya jangan ditekan, nanti infusnya berdarah.'' kata Axel saat Shakila berusaha untuk bangun.


Shakila sama sekali belum sadar kalau tangannya saat ini telah tertancap jarum infus...barulah dia melihat kearah tangannya setelah Axel memberi tahu.


''Kok kita ada disini?'' tanya Shakila yang masih bingung.


''Tadi kamu pingsan di ruko.'' jawab Axel. ''Kamu benar-benar membuatku takut sayang.'' imbuhnya lagi.


''Maaf.'' lirih Shakila.


Dia baru ingat bahwa tadi sewaktu di ruangannya, saat Shakila keluar dari kamar mandi kepalanya terasa pusing, pandangannya serasa berputar dan entahlah dia tidak tau lagi karena yang dia ingat tiba-tiba semuanya menjadi gelap.


Axel tak lupa memencet tombol yang ada di di sebelah ranjang Shakila yang di gunakan untuk memanggil perawat yang bertugas.


''Aku mau duduk.'' rengeknya.


''Sebentar...aku naikkan dulu.'' kata Axel yang dengan cekatan mengatur ketinggian yang nyaman untuk posisi Shakila.


Tak berselang lama dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksa perkembangan Shakila dan mereka mengatakan kalau kondisi Shakila saat ini jauh lebih baik, namun harus tetap di rawat untuk beberapa saat agar mereka bisa lebih memantaunya.


''Aku sebenarnya kenapa sayang?'' tanya Shakila saat sang dokter dan yang lainnya sudah pergi.


''Gak apa-apa...kamu hanya sedikit kelelahan saja.'' jawab Axel. ''Dan mulai sekarang kamu harus mulai perhatiin kondisi kamu...gak boleh kelelahan, gak boleh banyak pikiran apalagi sampai stres.'' tutur Axel. ''Karena sekarang ada dia di sini...'' katanya lagi dengan tangan yang menyentuh perut Shakila dengan lembut.


''Ma...maksudnya'' tanya Shakila ingin memastikan apa yang ada di otaknya saat ini begitu melihat ke arah tangan Axel yang mengelus perutnya.


''Kamu hamil sayang...ada anak kita sekarang di sini...'' kata Axel dan Shakila langsung menatap ke arahnya sehingga membuat Axel menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Tangan Shakila perlahan mulai ikut menyentuh perutnya.


''Anak mommy...terimakasih sayang karena kamu telah hadir dan bersemayam di perut mommy...'' ucap Shakila dengan air mata yang telah menetes. ''Mommy dan daddy menunggu kehadiranmu di sini sayang...love you nak.'' imbuhnya lagi.


Axel kemudian berisi dari duduknya dan merangkul tubuh Shakila, sesekali dia pun memberi kecupan di puncak kepalanya...


''Terimakasih sayang...'' ucap Axel pada sang istri.


Adegan tersebut terjadi hingga beberapa waktu sampai Axel memutuskan untuk kembali duduk ke tempatnya semula.


''Sayang...aku mau minum.'' kata Shakila yang memang merasa haus.


Axel dengan sigap mengambil air mineral yang masih tersegel, lalu membukanya dan tak lupa juga di beri pipet agar Shakila lebih mudah untuk meminumnya.


Cklek


''Sayang...kamu sudah sadar?'' tanya mommy Shanum yang baru masuk dengan daddy Arya.


Mereka berdua baru kembali dari rumah untuk mengambil beberapa pakaian untuk Axel juga Shakila serta membawa beberapa makanan juga untuk makan malam mereka.


''Selamat ya sayang untuk kehamilanmu.'' ucap mommy Shanum.


''Kalau kamu menginginkan sesuatu, jangan segan-segan untuk memberitahu atau meminta pada kami maupun pada suamimu.'' kata mommy Shanum.


''Iya mom.'' jawab Axel.


''Makan ya sayang...pasti anak kita juga sudah kelaparan di dalam sana...'' kata Axel dan di angguki oleh Shakila.


''Ini mommy bawakan sup sarang burung walet untukmu sayang.'' kata mommy Shanum. ''Mommy sendiri loh yang tadi masak ini...khusu untuk menantu juga cucu mommy.'' imbuhnya lagi.


Sarang burung walet bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan bayi, mencegah depresi, sumber asam amino, sumber mineral, mengandung antioksidan dan triptofan untuk menjaga pertumbuhan janin, mengurangi resiko Stretch Mark dan juga mempercepat pemulihan pasca persalinan.


Kandungan kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium baik untuk tubuh ibu hamil dalam menangkal radikal bebas.


Asam amino triptofan di dalamnya juga mambantu mengurangi kecemasan dan kelelahan pada ibu hamil.


''Terimakasih mom...maaf jadi ngerepotin.'' ucap Shakila.


''Ngerepotin apa?'' kata mommy Shanum. ''Gak ada yang ngerepotin kalau untuk menantu juga cucu mommy.'' sambungnya sambil mengambil makanan untuk Shakila. ''Hum mommy sudah gak sabar nunggu dia lahir...pasti rumah akan semakin ramai.'' imbuh mommy Shanum lagi.


Mereka memang sudah mempunyai tidak orang cucu sebelumnya namun merekakan tinggal di rumah masing-masing tak bersama oma dan opanya, jadi rumah mereka tetap saja sepi hanya ramai di hari-hari tertentu saja.

__ADS_1


...****************...


''Besok kita USG ya untuk melihat anak kita...'' kata Axel saat Shakila sudah menyelesaikan makannya dengan di suapi oleh Axel.


''He'em.'' jawab Shakila.


Jujur saja dirinya juga sudah gak sabar untuk melihat penampakan anaknya yang masih ada di dalam perut.


Dia seolah sudah membayangkan akan seperti apa anaknya nanti...pasti kalau baby boy akan tampan seperti daddynya, dan kalau baby girl malah Shakila ingin seperti mommy Shanum yang tak hanya cantik parasnya saja tapi juga sangat cantik hatinya.


''Kenapa senyum-senyum sayang?'' tanya Axel.


''Eh...aku lagi bayangin gimana anak kita nanti...jadi sudah gak sabar.'' sahut Shakila.


''Terlebih aku sayang...'' kata Axel.


Cklek


''Cie calon daddy...'' ledek Alvan yang baru saja masuk bersama Kinara. ''Selamat ya Ax.'' ucap Alvan yang merangkul adik laki-lakinya itu.


Kinara pun melakukan hal yang sama pada Shakila.


Tak lupa pula mereka menyapa serta menyalami dengan takzim kedua orangtuanya.


''Anak-anak mana bang?'' tanya Axel yang tak melihat kedua keponakannya ikut serta.


''Mereka di rumah sama para art.'' jawab Alvan.


''Mereka berdua sudah tidur dari tadi jadi kami tinggal.'' sambung Kinara.


''Tumben? apa mereka sakit?'' tanya mommy Shanum yang jadi khawatir pada kedua cucu dari putra tertuanya.


''Enggak kok mom, tadi mereka itu terlalu asik main jadi tidur siangnya gak lama mom, makanya sudah tidur.'' jawab Kinara yang membuat perasaan mommy Shanum menjadi lega.


''Gimana rasanya mau jadi daddy Ax?'' tanya Alvan.


''Hem gak bisa di ungkapin dengan kata-kata bang bagaimana rasanya.'' kata Axel.


''Tapi mulai saat ini kamu harus siap siaga 24 jam untuk menuruti permintaan aneh-aneh sang bumil.'' peringatnya.


''Itu yang aku nantikan bang.'' sahut Axel dengan tawanya.

__ADS_1


__ADS_2