Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 21


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Aku antar ya Kil?'' tawar Axel pagi ini di teras depan saat mereka berdua hendak pergi bekerja.


''Eh gak usah...aku bisa bawa mobil aku sendiri kok.'' kata Shakila.


''Sudah biar aku anterin aja, lagian kita juga searah.'' kata Axel lagi.


''Yakin ni nanti gak ngerepotin?'' tanya Shakila.


''Enggak kok.'' sahut Axel. ''Sudah yuk berangkat...nanti kita bisa kejebak macet loh.'' sambungnya.


Akhirnya mereka berdua berangkat bersama dan tanpa perdebatan serta untuk yang pertama kalinya pagi ini mood mereka gak ada yang hancur berantakan karena keduanya.


Betul-betul suatu perkembangan yang membuat Shanum dan Arya bahagia sekaligus lega.


...****************...


Beda pagi hari beda pula sore hari. Axel menghubungi Shakila untuk mengatakan bahwa pemuda itu tak bisa datang menjemputnya, karena dirinya harus menemui sang kekasih.


Satu jam sebelum waktu pulang kantor, Axel dihubungi oleh sang kekasih yang mengatakan bahwa dirinya jatuh sakit selama beberapa hari makanya dia seperti hilang tanpa kabar.


Sontak saja Axel langsung bergegas pergi ke apartemen yang di huni oleh Rossi.


Bip


Cklek


''Honey.'' seru Axel saat baru memasuki apartemen sang kekasih.


''Iya.'' jawab Rossi yang di buat selemah mungkin dari dalam kamar.


Cklek


''Ya ampun honey...kamu kelihatan pucet banget loh.'' kata Axel yang sudah menghampiri Rossi di kamarnya.


''Hem.'' sahut Rossi.


''Ke dokter ya?'' tawar Axel namun Rossi menggelengkan kepalanya tanda tak mau. ''Tapi kamu harus di periksa honey...kamu pucet dan kelihatan lemah begitu.'' imbuhnya lagi, namun lagi-lagi Rossi menggelengkan kepalanya.


''Hufth...kamu sudah makan?'' tanya Axel lagi.


''Be...lum.'' jawab Rossi semeyakinkan mungkin.


''Ya sudah biar aku pesenin bubur ayam untukmu.'' kata Axel. '' Kamu gak panas tapi kok kelihatan pucet banget.'' kata Axel setelah menempelkan punggung tangannya di kening Rossi.


''Aku juga gak tau.'' sahut Rossi.


''Sejak kapan kamu sakit kayak gini?'' tanya Axel lagi.

__ADS_1


''Sudah beberapa hari.'' jawabnya.


''Kenapa gak menghubungi aku dari kemarin-kemarin hem?'' tanya Axel. ''Dan kemarin-kemarin kenapa aku hubungi gak di angkat...di chat juga gak di buka ataupun di balas...kamu itu bikin aku cemas dan khawatir tau.'' cerocos Axel.


''Aku cuma gak mau ngerepotin kamu honey.'' kata Rossi. ''Kalau kamu tau dari kemarin-kemarin pasti kerjaan kamu bakal terbengkalai dan membuat kedua orangtuamu murka serta semakin benci dengan aku sehingga akan sangat berdampak pada hubungan kita yang memang tak di restui oleh mereka.'' katanya lagi memberi alasan. ''Ini saja aku menghubungi kamu karena terpaksa honey.'' imbuhnya lagi.


''Apa pun alasan kamu, pokoknya aku gak mau tau...besok-besok kalau kamu kayak gini lagi kamu harus segera hubungi aku.'' kata Axel.


''Kamu do'ain aku sakit lagi honey.'' protes Rossi.


''Ya enggak kayak gitu honey maksudnya.'' bantah Axel. ''Yang penting kamu harus janji sama aku.'' katanya lagi.


''Iya aku janji honey.'' jawabnya dengan manja.


''Sepertinya itu makanannya datang, aku ambil dulu.'' kata Axel begitu mendengar suara bel pintu apartemen berbunyi.


Setelah beberapa saat Axel sudah kembali lagi ke dalam kamar sambil membawa nampan yang berisi satu mangkuk bubur ayam dan satu gelas air mineral.


''Makan dulu honey...aku suapin.'' kata Axel.


Dengan telaten Axel menyuapi sang kekasih hingga makanannya pun tandas tak tersisa.


''Pinter.'' puji Axel. ''Obatnya?'' tanya Axel.


''Ada...biar aku minum sendiri.'' jawab Rossi sambil meraih obat yang ada di atas nakas.


''Aku temanin kamu malam ini ya honey.'' kata Axel.


''Baiklah kalau itu maumu.'' sahut Axel. ''Tapi besok pagi aku akan kesini lagi untuk melihat keadaanmu.'' sambungnya.


''Iya.'' jawab Rossi.


...****************...


Sedangkan Shakila yang pagi tadi di antar oleh Axel harus pulang sendiri menggunakan kendaraan online.


''Loh non Kila kok jalan? gak bareng sama tuan muda Axel?'' tanya salah satu art yang sedang berada di halaman depan rumah sehingga melihat Shakila masuk melewati gerbang dengan berjalan kaki.


''Gak bik, aku juga gak jalan kaki kok...aku naik mobil online.'' jawabnya. ''Jalan ya gempor dong bik kalau dari ruko aku...'' imbuhnya lagi di sertai kekehan.


''Eh iya...ya...'' sahutnya.


''Aku masuk dulu ya bik...capek...juga mau bersih-bersih.'' kata Kila lagi.


''Iya non Kila.'' jawabnya.


Baru juga masuk kedalam rumah, Kila sudah bertemu dengan mommy Shanum.


''Kila.'' panggilnya.

__ADS_1


''Mom.'' sahut Kila.


''Kok kamu sendiri...Axel mana?'' tanyanya mommy Shanum yang sama dengan art di depan tadi.


''Axel katanya ada kerjaan mom, jadi aku pulang sendiri.'' jawab Kila. ''Dari pada nunggu di ruko sampai entah kapan dia pulang, ya lebih baik aku pulang sendiri saja.'' imbuhnya lagi.


''Oh gitu.'' sahut mommy Shanum. ''Ya sudah sana kamu istirahat dulu...pasti capekkan.'' imbuhnya lagi.


''Iya mom, aku masuk dulu ya...'' pamitnya dan di angguki oleh mommy Shanum.


Tepat jam sepuluh malam, Axel baru pulang dari apartemen Rossi.


''Dari mana kamu Ax?'' tanya Arya yang masih duduk di ruang keluarga, menunggu sang putra pulang.


''Aku ada kerjaan dad.'' jawab Axel. ''Daddy belum tidur?'' tanyanya.


''Gimana daddy bisa tidur kalau putra daddy belum pulang.'' jawab Arya. ''Sudah sana kamu masuk kamar, bersih-bersih terus istirahat.'' kata Arya lagi.


''Iya dad, daddy juga.'' kata Axel dan di angguki oleh Arya.


''Axel...Axel...masih saja kamu bohong sama daddy.'' gumam Arya sambil menatap punggung sang putra yang semakin menjauh. ''Kapan mata kamu terbuka Ax.'' imbuhnya lagi.


...****************...


Di apartemen Rossi, sepeninggal Axel...dirinya langsung menghubungi pria lain yang kebetulan tinggal di lantai satu tingkat di bawahnya apartemennya.


Ting Tong


Cklek


''Hai.'' sapa Rossi.


''Em sayang...aku sudah rindu sama kamu.'' kata sang pria yang langsung memeluk tubuh ramping Rossi.


''Ish kamu ini nakal...'' seloroh Rossi. ''Kunci dulu pintunya.'' imbuhnya lagi.


''Di mana kekasihmu itu?'' tanyanya.


''Tentu saja sudah pulang, kalau gak aku gak mungkin hubungi kamu.'' jawabnya.


''Dia curiga gak?'' tanyanya lagi.


''Tentu saja gak dong...Rossi gitu loh.'' jawabnya dengan bangga. ''Dia itu pria bodoh yang gampang sekali untuk di bohongi.'' sambungnya lagi. ''Percaya aja waktu aku bilang sakit.'' imbuhnya lagi.


''Jadi bagaimana sekarang?'' tanya si pria.


''Tentu saja kita bercinta sampai puas dong sayang...'' sahut Rossi. ''Tapi...'' katanya lagi yang sengaja di jeda sehingga membuat sang pria mengernyitkan dahinya.


''Tapi?'' tanyanya.

__ADS_1


''Tapi kamu gak gak bisa menginap di sini, karena besok pagi si bodoh itu mau kesini lagi.'' sahut Rossi.


''Hem baiklah yang penting sekarang kita bisa langsung memulainya.'' jawab sang pria yang langsung menggendong tubuh Rossi ala bridal style menuju ke kamarnya.


__ADS_2