
❤️ Happy Reading ❤️
Tak terasa cafe impian Shakila sudah selesai, usahanya selama beberapa hari ini tak sia-sia dengan terwujudnya cafe yang sesuai dengan konsep yang dia inginkan.
Tak ada waktu yang terbuang sia-sia, tak ada usaha yang sungguh-sungguh yang mengkhianati hasil.
Mungkin itulah yang saat ini Shakila rasakan.
Kalau ada yang bertanya kenapa dirinya harus repot-repot membuka usaha...tinggal ongkang-ongkang kaki toh juga gak masalah, gak bakalan kekurangan uang kalau mengingat siapa suami serta mertuanya.
Tapi Shakila tak mau berpangku tangan begitu saja, selain ini adalah untuk mengembangkan bisnisnya, dia juga merasa menjadi orang yang berguna karena telah bisa membuka lapangan pekerjaan yang mungkin hanya bisa membantu mengurangi angka pengangguran 0,000001% saja...tapi paling tidak sedikit banyaknya sudah bermanfaat untuk orang lain.
Lagian bisnis yang di rintisnya sangat di sayangkan kalau harus berhenti begitu saja mengingat perjuangannya dulu tak mudah untuk sampai di tahap seperti sekarang, apalagi dari usaha itulah dirinya dapat menyelesaikan sekolah hingga bangku kuliah dan dapat memenuhi kebutuhan dirinya tanpa membebani sang ayah.
Dirinya juga tak mau di pandang sebelah mata atau malah menjatuhkan reputasi suami dan mertuanya, dia ingin menjadi seseorang yang bisa membanggakan...paling tidak sedikit di anggaplah walaupun suami serta keluarganya tak mempermasalahkan tentang hal itu.
Lagian semua wanita di keluarga suaminya adalah orang-orang yang berpendirian dan bekerja atau memiliki usaha...dan Shakila tantu saja tak mau kalah, dia menunjukkan bahwa dirinya memang pantas menjadi istri seorang Axel Arsha Narendra dan menantu keluarga Narendra.
Dia juga kasihan dengan para pegawainya jika harus pontang panting mencari pekerjaan jika usahanya di tutup apalagi mereka sangat berjasa...mereka yang menemani Shakila dari nol.
''Semua sudah siap?'' tanya Axel pada keluarganya ketika dirinya dan Shakila baru turun dari lantai dua di mana kamar mereka berada.
''Sudah dong.'' sahut Alexa.
''Kalau begitu let's go...'' seru Axel.
Hari ini adalah hari dimana cafe Shakila akan di resmikan.
Tak begitu banyak yang di undang hanya kerabat dekat serta anak-anak yatim dari yayasan yatim piatu di sekitar sana.
Untung saja Shakila sudah memiliki pegawai, jadi dirinya tak perlu lagi untuk merekrut atau menyeleksi karyawan cafe.
Cukup para pegawainya di ruko yang bekerja di sana semua untuk sementara waktu sebelum ruko miliknya di renovasi juga menjadi cafe.
Barulah kalau jadi dia berniat membagi karyawan lamanya dan juga merekrut beberapa karyawan baru.
Baru saja rombongan Shakila datang, tapi sudah di sambut dengan beberapa kerabat serta anak-anak yatim yang ternyata sudah sampai terlebih dahulu dari pada sang pemilik acara.
Tak ingin membuang waktu...Shakila langsung memulai acara dengan mengucapakan sepatah dua patah kata serta ucapan terimakasih dan rasa syukur atas di bukanya cafe miliknya ini.
__ADS_1
Setelah itu acara di lanjutkan dengan pembacaan do'a dan pemotongan pita.
''Ayo...mari silahkan masuk...'' kata Shakila.
Semua tamu undangan bebas untuk memesan menu apapun yang ada di sana tapi mereka juga wajib mengisi kertas yang telah di berikan untuk memberikan review tentang makanan yang mereka makan.
Karena itu bisa menjadi acuan untuk Kila memperbaiki tekstur, tampilan serta rasa makanannya.
Semua menu memang di keluarkan saat ini termasuk menu yang nantinya akan di jadikan best seller.
Rencananya Shakila hanya akan mengeluarkan satu menu best seller setiap harinya.
Selain para undangan, orang-orang yang lewat pun di perkenankan untuk mampir.
Hal ini Shakila gunakan sebagai ajang untuk promosi masal.
''Cafe kamu nyaman banget Kil...bikin betah.'' kata mimi Lila sang ibu dari kak Hanan asisten Axel.
''Konsepnya bagus banget.'' sambung mama Angel, istri dari adik laki-laki satu-satunya mommy Shanum.
''Terimakasih mi, ma.'' ucap Shakila.
''Amin...terimakasih atas pujian dan do'a mami.'' ucap Shakila. ''O iya Shakila tinggal dulu ya...'' pamit Shakila yang harus mengecek persediaan makanan serta membantu para karyawannya yang sedikit kewalahan.
...****************...
''Semuanya masih aman...'' tanya Shakila sesampainya di dapur.
''Aman mbak.'' sahut mereka.
Karyawan baru yang ada di sini hanyalah empat orang karyawan bagian cuci mencuci saja.
''Semangat...semangat...'' seru Shakila memberi semangat.
''Semangat.'' seru mereka semua.
''O iya jangan lupa kasih brosur untuk para pelanggan agar tau menu best seller kita dari hari Senin sampai Minggu.'' Keta Shakila mengingatkan.
''Iya mbak.'' jawab mereka semua.
__ADS_1
Shakila mempromosikan macam-macam Frozen food produksinya dan memberi tau bahwa mereka minta di masak di sana bisa, ataupun beli mentah juga bisa.
Shakila juga memberi tahu bahwa setiap yang datang dengan rombongan...minimal empat orang maka akan di beri free satu porsi singkong krispi, jamur kriuk atupun kentang goreng...tinggal pilih saja.
Kerena target Shakila adalah anak-anak sekolah dan para mahasiswa, maka Shakila memberikan hal itu...karena biasanya mereka akan datang bergerombol, satu geng lah istilahnya.
Menu yang di buat Shakila juga tak melulu yang hanya bisa di makan oleh orang dewasa melainkan dia juga membuat menu yang cocok untuk anak-anak.
...****************...
Tak sampai sore...semua menu yang telah di siapkan ludes tak tersisa.
Sehingga mereka semua bisa pulang lebih awal dari prediksi sebelumnya.
''Capek?'' tanya Axel saat mereka berdua sudah sampai di kamarnya, sedangkan anak-anak ada di kamar mereka sendiri dengan kedua pengasuhnya.
''Lumayan.'' jawab Shakila yang saat ini tengah duduk berselonjoran di sofa. ''Eh mau apa sayang?'' tanya Shakila saat Axel mendudukkan tubuhnya dan malah menaikan kaki Shakila di atas pangkuannya.
''Aku akan memijit kakimu...pasti pegalkan...'' kata Axel.
''Eh gak usah sayang...gak apa-apa kok.'' kata Shakila. ''Aku hanya butuh mengistirahatkan kakiku sebentar saja.'' sambungnya.
''Sudah diem aja dan nikmati pijitan aku.'' kata Axel tak terbantahkan. ''Bagaimana hari ini...kamu puas?'' tanya Axel dengan tangan yang terus memijit pelan.
''Puas yank.'' jawab Shakila. ''Memang masih terlalu awal sih kalau aku bilang puas...karena masih hari pertama.'' imbuhnya.
''Aku yakin dengan semua konsep serta ide kamu, apalagi di tunjang dengan pelayanan yang ramah, sopan serta rasa masakan yang enak...cafe kamu akan bisa maju.'' tutur Axel.
''Amin.'' jawab Shakila mengamini apa yang di katakan sang suami.
''Kamu istirahat aja gih...tidur atau rebahan aja.'' kata Axel.
''Tapikan sebentar lagi aku harus mandiin anak-anak yank...jadi nanggung.'' kata Shakila.
''Masalah anak-anak gampang.'' sahut Axel. ''Nanti aku minta tolong mommy untuk urus mereka.'' sambungnya.
''Eh gak usah...biar aku aja...gak enak jadi ngerepotin mommy.'' kata Shakila.
''Sudah gak apa-apa, mommy pasti juga seneng kok ngurus cucunya...apalagi mommy pasti juga paham kalau kamu kelelahan.'' imbuhnya.
__ADS_1