
❤️ Happy Reading ❤️
Seperti kata Arsen...dirinya memang begitu sibuk di sana selama beberapa hari.
Dia mengajak Diki untuk bekerja ekstra agar semua urusan pekerjaan cepat selesai dan Diki bisa segera kembali ke perusahaan pusat sedangkan dirinya bisa benar-benar berbulan madu dengan sang istri.
Kasihan sebenarnya jika mengingat setiap hari harus di tinggalnya untuk bekerja dan meninggalkannya di kamar hotel sendiri.
Tapi untung saja Aluna adalah tipe istri yang sangat pengertian dan tak banyak menuntut, jadi dirinya tak perlu terlalu risau jika istrinya itu merajuk.
''Maaf ya sayang...aku jadi ninggalin kamu berapa hari ini.'' ucap Arsen sambil memeluk Aluna dari belakang.
''Iya gak apa-apa...aku ngerti kok.'' jawab Aluna.
''Istriku memang paling pengertian.'' puji Arsen.
''Eh kok kamu gak siap-siap?'' tanyanya saat melihat Arsen hanya mengenakan pakaian kasualnya bukan menggunakan setelan formal.
''Kerjaan aku sudah selesai...jadi hari ini hingga empat hari kedepan kita bisa bener-bener full bulan madu. ''Jadi mau kemana kita hari ini?'' tanyanya.
"Kemana ya..." sahut Aluna sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuk tangannya di dagu seraya berpikir. "Jalan dulu aja deh...sambil kulineran." kata Aluna pada akhirnya.
"Ok...siap bos." sahut Arsen.
List empat hari di sana telah di buat oleh Arsen, karena nyatanya Aluna menyerahkan segalanya pada suaminya itu.
Aluna yakin Arsen lebih tau tempat-tempat yang indah di sana, karena jujur baru kali ini dirinya pergi berlibur ke daerah istimewa itu.
Untuk yang pertama Arsen mengajak Aluna untuk menikmati pantai Nglambor di Purwodadi, Gunung kidul.
Bukan tanpa alasan Arsen mengajak Aluna kesana, karena pantai ini memiliki pasir putih serta air laut yang jernih sehingga menjadi kawasan yang tepat untuk melihat keindahan dasar laut gunung kidul.
Selain bisa snorkeling, disana juga ada treking melewati jembatan gantung menuju bukit karang.
Keesokan harinya setelah puas menikmati panorama pantai, Arsen mengajak Aluna untuk menikmati kesejukan hutan Pinus Pengger, Bantul. Hutan yang terletak di ujung utara kecamatan Dlingo.
__ADS_1
Udara yang sejuk serta pepohonan yang rindang sangat cocok untuk berduaan bagi pasangan yang sedang berbulan madu apalagi di tunjang dengan spot-spot photo yang unik serta menarik.
Kesehatan udara di sana juga bisa menjadi energi untuk lebih bersemangat dalam menjalani bahtera rumah tangga.
Hari ketiga mereka pada pagi hari mereka habiskan untuk menikmati lautan kabut di kebun buah Mangunan, Sukorame Bantul yang merupakan salah satu ikon romantik.
Di tempat ini mereka menikmati pagi hari yang indah dengan menyaksikan sunrise terbit dari puncak bukit dan begitu matahari sudah sedikit naik maka akan tampak lautan kabut di bawahnya yang berpadu dengan puncak-puncak perbukitan.
Tak hanya itu karena pada siang harinya Arsen sudah mengajak Aluna untuk berpindah tempat, karena suami tampannya itu akan mengajak dirinya untuk menghabiskan senja di candi Ratu Boko di Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Tempat ini terletak di perbukitan yang tak terlalu tinggi, hanya sekitar 200 meter dari permukaan laut.
Disini terlihat hamparan sawah, candi dan kereta api yang membuat suasana menjadi syahdu...apalagi di tambah dengan banyaknya pepohonan yang membuat sejuk dan menghijau.
Dan hal yang paling menarik di sini, saat matahari tenggelam maka kawasan ini akan berubah menjadi begitu indah dan romantis karena dapat melihat siluet candi dengan latar belakang langit senja berwarna semburat kemerahan.
Yang terakhir mereka jalan-jalan di Malioboro yang merupakan ikon kota Yogyakarta, mereka membeli oleh-oleh khas Jogja serta tak lupa untuk berburu kulineran di berbagai angkringan, apalagi kawasan ini sudah masuk dalam kawasan pedestarian...jadi tak ada kendaraan yang berlaku lalang di sana.
Ternyata eh ternyata waktu kepulangan mereka di undur tiga hari, karena sang tuan muda masih tak rela dan ingin berduaan bersama sang istri.
Arsen benar-benar berharap, sekembalinya mereka dari sini rumah tangganya akan mendapatkan hadiah terindah dengan hadirnya sang buah hati di tengah-tengah mereka.
...****************...
''Kakak...'' seru Arsyila sambil melambaikan tangannya, karena yang menjemput Arsen serta Aluna di bandara adalah dirinya dan Abra sang tunangan ''Gimana bulan madunya?'' tanyanya saat mereka sudah saling sapa terlebih dahulu.
''Ya gak gimana-gimana.'' jawab Aluna.
''Nanti kalau sudah nikah juga bakal tau sendiri...jadi gak usah kepo sama bulan madu orang lain.'' kata Arsen.
''Orang cuma tanya juga.'' sahut Arsyila dengan mengerucutkan bibirnya. ''Eh ngomong-ngomong calon keponakan aku gimana?'' tanya Arsyila lagi.
''Lagi otw.'' jawab Arsen.
''Otw mulu...'' sahut Arsyila. ''Kurang ekstra tuh buatnya.'' cibir Arsyila.
__ADS_1
''Heh yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kan yang nentuin semuanya Yang Maha Kuasa.'' sahut Arsen.
''Kalian berdua itu terlalu sibuk.'' kata Arsyila.
''Halo...lalu apa kabar dengan kalian berdua nantinya.'' skak Arsen. ''Gak nyadar dengan kesibukan diri sendiri.'' cibirnya. ''Ingat Arsyila...ini aja kamu mommy belum pensiun, gimana coba kalau mommy sudah memilih untuk di rumah saja menikmati hari tuanya...coba bayangin kamu akan tambah sibuk karena mengambil alih cafe mommy.'' peringatnya yang membuat Arsyila sedikit kesal.
Memang benar yang di katakan oleh sang kakak...bisnisnya saja membuatnya sibuk, apalagi nanti di tambah mengelola bisnis cafe sang mommy.
Mereka berempat kemudian berjalan keluar bandara menuju di mana mobil Abra terparkir.
Empat puluh lima menit adalah waktu yang mereka butuhkan untuk menempuh perjalanan sampai di kediaman utama keluarga Narendra.
Sesampainya di rumah ternyata mereka langsung di sambut oleh semua penghuni rumah.
''Selamat datang kembali sayang.'' sambut mommy Shakila sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Aluna.
''Terimakasih mom.'' jawab Aluna.
''Kami gak bakal tanya kalian ini itu...karena kami tau kalau berdua pasti capek, jadi lebih baik kalian langsung naik ke atas...ke kamar kalian untuk istirahat.'' katanya lagi.
''Hem baik mom.'' sahut Arsen yang langsung menggandeng tangan Aluna untuk di bawanya ke kamar.
''Syila...Abra, terimakasih ya tadi sudah jemput.'' seru Aluna yang sibuk terus berjalan akibat tangannya di tarik oleh sang suami.
''Ish dasar.'' cebik Arsyila melihat kelakuan kakak yang lahir cuma beberapa menit darinya.
Mommy Shakila, oma Shanum beserta suami mereka adalah para orangtua yang dulunya juga pernah muda.
Mereka juga pernah merasakan yang namanya bulan madu, jadi mereka tau kira-kira apa saja yang telah anak dan menantu mereka lakuin di sana...jadi mereka ngerti bahwa Aluna dan Arsen butuh waktu lebih buat istirahat sekarang.
''Em aku sama Abra balik kerja dulu ya mom, oma, opa.'' kata Arsyila.
''Iya, tapi Abra nanti malam bisa kesini kan?'' tanya mommy Shakila. ''Untuk makan malam.'' sambungnya.
''Iya mom, nanti Abra kesini.'' jawab Abra.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya berpamitan untuk pergi ke tempat kerja masing-masing untuk menyelesaikan segala pekerjaan yang tertunda akibat menjemput si pasangan suami istri yang baru saja pulang berbulan madu.