
❤️ Happy Reading ❤️
Baru hari pertama masuk kerja, sudah ada saja permintaan aneh-aneh yang terlontar dari mulut si bos yang istrinya tengah hamil muda itu.
''Diki...keruangan saya.'' kata Arsen menghubungi sang asisten.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.''
Cklek
Tak membutuhkan waktu yang lama...Diki pun sudah sampai di sana.
''Selamat pagi bos.'' sapa Diki.
''Dik, belikan aku nasi uduk.'' kata Arsen. ''Terserah kamu sendiri yang berangkat apa nyuruh orang lain...yang penting aku ingin makan itu sekarang.'' sambungnya.
''Baik bos, laksanakan.'' jawab Diki.
Karena pekerjaan Diki masih banyak, dia pun meminta salah satu ob untuk membelinya.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru Arsen saat ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Cklek
''Maaf pak, ini makanan yang bapak pesan.'' kata ob yang di suruh tadi.
''Taruh di meja dan terimakasih.'' ucap Arsen.
Selepas sang ob pergi, Arsen pun langsung menyantap makanan yang di makannya dengan begitu lahapnya.
''Padahal tadi aku sudah makan.'' gumam Arsen. ''Dan apa ini...kenapa aku gak mual, padahal aku makan sendiri tanpa di suapi oleh Luna.'' kata Arsen lagi. ''Ah mungkin ini karena ke inginkan debay jadi bisa dengan lancar dan mulus masuk kedalam perut aku.'' sambungnya lagi mengungkapkan asumsinya sendiri.
...****************...
Seperti kata Arsen pagi tadi saat mengantar sang istri, siang ini Arsen sudah datang kembali ke perusahaan AHD untuk makan siang bersama calon ibu dari anaknya.
__ADS_1
Cklek
''Selamat siang sayang...'' sapa Arsen saat beru masuk keruangan Aluna.
Aluna yang masih duduk di kursi kebesaran dengan mata yang fokus melihat dokumen di depannya pun langsung mengalihkan pandangannya.
''Kamu susah datang.'' kata Aluna yang berjalan menghampiri sang suami. ''Bagaimana tadi di kantor? kamu tidak mual-mual kan?'' tanyanya karena cemas akan kondisi sang suami.
''Aku baik-baik saja.'' jawab Arsen. ''Sekarang lebih baik kita duduk dan menikmati makan siang kita.'' kata Arsen.
Mereka pun langsung duduk di sofa yang ada di pojok ruangan Aluna yang biasa dia gunakan untuk menerima tamu.
Setalah itu Aluna mengambil peralatan makan dan tak lupa mencuci tangannya.
Ritual yang harus dia kerjakan sekarang, yaitu menyuapi sang suami saat makan.
Siang ini, Arsen membawa menu ayam bakar lengkap dengan sambal terasi dan juga sayur asam.
''Kok banyak banget yang kamu beli?'' tanya Aluna yang kaget ternyata ada banyak makanan yang berbeda di dalam kantong plastik yang di bawa oleh Arsen.
''Aku pengen...jadinya aku beli.'' jawab Arsen dengan enteng.
Pasalnya di dalam plastik itu ada siomay, cilor, petis buah, juga kebab Turki.
''Memang habis?'' tanya Aluna.
''Sebanyak ini...'' tunjuknya. ''Siapa yang mau makan?'' tanya Aluna lagi.
''Kita.'' jawab Arsen.
''Kita?'' tanya Aluna dengan dahi yang mengkerut.
''Iya kita, aku sama kamu.'' jawabnya. ''Sudah ayo suapi aku...aku sudah sangat lapar.'' rengek Arsen.
''Oh baiklah.'' sahut Aluna.
Makanan yang tadi Aluna takutkan tak akan habis...nyatanya semua itu ludes tak tersisa dan yang memakan semua itu Arsen...Aluna hanya mencicipinya saja.
''Ya ampun sayang...kalau kayak gini terus perut kamu ni yang tadinya sixpack bakal jadi onepack.'' kata Aluna sambil menyentuh perut Arsen.
Arsen sendiri saya ini duduk bersandar di sofa karena perutnya terlalu kekenyangan.
''Dan ini baru enam minggu alias satu bulan setengah.'' kata Aluna lagi. ''Masih butuh tujuh bulan setengah lagi loh...'' sambungnya.
''Gak apa-apa...nanti malam aku bisa olah raga sebentar di ruang gym untuk bakar lemak yang tertimbun sehari ini.'' sahut Arsen. ''O iya gimana dia hari ini...rewel gak?'' tanya Arsen yang menyentuh perut Aluna.
''Enggak daddy...kan semua keinginan debay sudah di penuhi sama daddy.'' jawab Aluna.
__ADS_1
Ya Aluna tau kalau nafsu makan Arsen yang meningkat serta memakan makanan yang aneh-aneh...yang tak pernah Arsen makan, tentu saja itu semua karena ke inginkan bayi mereka alis Arsen yang mengidam.
''Gak balik ke kantor?'' tanya Aluna dengan tangan yang mengelus kepala Arsen yang saat ini sudah di baringkan di pangkuannya.
''Kamu usir aku?'' tanya Arsen.
''Kok usir...aku itu cuma tanya.'' sahut Aluna.
''Aku mau di sini saja sama kamu.'' jawab Arsen. ''Aku mau tidur siang di peluk kamu.'' katanya lagi dengan manja.
''Sudah bilang sama Diki belum kalau kamu mau di sini sama aku dan gak baik ke kantor?'' tanya Aluna namun yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya. ''Telpon Diki dulu gih...'' kata Aluna lagi.
Arsen pun menurutinya dan menghubungi sang asisten.
''Sudah.'' lapor Arsen begitu panggilan terputus.
''Huft...pulang aja yuk.'' ajak Aluna.
''Kenapa?'' tanya Arsen.
''Ya gak kenapa-napa...biar lebih enak aja tidurnya dan lagian di sini juga mau ngapain...toh aku juga gak bisa ngapa-ngapain kalau kamu minta di temenin tidur.'' jawab Aluna.
''Maaf ya...aku gak bermaksud ganggu kerja kamu tapi aku beneran ingin tidur siang bareng kamu.'' ucap Arsen.
''It's oke, gak masalah...aku bisa ngerti kok.'' sahut Aluna. ''Seharusnya aku yang meminta maaf dan juga berterimakasih karena kamu sudah mengambil lain bagian aku.'' ucapan Aluna.
''Aku senang bisa menggantikanmu untuk ini semua dan bahkan kalau bisa...aku lebih memilih mengantikan rasa sakitmu saat melahirkan buah hati kita nanti.'' sahut Arsen. ''Aku bakal sedih gak bakal tega kalau melihat kamu yang mengalami ini.'' tuturnya. ''Paling tidak aku bisa merasakan apa yang di alami oleh ibu hamil.'' sambungnya lagi. ''Ini adalah merupakan momen berharga yang agak akan pernah bisa aku lupain.'' imbuhnya lagi.
Mereka berdua kemudian benar-benar memilih untuk pulang.
...****************...
''Siang oma...opa...'' sapa Aluna pada kedua pasangan yang Peking di hormati di keluarga Narendra.
''Loh kalian...tumben jam segini sudah pulang?'' tanya oma Shanum. ''Kalian baik-baik sajakan?'' tanyanya lagi.
''Kami berdua baik-baik saja oma.'' jawab Aluna. ''Hanya ini...Arsen tiba-tiba ngajak pulang...ngantuk katanya.'' sambungnya lagi memberi tahu.
''Efek ngidam...'' kata oma Shanum. ''Pada umumnya ibu hamil memang begitu...ada yang mengalami mudah lelah dan mengantuk, mungkin untuk kasus kalian...Arsen yang mengalami.'' tutur oma Shanum.
''Ayo sayang...aku sudah ngantuk banget.'' ajak Arsen dengan nada manjanya.
''Sudah sana kamu urus dulu bayi besar kamu itu.'' kata oma Shanum dan di angguki oleh Aluna.
''Puas-puasin Ars manja-manjanya...karena nanti kalau anak kalian lahir, Aluna pasti akan di kuasai oleh anak kalian yang mana akan menjadi saingan terberat kamu.'' kata opa Arya setengah meledek.
''Ish opa.'' desis oma Shanum menegur sang suami.
__ADS_1
''Apa? kan memang begitu...'' sahut opa Arya.