
❤️ Happy Reading ❤️
Tok
Tok
Tok
''Ars.'' panggil mommy Shakila dari luar pintu kamar Arsen.
Cklek
''Ada apa mom?'' tanya Arsen.
''Baby Ziel bangun ya?'' tanya mommy Shakila.
Tadi sewaktu mommy Shakila ingin turun ke lantai bawah untuk mengambil minuman tak sengaja mendengar Arsen dan Aluna seperti sedang berbicara dengan cucunya, karena memang Arsen tak di perkenankan untuk mengaktifkan peredam suara di kamarnya sejak kehadiran baby Ziel di tengah-tengah mereka.
Bukan tanpa sebab mommy Shakila melarang hal itu, karena kalau baby Ziel rewel dia akan mendengarnya jadi bisa membantu pasangan muda itu untuk menenangkan baby Ziel.
''Iya mom, dari sejam yang lalu.'' jawab Arsen. ''Tapi sepertinya dia masih enggan untuk tertidur kembali.'' imbuhnya.
''Bayi memang seperti itu kak, jadi wajar kalau mereka bangun di malam hari.'' kata mommy Shakila yang memang sudah lebih berpengalaman.
''Mom...'' sapa Aluna saat ibu mertuanya masuk kedalam kamar.
''Apa cucu momma yang ganteng ini rewel?'' tanya mommy Shakila.
''Enggak rewel mom, cuma gak mau tidur aja.'' jawab Aluna.
''Sini, baby Ziel biar sama mommy aja.''kata mommy Shakila. ''Dan kalian bisa istirahat.'' sambungnya.
''Tapi nanti mommy yang jadi kurang istirahat.'' kata Aluna yang tak enak hati.
''Gak apa-apa...'' jawab mommy Shakila yang sudah membawa baby Ziel dalam gendongannya. ''Lun, stok asinya adakan?'' tanya mommy Shakila.
''Ada mom.'' jawab Aluna. ''Sebentar Luna ambilin sama dotnya sekalian.'' kata Aluna lagi.
__ADS_1
''Sama perlengkapan yang lainnya juga ya...'' kata mommy Shakila.
''Iya mom.'' jawab Aluna.
Setelah semuanya sudah di kemas di dalam tas agar mudah untuk di bawa, Aluna lalu menyerahkannya bapa mommy Shakila.
''Ini mom.'' kata Aluna.
''Mommy bawa Ziel dulu ya...'' kata mommy Shakila. ''Ayo Ziel sayang...kita ke kamar momma dan kita bangunin poppa.'' kata mommy Shakila sambil melangkah keluar dari kamar.
...****************...
''Tidur sayang...kamu butuh banyak waktu untuk istirahat.'' kata Arsen yang sudah bersiap di tempat tidur.
''Aku gak enak sama mommy dan daddy sayang.'' kata Aluna.
''Sudah biasa aja gak usah ngerasa gak enak gitu.'' sahut Arsen. ''Mereka cuma mau membantu kita untuk mengurus baby Ziel dan kita jadi bisa punya waktu untuk istirahat yang cukup.'' sambungnya lagi. ''Sudah ayo sekarang kita tidur...mumpung baby Ziel anteng di tangan momma sama poppanya.'' imbuhnya lagi dengan tangan yang sudah menarik tubuh Aluna kedalam dekapannya.
Sedangkan di kamar lain ada daddy Axel yang sedang enak-enaknya terlelap tapi malah di usik oleh istrinya.
''Ayo bangun dad.'' kata mommy Shakila.
''Ck.'' decak mommy Shakila. ''Bangun poppa...lihat siapa nih...'' kata mommy Shakila.
''Hem...'' daddy Axel pun mulai sedikit demi sedikit membuka matanya yang masih terasa sangat lengket dan maunya terpejam terus. ''Cucu ganteng poppa...hoam...'' kata daddy Axel dengan suara serak khas bangun tidur dengan menguap di ujung kalimatnya. ''Kok di bawa kesini mom?'' tanya daddy Axel yang saat ini sudah terduduk.
''Iya kasihan Arsen dan Aluna yang udah bangun dari tadi.'' jawab Mommy Shakila. ''Biar mereka gantian istirahat.'' sambungannya lagi.
''Jadi inget masa kecilnya Arsen dan Arsyila.'' kata daddy Axel begitu baby Ziel sudah berada di tengah-tengah antara dirinya dan sang istri.
''He'em dan mommy juga sangat bersyukur karena masih bisa melihat kehadiran cucu kita...masih di beri umur yang panjang.'' sahut mommy Shakila.
''Iya mom...daddy pun begitu.'' kata daddy Axel. ''Apalagi jika mengingat alasan serta bagaimana awal kita menikah...aku gak nyangka hubungan kita akan sampai di tahap ini.'' ungkap daddy Axel. ''Maafkan atas segala sikap daddy yang dahulu ya mom...'' ucap daddy Axel.
''Mommy sudah memaafkan semua itu dad dan semua itu kita gunakan untuk pembelajaran saja.'' jawab mommy Shakila.
''Terimakasih mommy karena selalu bersama daddy sampai tahap ini.'' ucap daddy Axel.
__ADS_1
''Sama-sama dad, mommy pun begitu.'' sahut mommy Shakila.
''Eh...dianya tidur.'' kata daddy Axel yang melihat ke arah cucunya.
''Serasa di dongengin kali ya dad.'' ujar mommy Shakila.
''Ish gemesnya...sama cucu poppa ini.'' kata daddy Axel yang menciumi pipi gembul baby Ziel.
''Jangan gitu dad, nanti dianya bangun karena ngerasa terganggu.'' peringat mommy Shakila. ''Sekarang lebih baik kita juga ikut tidur.'' sambungnya lagi yang tentu saja langsung di setujui oleh daddy Axel, karena sejujurnya diapun masih merasa mengantuk saat ini.
...****************...
Hari ini rencananya keluarga Narendra akan memberikan bonus untuk para karyawannya.
Termasuk juga karyawan cafe mommy Shakila dan juga karyawan perusahan AHD yang di pimpin oleh Aluna.
Mereka juga akan mengirimkan beberapa barang serta uang untuk panti asuhan dan panti jompo yang berada di bawah naungan perusahan Narendra.
Semua itu mereka lakukan sebagai bentuk rasa syukur mereka atas kelahiran baby Ziel di tengah-tengah keluarga mereka.
Nanti setelahnya baru akan di lakukan di adakan acara akikahan untuk bayi mengemaskan yang saat ini jadi kesayangan semu orang itu.
''Kenapa gak barengan sama acara akikah aja sih mom?'' tanya Arsyila.
''Biar gak repot sayang...kalau bareng-bareng ribet.'' jawab mommy Shakila. ''Lagian setelah acara akikah...kita juga akan ada acara lain.'' sambungnya.
''Acara lain apa?'' tanya Arsyila.
''Pengalihan kepemilikan cafe menjadi milik sekaligus tanggung jawab kamu, juga pengalihan kepemimpinan AN grup yang akan di pegang oleh Arsen.'' jawab mommy Shakila.
''Tapi mom...'' kata Arsyila.
''Sudah gak ada alasan Syil.'' potong mommy Shakila. ''Kalian berdua selalu menolak, tapi kini gak bisa lagi...sebab mommy sama daddy mau istirahat dan menghabiskan waktu bersama cucu kami.'' sambung mommy Shakila.
''Inikan pernah kita bicarakan sebelumnya sayang.'' timpal daddy Axel. ''Dan kalian juga setuju waktu itu...kalau kamu berdua akan pensiun begitu kami mempunyai cucu.'' sambung daddy Axel.
''Lagian tinggal kami yang sibuk bekerja...sedangkan yang lainnya sudah duduk manis dan bersantai di rumah.'' kata mommy Shakila. ''Ara sudah mengambil alih bisnis mama Kinara, Alka juga sudah menduduki posisi papa Alvan di NRD grup, Dexa sudah mengambil alih rumah sakit dari tanggung jawab mami Alexa, cuma tinggal nunggu Daniel lulus kuliah dan mengambil alih kedudukan papi Davin.'' paparnya.
__ADS_1
''Baiklah mom...akan aku terima.'' pasrah Arsyila, karena mau mengelak lagi pun percuma.
''Bagus dan itu memang harus.'' kata mommy Shakila. ''Lagian kakak kamu yang mau ambil tangguh jawab lebih besar aja gak protes kok.'' ujar mommy Shakila. ''Padahal dia juga punya bisnis sendiri.'' sambungnya lagi.