Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 70


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Perasan Axel begitu hancur saat memasuki sebuah ruangan yang di mana ada istrinya di sana...istri tercintanya terbaring di sebuah meja operasi dengan jarum infus yang tertancap di tangannya...oh tak hanya itu ada selang lain yang tertancap di sana yaitu selang yang menjadi transfusi darah untuknya, belum lagi hidung yang yang sudah di hiasi dengan selang oksigen dan alat pendeteksi detak jantung juga tak ketinggalan.


Dan itu benar-benar membuat jiwa dan hatinya hancur.


Tak pernah terbesit sedikitpun dalam pikirannya akan pernah berada dalam situasi seperti ini.


Melihat istrinya begitu tak berdaya...membaut dadanya begitu sesak bahkan hanya untuk sekedar mengisi rongga paru-parunya saja terasa begitu susah...tulang belulangnya terasa lemas seketika, hingga sedikit membuatnya lumbung dan hampir terjatuh.


Oh tunggu dulu...dia ingat dengan kata-kata daddynya...bahwa dia harus kuat agar dapat menguatkan istri serta anak-anaknya di sana...dia tidak boleh lemah seperti ini.


Dengan mengingat itu semua membuatnya mantap untuk melangkahkan kembali kakaknya menuju di mana sang istri berada.


Istri cantiknya...istri tercintanya...istri tersayangnya yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati.


''Sayang...'' lirih Axel tepat di telinga sang istri. ''Kamu harus kuat sayang...kamu harus bertahan...demi aku...demi anak-anak kita.'' lirihnya lagi dengan suara yang tercekat-cekat karena berusaha menahan tangisnya...namun tetap saja tak bisa, kerena seorang Axel tetaplah meneteskan air matanya di sana.


''Aku tau kamu wanita kuat...kamu wanita hebat...jadi aku yakin kamu bisa.'' lirihnya lagi dengan seiringan dengan tim dokter yang sudah memulai melakukan tindakan operasi.


Selama jalannya operasi Axel tak henti-hentinya memberikan semangat serta bahkan beberapa kecupan di kening sang istri, walaupun istrinya itu saat ini tak sadarkan diri...namun Axel yakin bahwa Shakila dapat merasakan kehadiran serta apa yang di lakukan saat ini.


Ini keadaan emergency memang tapi tadi Alexa sudah meminta perawat untuk memasang kamera guna merekam itu semua...dia ingin kakak iparnya itu bisa melihat bagaimana perjuangan dirinya dalam melahirkan baby twins di ruang operasi dengan keadaan yang tak terduga.


Bahkan nanti jika anak-anak kakaknya itu sudah besar...Alexa ingin menunjukkannya pada mereka bagaimana keadaan mommynya...bagaimana terpukul dan sedihnya sang daddy saat proses ini...agar mereka nanti bisa berpikir ulang jika ingin marah ataupun melawan pada orangtuanya.


Owek...owek...owek...


Tak berselang lama salah satu bayi pun sudah berhasil di keluarkan.


Terdengar tangisan yang nyaring dan itu menandakan bawa bayi pertama dalam keadaan baik-baik saja.


''Lihat sayang...anak pertama kita sudah lahir...apa kamu dengar...dia menangis sangat kencang sekali.'' lirih Axel.


Setelah beberapa menit...bayi ke dua pun juga sebuah berhasil di keluarkan.


Namun tunggu...kenapa tak ada suaranya...kenapa tak menangis seperti kakaknya...

__ADS_1


''Kenapa? ada apa dengan bayiku? kenapa dia tak menangis seperti kakaknya?'' tanya Axel dengan bertubi pertanyaan.


Perasaan khawatir mulai melingkupi relung hatinya.


Owek...owek...owek...


Setalah mendengar suara sang daddy...bayi itu pun menangis dengan kencang.


''Rupanya tuan muda kedua ini ingin mengeprank kita...'' kekeh salah seorang dokter.


''Sepertinya tuan muda kedua ini akan lebih dekat dengan sang daddy...karena begitu mendengar suara daddynya, dia langsung menangis seperti hendak mengadu.'' sambung yang lain.


Mendengar suara bayi keduanya membuat perasan Axel yang tadinya sudah tak karuan menjadi lega kembali.


Anak-anaknya aman...semua dalam keadaan sehat...kini dia tinggal fokus ke sang istri yang harus menjalani pengangkatan rahimnya.


''Anak-anak sudah akhir sayang...kamu harus kuat.'' lirih Axel.


...****************...


Operasi telah selesai dan semuanya berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala.


Axel keluar terlebih dahulu, dan Shakila juga sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan khusus keluarga Narendra.


Hal yang sangat menegangkan baru saja di lewatinya dan saat ini rasanya Axel baru benar-benar bisa bernapas.


''Menantu daddy gimana Ax?'' tanya daddy Arya yang masih begitu tampak khawatir, begitu juga yang lainnya.


''Sebentar lagi Kila akan di pindahkan ke ruang rawat dad.'' jawab Axel. ''Semuanya berjalan dengan lancar dan semoga saja Shakila tidak kenapa-napa.'' sambungnya lagi.


''Syukurlah.'' ucap mereka.


''Selamat ya Ax, anak-anakmu sungguh menggemaskan...mereka tampan dan juga cantik.'' ucap Alvan.


''Tampan dan cantik.'' gumam Axel. ''Anakku sepasangan bang?'' tanya Axel.


''He'em.'' sahut Alvan. ''Kadi kamu gak tau jenis kelamin anak-anak kamu?'' tanyanya lagi dan Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sangking terlalu konsentrasi dengan kondisi istri serta anak-anaknya...dia sampai lupa untuk sekedar bertanya apa jenis kelamin kwdua anak kembarnya.


''Sekarang mereka di mana bang?'' tanya Axel.


''Di ruang bayi khusus keluarga kita.'' jawab Alvan. ''Mereka di tunggu sama Kinara juga Alexa.'' katanya lagi memberi tahu.


''Sebaiknya kamu temui dulu ke dua anak-anakmu kak.'' kata mommy Shanum. ''Biar kami yang bersama dengan Kila.'' imbuhnya.


Dengan bibir mengembangkan Axel pun melangkahkan kakinya dengan penuh semangat ke ruangan anak-anaknya yang dimana akan satu lantai dengan rungan mommy mereka di rawat nanti.


...****************...


''Kak.'' sapa Alexa yang mengetahui kehadiran Axel terlebih dahulu.


''Anak-anakku mana Xa?'' tanya Axel dan Alexa menunjuk ke depan.


Axel dapat melihat kedua anaknya sedang tertidur di box masing-masing.


Karena memang kehamilan Shakila sudah cukup umur sehingga kondisi anak-anak mereka pun sudah kuat baik fisik maupun organ dalamnya.


''Anak-anakku...'' gumam Axel dengan tangan yang menempel pada dinding kaca pembatas.


''Mereka tenang banget ya kak...'' kata Alexa dan di angguki oleh Axel.


''Kamu tak ingin masuk dan menyapa mereka Ax?'' tanya Kinara.


''Apakah boleh kak?'' tanyanya.


''Tentu...tadi kami juga sudah masuk.'' sahut Kinara. ''Kakak bilang ke perawatan dulu ya...'' imbuhnya lagi lalu pergi dari sana.


''Mereka seperti kita berdua ya kak...'' kata Alexa.


''He'em...'' sahut Axel.


''Aku gak nyangka, ternyata dari kita bertiga...kakak duluan yang dapat anak kembar.'' kata Alexa lagi. ''Padahal...kakak nikahnya paling terakhir.'' sambungnya.


''Aku juga tak menyangka kalau akan dapat dua malaikat kecil sekaligus Xa.'' sahut Axel. ''Paling tidak anakku ada saudara kandung, mengingat kondisi Shakila yang tak mungkin bisa punya anak lagi.'' ujarnya dengan sedih.

__ADS_1


''Jangan sedih kak.'' kata Alexa dengan tangan yang sudah menggenggam tangan Axel. ''Kalau kakak sedih...nanti siapa yang akan menghibur kak Shakila, karena pasti dia juga akan merasa sangat sedih bila tau akan hal ini.'' tuturnya. ''Lagian itu juga sudah dua...sama seperti anak Abang yang juga sudah dua.'' ujarnya.


''Iya kamu bener Xa.'' kata Axel.


__ADS_2