
❤️ Happy Reading ❤️
Mempunyai anak-anak yang lucu, sehat dan ngegemesin. Suami yang tampan, mapan serta bertanggung jawab dan sayang sama kita. Memiliki usaha yang sukses dan me janjikan. Di kelilingi oleh orang-orang yang baik.
Ah nikmat mana lagi yang harus Shakila dustakan.
''Kil, besok kamu ikut mommy ke yayasan ya...'' kata mommy Shanum saat mereka telah usai makan malam bersama.
''Tapi mom Kila...'' kata Shakila.
''Belum siap.'' potong mommy Shanum. ''Siap gak siap...kamu harus siap Kil, karena cepat atau lambat...kamu pasti berada di saat seperti ini.'' sambungnya. ''Axel sudah satu tahun lebih loh memegang posisi tertinggi di perusahaan...masa kamu masih belum siap juga.'' kata mommy Shanum lagi.
Sudah beberapa kali mommy Shanum mengatakan hal ini pada Shakila, namun menantunya itu ada alasan terus untuk mengulur waktunya.
Yang pertama, dengan alasan masih hamil. Yang kedua, mengatakan kalau anak-anaknya masih terlalu kecil untuk ditinggal. Yang ketiga, Shakila sibuk dengan urusan pembukaan cafe miliknya. Dan yang sekarang...masih ada alasan yang ingin di buatnya.
''Kila merasa kalau Kila gak pantas berada di circle pergaulan para ibu-ibu sosialita mom.'' lirih Shakila.
''Oh ya ampun Kila, sudah berapa kali mommy bilang...kalau kamu itu masih beruntung dari mommy karena masih ada mommy yang mendampingi dan memantau serta ada Alexa dan Kinara yang masih berada dalam satu organisasi.'' kata mommy Shanum. ''Lah mommy dulu gak punya siapa-siapa, sendiri...barulah ada teman Mimi Lila saat pipi Henry susah menikah dengannya.'' sambungnya.
''Apa yang membuatmu merasa tak pantas masuk dalam circle pergaulan para wanita kelas atas yang juga merupakan anggota yayasan?'' tanya Axel. ''Kamu cantik, kamu ****, kamu berpendidikan, kamu juga memiliki usaha dengan omset yang bisa di bilang bagus, terlebih lagi kamu adalah istri dari pemimpin tertinggi perusahan dan menantu dari pendiri perusahaan.'' tuturnya.
''Aku bukan berasal dari kalangan atas, aku hanyalah orang biasa yang bisa naik kasta karena menikah denganmu.'' jawab Shakila.
''Banyak dari mereka juga berasal dari kalangan biasa, bahkan banyak juga dari mereka yang tak mempunyai sesuatu yang bisa di banggakan...karena uang mereka, kekayaan mereka hanya berasal dari kerja keras suaminya.'' sahut Axel.
''Apa kamu lupa Kil, mommy juga berasal dari kalangan biasa seperti dirimu.'' timpal mommy Shanum. ''Kalau ada yang nantinya memojokkanmu di sana...kamu bisa gunakan nama besar kami dan kekuasaan suamimu untuk menjadi tameng dan menekan balik mereka.'' sambungnya. ''Kamu nantinya akan menjadi seorang pemimpin jadi tak oleh ada yang bisa menekanmu apalagi memprovokasi dirimu.'' imbuhnya.
''Hem baik mom.'' jawab Shakila.
''Jadi besok kamu siap?'' tanya mommy Shanum.
''Kata mommy siap gak siapa memang harus siap.'' ungkapnya.
__ADS_1
''Bagus.'' sahut mommy Shanum.
''Besok acaranya jam berapa mom?'' tanya Shakila.
''Jam sembilan pagi.'' jawab mommy Shanum.
''Besok kalau berangkat kita mampir dulu ke cafe gak apa-apakan mom?'' tanyanya. ''Soalnya Kila harus nganter bumbu dulu.'' imbuhnya lagi.
''Tentu saja.'' kata mommy Shanum.
...****************...
''Sudah gak usah terlalu dipikirin.'' kata Axel saat mereka berdua sudah berada di kamar.
''Maunya, tapi tetap aja kepikiran.'' jawab Shakila.
''Tenang saja...mereka itu gak begitu menyeramkan seperti yang ada di dalam bayangan kamu itu.'' kata Axel. ''Lagian mereka juga gak bakal kok ada yang berani macam-macam sama kamu...karena bisa saja karier serta kedudukan suami merekalah yang akan terancam.'' sambungnya lagi.
''Yang perlu kamu pelajari...bisa saja dari mereka berusaha menjilat kamu dan setelah berhasil...mereka akan meminta kamu untuk membujuk aku supaya bisa menaikkan jabatan para suami mereka.'' peringat Axel. ''Jadi kamu perlu sedikit waspada dan berhati-hati dalam mengenali mana orang yang benar tulus dekat sama kamu atau orang-orang penjilat.'' imbuhnya.
''Iya mas.'' jawab Shakila.
''Ayo sekarang kita tidur...karena tubuh serta otak kita itu juga butuh istirahat.'' kata Axel. ''Jangan berpikir negatif thinking pada sesuatu yang sebenarnya belum terjadi...tapi berpikirlah positif thinking agar hasilnya seperti yang kita harapkan.'' tuturnya dengan sangat bijak.
Shakila pun mulai merebahkan tubuhnya dan masuk kedalam dekapan Axel yang selalu bisa membuat dirinya merasa tenang dan nyaman.
Sedangkan si kembar saat ini juga sudah terlelap dengan nyenyaknya di tempat tidur mereka.
Shakila dan Axel memutuskan untuk membeli dan meletakkan satu tempat tidur lagi di kamarnya yang tak jauh dari ranjang utama.
Sebab box bayi milik mereka sudah tak muat di pakai berdua...ada aja yang membuat salah satu dari si kembar menangis, jadi Shakila dan Axel memutuskan untuk memakai ranjang namun dengan kiri kanan sisi serta bagian sisi bawah ada pembatas yang bisa di naikkan atau di turunkan untuk mengantisipasi agar si kembar yang juga aktif meskipun sudah tidur tak terjatuh.
...****************...
__ADS_1
''Bagaimana Kil...sudah siap?'' tanya mommy Shanum.
''Iya sudah mom.'' jawab Shakila.
''Jangan tegang gitu dong Kil.'' kata mommy Shanum. ''Kayak mahasiswa yang mau sidang skripsi atau orang yang mau ngelamar kerja aja.'' imbuhnya.
''Selamat pagi.'' seru Kinara dan Alexa yang tak sengaja masuk bersamaan.
''Selamat pagi.'' jawab mommy Shanum dan juga Shakila. ''Karena sudah pada siap...jadi kita lebih baik langsung berangkat aja.'' kata mommy Shanum
''Mbak Lala, mbak Nila...tolong jaga anak-anak ya...'' pinta Shakila.
''Baik nyonya.'' jawab mereka berdua.
''Sayang...mommy pergi dulu...jangan rewel ya anak pinter.'' pamit Shakila pada kedua buah hatinya yang tengah bermain beralaskan karpet bulu tebal yang ada di ruang keluarga.
Seperti kata Shakila semalam, mereka mampir dulu ke cafe baru setelah itu menuju ke lokasi yang di jadikan tempat pertemuan serta kantor yayasan.
''Sudah tenang...aman-aman...ada kami.'' kata Kinara yang melihat raut kegugupan di wajah Shakila.
''Iya kak.'' jawab Shakila. ''Terimakasih.'' ucapnya.
Inilah sebuah keluarga yang sesungguhnya...saling menguatkan, saling memahami dan saling membantu serta memenangkan, bukannya saling memojokkan dan menjatuhkan apalagi sing memprovokasi.
''Sampai.'' kata Alexa yang langsung turun dari mobil.
Di sana sudah terlihat beberapa mobil berjajar rapi, tetapi juga melihat beberapa orang yang sudah berdiri di teras depan pintu masuk.
Dan tantu saja hal itu tambah membuat Shakila menjadi gugup, detak jantungnya pun seakan berdetak tak beraturan.
''Ayo.'' ajak mommy Shanum pada anak serta menantunya untuk turun dari mobil.
''Jangan tunjukan kegugupan serta kelemahanmu...karena itu akan membuat mereka memandang remeh padamu.'' bisik Kinara tepat di telinga Shakila karena saat ini mereka berdua sedang berjalan beriringan sedangkan mommy Shanum dan Alexa berjalan di depan mereka berdua.
__ADS_1