Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 41


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa waktu Shakila tidur nyenyak dalam dekapan sang suami, entah efek kelelahan setelah kegiatan panas mereka atau karena terlalu nyaman di pelukan Axel.


''Eugh...'' lenguh Shakila dengan sedikit gerakan dari tubuhnya dan gerakannya itu membuat Axel pun ikut terbangun.


''Sudah bangun?'' tanya Axel yang membuka mata terlebih dahulu sedangkan Shakila masih enak-enakan menikmati hangatnya pelukan sang suami.


''Hem.'' sahut Shakila.


''Capek?'' tanya Axel lagi dengan sedikit memberi jarak.


''Hem.'' sahut Shakila lagi dengan mata yang masih enggan untuk terbuka.


Bukannya membuka matanya...tapi Shakila malah asik menduselkan wajahnya serta merapatkan tubuhnya kembali untuk mencari tempat ternyamannya.


''Kil...'' lirih Axel. ''Kalau kamu kayak gini...bisa bangunin dia lagi loh.'' peringat Axel.


Karena gesekan-gesekan yang di ciptakan Shakila dari gerakkannya membuat yang tadi sudah tertidur bisa terbangun kembali.


''Apa sih Ax?'' tanya Shakila dalam gumamannya.


''Kamu harus tanggung jawab Kil...dia sudah mulai bangun.'' peringat Axel yang kemudian tanpa aba-aba sudah membaringkan tubuh Shakila dan Shakila dan membuat tubuh ramping itu di bawah kuasanya saat ini.


''Ax.'' pekik Shakila.


''Aku sudah peringatin kamu Kil dan kamu harus bisa bikin dia puas sehingga dapat tertidur kembali.'' kata Axel yang kemudian memulai cumbuannya.


Lagi-lagi Axel dapat menguasai Kila...wanita itu mendesah sangat hebat di bawah kungkungannya.


Seolah seperti sang singa yang mendapatkan mangsanya...tak ada rasa lelah untuk terus mencabik-cabik dan memangsa sang mangsa hingga terkapar tak berdaya.


Satu jam berlalu hingga saat ini keduanya mendapatkan kepuasan yang mereka inginkan.


Shakila kembali di bawa untuk merasakan puncak nirwana.

__ADS_1


''Terimakasih my wife...cup...cup.'' ucap Axel lalu mengecup kening serta bibir Shakila setelah menyuburkan lahar.panas yang berisi ribuan bibit premiumnya di lahan yang memang seharusnya.


Shakila yang sudah lemas tak berdaya hanya bisa menanggapi dengan seulas senyum serta anggukan kepala saja.


Krucuk...krucuk...


Baru saja Axel turun dengan menggulingkan tubuhnya menjadi bersebelahan dengan sang istri...terdengar suara perut yang sudah berdemo.


Sebelah tangannya meraih ponsel yang ada di atas nakas untuk melihat saat ini sudah pukul berapa dana bertapa kagetnya dia begitu mendapati bahwa saat ini waktu sudah menunjukkan hampir jam tiga sore, hem pantas saja jika istrinya itu sudah merasa kelaparan apalagi di tambah dengan dua kali aksi penggempuran yang dia lakukan.


''Mandi dulu sayang...terus makan.'' kata Axel saat melihat Shakila menutup matanya. ''Nanti baru tidur lagi.'' imbuhnya.


''Hem.'' sahut Shakila yang belum sepenuhnya tertidur.


Shakila kemudian duduk dengan tangan yang terus setia memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya saat ini yang masih full neked.


''Ais...'' desis Shakila saat menggerakkan kakinya turun dari tempat tidur.


Area kebanggaannya saat ini terasa sangat sakit...ada rasa perih juga panas dan dapat di pastikan saat ini bagian itu pasti membengkak.


''Tenang sayang...aku hanya ingin membantu kamu ke kamar mandi.'' kata Axel. ''Aku tau ini adalah pengalaman pertama untuk kamu jadi pasti bagian itu merasa sakit dan nyeri.'' sambungnya lagi.


Melihat tubuh polos sang istri yang dia letakkan di atas kloset sambil menunggu air di dalam bathtub penuh air hangat membuat hasrat Axel kembali lagi.


Namun melihat bagaimana kondisi sang istri membuat dirinya menahan hal itu.


Mereka saat ini sama-sama mandi untuk menghemat waktu, dari pada saling tunggu dan entah butuh waktu berapa lama.


Axel mandi di bawah guyuran shower sedangkan Shakila mandi di dalam bathtub.


Selesai mandi pun... Axel kembali mengendong tubuh itu untuk kembali kekamar mereka.


...****************...


Axel menghubungi serta meminta asisten rumah tangga untuk membawakan makan siang ke kamarnya.

__ADS_1


Walaupun saat ini memang sudah sangat lewat jam makan siang, tapi bukannya lebih baik terlambat dari pada tidak makan sama sekali...kan kasihan juga sama para cacing di perut mereka yang sedari tadi sudah berdemo untuk di berikan asupan.


Karena kalau harus keluar kamar...kasihan juga sama istrinya yang saat ini masih merasakan sakit di bagian bawah inti tubuhnya.


Bahkan untuk sekedar menyuapkan makanan kemulutnya sendiri pun tak di ijinkan oleh Axel...suami yang baru saja mendapatkan haknya itu dengan senang hati menyukai sesuap demi sesuap makanan kedalam mulut Shakila yang bergantian dengan dirinya sendiri.


''Istirahat lagi ya...'' kata Axel saat mereka sudah melalap habis makanannya.


''Iya.'' lirih Shakila.


''Maaf ya...aku sudah bikin kamu kecapekan siang ini.'' ucap Axel yang merasa bersalah melihat istrinya begitu lelah.


''Kok minta maaf...'' kata Shakila. ''Ini memang sudah kewajiban aku Ax dan aku senang karena saat ini aku sudah menjadi istri kamu yang seutuhnya.'' imbuhnya.


''Terimakasih sayang...'' ucap Axel dengan memeluk tubuh Shakila dari samping. ''Kalau gitu nanti malam boleh minta lagi ya...'' kata Axel yang hanya menggoda Shakila...lagian mama tega dirinya jika melihat kondisi sang istri saat ini. ''Awww...'' pekik Axel saat tiba-tiba perutnya di cubit kecil oleh Shakila.


''Ini masih sakit Ax.'' pekik Shakila.


''Hehehe...cuma bercanda sayang...'' kata Axel. ''Ayo tidur...'' ajaknya.


Kedua insan itu pun beneran tidur kembali hingga malam menjelang.


Mungkin jika tak ada ketukan pintu dari sang art, mereka berdua saat ini masih saja terus terlelap.


...****************...


''Tuan sama nyonya muda mana bik?'' tanya mommy Shanum saat melihat sang art hanya turun seorang diri tanpa anak dan menantunya.


''Tuan muda meminta untuk membawakan kembali makanannya ke dalam kamar nyonya besar.'' jawab sang art.


''Membawa kembali?'' tanya mommy Shanum yang memang tadi siang tak makan di rumah.


''Iya nyonya, tadi siang tuan dan nyonya muda juga makan di kamar.'' jawabnya.


''Tumben...'' gumam mommy Shanum, karena tak biasa-bisanya anak serta menantunya seperti ini.

__ADS_1


Apa ada suatu kejadian siang ini yang luput dari pantauannya, pikir mommy Shanum.


__ADS_2