Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 125


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini baby Ziel dan sang mommy sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


Semua anggota keluarga...anak cucu oma Shanum dan opa Arya sudah menunggu di kediaman Narendra.


Mereka sudah tidak sabar ingin melihat baby Ziel yang menurut kabar dari Arsyila begitu sangat menggemaskan.


''Selamat datang...'' seru seluruh anggota keluarga dengan semangat menyambut mereka, tapi mereka semua lupa satu hal bahwa ada baby Ziel yang masih bayi dan bisa kaget mendengar suara mereka yang berseru.


Owek...owek...owek...


''Sayang...cup...cup...cup...'' kata Aluna yang saat ini menggendong baby Ziel dan berusaha menenangkan bayi itu agar berhenti menangis.


''Kalian..'' geram Arsen menatap semua sepupunya yang ada di sana.


'''Maaf...'' cicit mereka semua yang merasa bersalah.


''Oh cucu momma kenapa ini...kok nangis sayang...'' kata mommy Shakila yang baru keluar dari arah belakang dengan para adik iparnya juga suami dan mertuanya juga. ''Kenapa Lun?'' tanya mommy Shakila pada sang menantu.


''Mommy tanya saja tuh sama mereka.'' sahut Arsen dengan sangat kesal.


''Baby Ziel kaget mom...'' jawab Arsyila. ''Saat kita berseru menyambutnya...'' cicitnya lagi dengan lirih.


''Astaga.'' kata mommy Shakila. ''Sini sayang ikut momma...'' kata mommy Shakila sambil menggambil alih Ziel dari gendongan sang mommy. ''Kaget ya nak...iya...'' kata mommy Shakila.


Tapi bukannya diam malah baby Ziel terus saja menangis.


''Kalian Ini kalau teriak lihat situasi...'' tegur oma Shanum.


''Iya Oma...maaf...kami beneran gak sengaja, kelepasan.'' ucap Ara mewakili semua adik sepupunya.


''Sini coba sama poppa...siapa tau jagoan poppa ini mau diem.'' kata daddy Axel yang merasa kasihan dengan cucunya, pasalnya baby Ziel saat ini mukanya sudah sangat merah akibat menangis.


Dan benar saja, baru berada di gendongan sang poppa beberapa detik, tangis baby Ziel langsung berhenti.

__ADS_1


''Oh rupanya cucu ganteng momma ini cuma mau cari perhatian poppa ya...iya sayang.'' kata mommy Shakila pada sang cucu.


''Wah kak...posisimu tergeser sama daddy...'' kata Arsyila.


''Ya baguslah kalau Ziel deket sama daddy, berarti aku bisa punya banyak waktu buat berduaan sama mommynya.'' jawab Arsen dengan santainya.


''Inget woy masih harus puasa...'' sahut Ara.


''Lah apa hubungannya? cuma berduaan aja bukan berarti begituan kan...kakak aja tuh yang pikirannya mesum.'' kata Arsen.


''Kamu ya...'' geram Ara.


''Sudah...sudah jangan ribut nanti Ziel nangis lagi karena kaget.'' lerai oma Shanum.


''Lun, kekamar gih...kamu masih butuh banyak istrirahat.'' kata mommy Shakila.


''Aku masih ingin ngobrol sama mereka mom...'' kata Aluna.


''Tenang aja kita semua nginep di sini kok.'' sahut Dexa. ''Jadi kakak bisa istirahat dulu sekarang...nanti kita ngobrol lagi.'' sambungnya.


...****************...


''Aduh bener...bener gemesin kayak kata kamu Syil.'' kata Ara yang melihat baby Ziel berada di pangkuan sang momma.


''Wajahnya bener-bener mirip banget sama Arsen...kayak duplikatnya atau Arsen versi bayi.'' kata Alexa.


''Cuma bulu matanya lentik kayak kak Aluna.'' kata Arsyila.


''Paras tampan, rambut hitam lebat, kulit putih, hidung mancung, alis tebal, buku mata lentik...beuh paket komplit.'' kata Linda istri dari Alka. ''Aduh sayang...pas pembagian paras tampan kamu hadir terus ya...makannya bisa seperti ini.'' sambungnya lagi.


''Fix ini mah kalau besar bakal jadi rebutan cewek-cewek kayak kak Arsen.'' kata Dexa yang di benarkan oleh semuanya.


Padahal Ara, Linda juga Dexa juga sudah punya anak laki-laki yang juga tampan.


''Sekarang lebih baik kalian temani anak-anak kalian untuk tidur siang.'' titah oma Shanum. ''Dan kamu antar baby Ziel ke kamarnya...buat dia lebih nyaman tidurnya.'' katanya lagi yang kali ini di tujukan untuk mommy Shakila.

__ADS_1


''Iya mom.'' jawab mommy Shakila. ''Dada semuanya...Ziel mau bobok bareng sama mommy dulu...'' ucap mommy Shakila yang menggantikan Ziel untuk berpamitan pada semuanya.


Tok


Tok


Tok


Cklek


''Mom.'' kata Arsen begitu melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


''Mommy mau anterin baby Ziel.'' kata mommy Shakila.


Arsen pun langsung membuka pintunya lebar dan menyingkir untuk memberi jalan pada mommy Shakila yang membawa baby Ziel dalam gendongannya.


''Ini baby Ziel mau di tidurin di box apa di ranjang?'' tanya mommy Shakila.


''Di ranjang aja mom.'' jawab Aluna yang duduk bersender di ranjang.


''Mommy keluar dulu ya...kalau butuh bantuan, panggil aja mommy.'' kata mommy Shakila setelah meletakkan baby Ziel.


''Iya mom...terimakasih.'' ucap Aluna.


''Sama-sama sayang dan jangan sungkan ya...'' kata mommy Shakila lagi sebelum keluar dari kamar Arsen. ''Dan kamu juga harus tidur mumpung baby Ziel juga tidur.'' kata mommy Shakila yang di angguki oleh Aluna.


...****************...


''Terimakasih ya sayang kali telah memberiku malaikat kecil ini...'' kata Arsen yang ikut berbaring di ranjang dengan baby Ziel yang berada di tengah-tengah mereka berdua.


''Iya mas...sama-sama.'' sahut Aluna. ''Tapi kok semua cenderung mirip ke kamu ya...ini gak adil.'' kata Aluna lagi. ''Padahal aku yang mengandung dia selama sembilan bulan....dan aku juga yang berjuang untuk melahirkannya.'' sambungnya dengan wajah yang sedikit kesal.


''Hahaha...tapi aku yang bekerja keras membuatnya sayang...kamu cuma tinggal ngerasain enaknya saja.'' kata Arsen. ''Dan aku juga mengalami kehamilan simpatik saat kamu mengandungnya...jadi wajarlah kalau di mirip aku, di tambah bibit premiumku yang membuat dirinya ada.'' sambungnya lagi.


''Ish.'' desis Aluna.

__ADS_1


__ADS_2