
❤️ Happy Reading ❤️
Semuanya tampak begitu lega setelah mengetahui bahwa calon anggota keluarga Narendra dalam keadaan baik-baik saja, sehat dan tanpa kekurangan suatu apapun., bahkan jumlah air ketuban pun sangat cukup, jadi di fi perkirakan bahwa Shakila dapat melahirkan secara normal.
Kalau menurut HPL atau hari perkiraan lahir...Shakila akan melahirkan kurang lebih lima minggu lagi.
Semuanya serasa sudah tak sabar untuk mematikan kehadiran malaikat-malaikat kecil Axel Arsha Narendra.
''Aku harus kembali ke kantor.'' kata Axel saat mereka berempat usai makan siang bersama di salah satu restoran.
''Ya sudah sana, kami juga sudah mau pulang.'' kata daddy Arya. ''Istrimu juga butuh istirahat.'' sambungnya lagi.
Kemudian Axel pun berpamitan dan keluar dari sana, tak lama setelah itu mommy Shanum, Shakila juga daddy Arya pun ikut keluar dan mereka pun langsung pulang kerumah.
Sesampainya di rumah, Shakila pun langsung minta ijin pada ke dua mertuanya untuk istirahat di kamar.
Di usia kehamilannya ini, memang membuat Shakila lebih cepat lelah.
...****************...
''Maaf tuan, nyonya...di luar ada tamu.'' kata kepala pelayan memberi tahu para majikanya yang sedang bercengkrama di rumah keluarga seusai makan malam.
''Siapa?'' tanya mommy Shanum.
''Katanya mencari tuan muda Axel.'' jawabnya.
''Oh itu tadi aku panggil ahli desain interior buat ngedesain kamar anak-anak.'' kata Axel yang langsung nyambung. ''Aku temui mereka dulu...'' kata Axel.
''Aku ikut.'' kata Shakila.
Dan ternyata bukan hanya Shakila saja yang ikut Axel untuk menemui tamunya, tapi mommy Shanum dan daddy Arya pun ikut. Pasangan paruh baya itu tak mau ketinggalan...mereka juga mau ikut andil dalam mempersiapkan sesuatu hal untuk cucu mereka.
Memang bukan cucu pertama...tapi cuma anak-anak Axel yang tinggal di kediaman utama, jadi hal itu yang membuat mereka lebih antusias.
Mau terlalu ikut campur saat persiapan menyambut anak Alexa...gak mungkin, soalnya mereka tinggal di kediaman utama keluarga Davin, sedangkan untuk anak-anak Alvan...meskipun ikut andil namun karena beda rumah tak begitu bisa full mengingat beda rumah.
__ADS_1
Mereka semua melihat-lihat contoh desain yang di bawa.
''Tapikan kita belum mengetahui jenis kelamin anak-anak kita yank.'' kata Shakila.
Dia sebenarnya cukup terpukau dengan hasil desain yang di tunjukkan.
Rasanya tangannya sudah begitu gatal untuk menunjuk desain ini dan itu.
''Kita pilih yang netral saja.'' sahut Axel.
''Ini saja.'' tunjuk Shakila kemudian. ''Aku mau temboknya polos aja...terus untuk pelaponnya aku mau warna biru dengan gambar awan-awan.'' usul Shakila.
''Baik, untuk temboknya mau warna apa nyonya?'' tanyanya.
''Terserah yang penting matching dengan warna pelaponnya.'' jawab Shakila.
Kemudian mereka pun mengajak orang itu untuk melihat ke tempat yang akan di jadikan kamar anak-anak mereka.
Axel memilih ruang kerjanya yang akan di jadikan kamar untuk anak-anaknya.
Sedangkan untuk ruang kerja Axel, sudah dia pindahkan ke salah satu kamar di lantai bawah beberapa waktu yang lalu.
...****************...
Ke esokkan harinya para pekerja sudah mulai mengerjakan pekerjaan mereka, tentu saja mereka semua di awasi oleh sang kepala pelayan. Beliau tak mau kecolongan terjadi sesuatu Karana kehadiran orang luar di rumah itu.
''Kamu istirahat dulu di kamar bawah.'' kata mommy Shanum. ''Kalau di kamar kamu...pasti gak bisa istirahat...berisik.'' sambungnya lagi.
''Iya mom.'' jawab Shakila.
Beberapa bulan terakhir ini hanya tinggal Kinara yang masih aktif setiap hari ke sana, namun tentu saja setelah Alka pulang dari sekolah, sedangkan untuk Alexa hanya akhir pekan saja...sebab saat usia baby Dexa delapan bulan...dirinya sudah kembali aktif di rumah sakit.
''Kil, apa gak sebaiknya kamu dan Axel pindah ke kamar bawah dulu.'' kata mommy Shanum. ''Bener naik turun emang gak harus naik tangga tapi menggunakan lift, tapi kalau ada apa-apa...misalnya kamu mau lahiran, lebih cepat gitu sampainya ke mobil.'' sambungnya lagi.
''Iya mom, sebenarnya Kila juga sudah kepikiran tentang hal itu.'' jawab Shakila. ''Nanti Kila bicarain sama Axel.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1
''Cuma semata...sampai kami lahiran aja.'' kata mommy Shanum lagi.
''Iya mom.'' jawab Shakila.
''O iya gimana tentang rencana kamu waktu itu?'' tanya mommy Shanum. ''Jadi?'' imbuhnya lagi.
''Axel lagi bantu nyari-nyari tempat yang cocok buat buka cafe mom.'' jawab Shakila. ''Kalau bisa sih di sekitaran kampus atau sekolah gitu...'' sambungnya lagi.
''Bener tuh...mommy setuju.'' sahut mommy Shanum. ''Soalnya makanan-makanan kamu itu adalah jenis makanan yang banyak di sukai oleh para remaja dan anak-anak.'' kata mommy Shanum lagi. ''Terus ruko kamu gimana?'' tanya mommy Shanum.
''Karena di sekitaran sana juga ruko-ruko...rencananya mau aku renovasi buat bikin cafe juga mom...cafe satu lantai gitu.'' jawabnya. ''Soalnya kalau mau di jual sayang mom...ruko itu kan ruko yang Kila beli dari hasil kerja keras Kila sendiri dan juga banyak kenangan di sana.'' imbuhnya lagi.
''Apapun itu...asal yang baik, mommy dan daddy dukung.'' kata mommy Shanum.
Ngomong-ngomong soal ruko, semenjak usia kehamilan Shakila semakin membesar...mommy Shanumlah yang membantu membuat bumbu yang tentu saja takaran serta resepnya di beri tahu oleh Shakila.
Walau bagaimana pun...akan ada takaran serta bahan tersembunyi dari setiap penjual dan mommy Shanum menawarkan diri untuk membantu Shakila...mommy Shanum juga tak ingin resep menantunya itu bocor ke orang lain.
Memang resep dan produk boleh sama...benar rezeki orang berbeda-beda dan sudah ada takaran serta bagiannya masing-masing, tapi ada rahasia untuk mempertahankan produknya bolehkan.
...****************...
Hari telah berganti...Shakila yang semalam telah berdiskusi dengan sang suami tentang rencana pindah kamar sementara, telah di setujui Axel...apalagi ini semua untuk kebaikan istri serta anak-anaknya.
Maka pagi ini setelah Axel berangkat kerja, Shakila meminta pada kepala pelayan agar memberi instruksi pada beberapa bawahannya untuk memindahkan sebagian barang Axel dan dirinya di kamar bawah, tepat di sebelah ruang kerja Axel yang baru
Tak banyak, karena toh hanya sementara...kalaupun ada yang tak kebawa ke bawah, mereka masih bisa mengambilnya sendiri ke lantai atas.
''Pindahan?'' tanya Kinara yang baru saja sampai.
''Iya kak...capek naik turun.'' kata Shakila.
''Ini lebih bagus sih...apalagi dengan kebiasaan kamu yang masih suka laper kalau malam.'' kata Kinara menanggapi.
''Iya kak.'' jawab Shakila. ''Kakak lihat deh badan aku sekarang...tambah gemuk aja...sudah kayak ikan buntal.'' katanya.
__ADS_1
''Gak apa-apa...semua untuk anak-anak kamu juga.'' sahut Kinara. ''Nanti kalau mereka sudah lahir...kamu bisa kecilin lagi tu badan.'' sambungnya.