Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 94


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sambil menunggu Aluna yang sedang memasak, Arsen milih untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur kecil milik Aluna sambil menonton televisi.


Lama kelamaan mata yang selalu menatap setajam elang dan sanggup mengintimidasi lawan bicaranya itu semakin tertutup.


''Hah...malah tidur.'' gumam Aluna saat menghampiri Arsen untuk menyuruhnya makan supaya lekas pergi dari tempatnya.


''Tapi kalau di lihat-lihat lumayan tampan juga...eh bukan lumayan...tapi memang tampan.'' gumam Aluna.


Entah keberanian dari mana...Aluna semakin mendekat dan seolah tak dapat menghentikan tangannya yang sudah terulur untuk menyentuh wajah Arsen.


Hap


Bugh


Akh


Dalam waktu seperkian detik Arsen yang memang sudah bangun akibat mendengar gumaman Aluna,nangkap tangan itu dan membuat Aluna terjerembab dan berada di bawah kungkungannya sekarang.


Aluna mengerjakan matanya berkali-kali dan itu membuat arsen begitu gemas melihatnya.


Entah apa yang di rasakan pemuda yang baru merasakan surga dunia itu saat ini.


Dia yang biasanya kesal dan dingin terhadap wanita selain keluarganya, merasakan hal yamg berbeda pada wanita yang ada di bawahnya saat ini.


''Ka...kamu mau apa?'' tanya Aluna gugup.


Bayang-bayang kejadian tadi malam masih terlintas sangat jelas di benaknya.


''Mengulang yang tadi malam.'' bisik Arsen tepat di telinga Aluna.


Hembusan nafas yang berbau mint itu membuatnya meremang saat menerpa leher jenjang miliknya.


''Dasar tubuh murahan.'' batin Aluna merutuki dirinya sendiri yang langsung merespon apa yang di lakukan Arsen.


''Dasar pikiran, hati dan tubuh gak sinkron.'' rutuknya lagi, entah sudah semerah apa wajahnya saat ini.


''A...apa...'' kata Aluna terbata.


Tanpa menjawab sepatah kata pun, Arsen semakin mendekatkan wajahnya...semakin mengikis jarak di antara mereka dan entah kenapa Aluna malah dengan spontan menutup kedua matanya.


Fuh


Sungguh di luar dugaan...ternyata Arsen yang di sangka akan menciumnya tapi ternyata malah meniup dengan kencang tepat di depan mata Aluna yang tertutup lalu bangkit dari posisinya saat ini.


Aluna yang mendapatkan hal itu langsung saja membelalakkan matanya karena semua itu sungguh tak sama dengan perkiraannya.


''Mana makannya?'' tanya Arsen kemudian.


''Oh itu...sebentar, aku ambil dulu.'' kata Aluna yang kemudian beranjak dari posisinya.


Aku sungguh malu dengan kejadian tadi, pasti Arsen saat ini menganggap dirinya mengharapkan pemuda itu melakukan hal yang lebih tadi.


Aluna mengambil makanan yang telah dia masak dan meletakkannya di atas meja pendek.


Mereka makan lesehan di sana karena memang sama sekali tak ada kursi.

__ADS_1


''Maaf...aku hanya bisa memasak ini.'' ucap Aluna yang tak enak hati, karena hanya bisa menghindarkan makanan ala kadarnya untuk seorang Arsen yang notabene adalah seorang tuan muda.


Saat ini Aluna memasak bahan makanan yang seadanya di dalam kulkas kecil miliknya.


Aluna memasak sayur asam lengkap dengan sambal terasi dan tempe yang di goreng.


''Gak masalah, aku bukan tipe orang yang pemilih soal makanan.'' sahut Arsen.


''Hem...enak juga masakannya...gak kalah jauh sama masakan mommy dan oma.'' gumam Arsen dalam hati begitu satu suapan pertama masuk kedalam mulutnya.


''Bagaimana?'' tanya Aluna.


''Apanya?'' tanya Arsen yang sebenarnya tau kemana arah pertanyaan Aluna.


''Rasanya.'' jawab Aluna.


''Lumayan.'' sahut Arsen. ''Aku minta berkas-berkas data pribadi kamu.'' kata Arsen.


''Untuk apa?'' tanya Aluna.


''Tentu saja agar asisten aku bisa segera mengurus tentang pernikahan kita.'' sahut Arsen.


Mereka melanjutkan makan setelah itu baru Aluna menyiapkan segala data yang Arsen minta.


...****************...


Sepulang dari kontrakan Aluna, Arsen mampir sebentar ke perusahaan.


Semua mata karyawan mencuri pandang ke arahnya karena ini adalah kali pertama Arsen datang ke perusahan hanya menggunakan pakaian kasual.


Cklek


''Keruanganku, sekarang.'' kata Arsen menghubungi seseorang setelah duduk di kursi kebesarannya.


Arsen kemudian membaca lagi dokumen yang di berikan oleh Aluna padanya.


''Her, bos datang ya?'' tanya orang yang di hubungi Arsen tadi pada sang sekretaris.


''He'em, baru saja.'' jawab Hera.


''His, pantas saja nyuruh aku keruangannya.'' katanya lagi.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Arsen.


Cklek


''Bos.'' sapa Diki, asisten dari Arsen.


''Aku mau kamu segera mengurus pernikahanku.'' kata Arsen yang membuat Diki sedikit tercengang.


Tak ada angin tak ada hujan kenapa tiba-tiba atasannya ini minta di urusan pernikahan, padahal setaunya Arsen sama sekali tak memiliki kekasih.

__ADS_1


Apa mungkin telah di jodohkan oleh orangtuanya...itulah satu-satunya kemungkinan yang terlintas di benak Diki.


''Woy.'' seru Arsen menyadarkan Diki dari lamunannya.


''Serius mau nikah?'' tanya Diki untuk memastikan, bahkan Diki pun sudah mendudukkan bokongnya di kursi yang bersebrangan dengan Arsen.


''He'em.'' jawab Arsen. ''Seminggu lagi aku akan bertunangan dan seminggu kemudian aku akan menikah.'' sambungnya...karena hal itu yang telah di tentukan tadi pagi bersama keluarganya.


''Di jodohkan?'' tanyanya.


''Enggak.'' sahut Arsen.


''Hah...sama siapa? kamukan gak punya pacar?'' tanyanya lagi. ''Lagian setauku kamu itu juga terlalu kaku dan dingin sama wanita.'' imbuhnya lagi.


''Gak usah banyak tanya...yang penting kamu urus saja.'' kata Arsen. ''Ini semua dokumen miliknya dan aku juga mau kamu menyelidiki semua tentang wanita itu.'' kata Arsen.


''Wanita itu...wanita siapa?'' tanya Diki.


''Calon istriku.'' jawab Arsen.


Arsen pun menceritakan segala kejadian sehingga mengharukan dirinya menikah.


''Jadi kamu sudah gak perjaka lagi nih...'' ledek Diki. ''Gimana-gimana rasanya?'' katanya lagi menggoda.


''Berisik.'' kesal Arsen.


''Apa yang membuatmu ingin menyelidikinya? bukannya dia bilang kalau tak memiliki keluarga?'' kata Diki.


''Coba kamu baca siapa nama ayah Aluna.'' kata Arsen.


''Tuan Rendi Handoyo.'' kata Diki membacanya. ''Jangan bilang kalau ini tuan Rendi Handoyo dari AHD grup?'' tanyanya.


''Nah itu, makanya aku ingin kamu menyelidikinya.'' kata Arsen. ''Aku ingin tau semuanya...karena Aluna tinggal di kontrakan yang cukup kecil, dirinya juga harus bekerja di toko bunga milik kak Ara.'' papar Arsen.


''Baik, akan segera aku selidiki dan akan aku pastikan besok semua susah ada di mejamu ini.'' kata Diki dengan yakin.


''Kamu memang sahabat sekaligus asisten yang bisa selalu aku andalkan.'' puji Arsen.


''Tentu saja.'' sahut Diki. ''Mumpung kamu disini...aku akan keruanganku sebentar untuk mengambil berkas yang harus kamu tandatangani.'' kata Diki.


''Ish kamu ini.'' kata Arsen.


''Siapa kamu sebenarnya.'' gumam Arsen sepeninggal Diki. ''Aku harus omongin semua ini sama daddy juga opa.'' gumamnya lagi.


...****************...


Sedangkan di tempat lain, mommy Shakila sedang memberi tahu perihal pertunangan dan pernikahan Arsen pada anggota keluarga yang lain.


Saat ini mereka sedang di kediaman Narendra seusai pergi dari panti.


''Kamu harus menyelidiki siapa yang berusaha menjebak Arsen Ax.'' kata Alvan.


''Iya bang, tadi aku sudah minta pihak keamanan rumah untuk menyalin semua rekaman CCTV rumah dari awal mulai acara sampai selesai.'' kata daddy Axel. ''Tapi aku belum sempat melihatnya.'' katanya lagi.


''Ayo kita lihat sama-sama.'' ajak Alvan.


''Di ruang kerjaku saja.'' kata daddy Axel.

__ADS_1


__ADS_2