Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 52


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi ini di sebuah kamar hotel dengan fasilitas terbaik dan terlengkap melebihi kamar lainnya, karena merupakan kamar sang pemegang kekuasaan tertinggi perusahaan saat ini, ada satu pasang anak manusia yang masih bergelung di bawah selimut dan sibuk menyelam ke alam mimpi meskipun hari sudah beranjak siang dan sinar mentari pun sudah tak malu-malu menampakkan keindahannya.


Sepasang anak manusia itu siapa lagi kalau bukan Axel dan Shakila.


Mereka berdua semalam tak pulang dan memutuskan untuk menginap di hotel saja untuk melanjutkan aktivitas mereka, bukan mereka berdua sih sebenarnya melainkan Axel yang mengambil keputusan itu secara sepihak.


''Selamat pagi.'' ucap Axel dengan suara seraknya saat melihat mata sang istri yang semula menutup mulai bergerak-gerak.


''Eum pagi...'' sahut Shakila yang juga dengan suara serak-serak basahnya khas orang yang baru bangun dari tidur.


Tanpa ba bi bu Axel langsung saja melabuhkan bibirnya di bibir Shakila saat wanita itu berhasil membuka kedua matanya.


''Morning kiss sayang.'' ucap Axel saat melihat wajah Shakila dengan mata yang terbelalak karena kaget, jujur itu merupakan pemandangan yang sangat menggemaskan untuknya pagi ini.


''Ax, masih bau...aku belum gosok gigi dan cuci muka.'' kata Shakila yang kemudian menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


''Sama saja sayang...bagi aku gak bau kok, kamu malah terlihat menggemaskan jika very bangun begini.'' kata Axel dengan tangan yang menurunkan tangan Shakila yang menutupi wajahnya.


''Kamu sudah bangun dari tadi?'' tanya Shakila namun Axel menggelengkan kepalanya.


''Belum, aku juga baru saja bangun kok.'' jawabnya.


''Jam berapa ini?.'' tanya Shakila dan sedetik kemudian sudah membalikkan tubuhnya untuk meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas.


''Oh ya ampun...'' seru Shakila dengan mata terbelalak saat melihat pukul berapa sekarang.


''Ada apa?'' tanya Axel.


''Kita kesiangan...ini sudah pukul sembilan.'' kata Shakila. ''Dan inikan hari Senin...harusnya kamu ke kantor.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


''Aku bisa datang kapan saja.'' sahut Axel dengan santai. ''Suami kamu ini pemimpin perusahaannya...kalau kamu lupa.'' sambung Axel.


''Iya aku tau tapi kamu juga jangan seenaknya dong sayang, kamu harus kasih contoh yang baik untuk para karyawan kamu.'' cerocos Shakila.


''Ya sudah sekarang kamu bersih-bersih gih...'' kata Axel memberi perintah dan Shakila pun mengangguk.


Di raihnya kimono mandi yang ada di kepala ranjang dan beranjak dari peraduannya.


''Tapi aku gak ada pakaian.'' kata Shakila yang menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah sang suami yang masih duduk bersandar di atas ranjang.


''Gampang...yang penting kamu mandi dulu.'' kata Axel.


Begitu Shakila mandi, Axel langsung menghubungi kepala pelayan di kediaman Narendra.


Dia meminta untuk di kirimkan pakaian kerja untuknya serta semua yang dia butuhkan untuk ke kantor, tak lupa pula dia meminta untuk di kirimkan juga pakaian untuk istrinya tercinta.


Setalah itu Axel mulai memasukkan pakaian kotor miliknya dan Shakila kedalam sebuah paper bag, agar jika nanti yang mengantarkan pakainnya datang, dia sekalian bisa titip kelainan kotor mereka agar di bawa pulang.


''Duduk dan tunggu aku sampai selesai mandi.'' kata Axel. ''Oh iya nanti kalau ada yang mengetuk pintu, jangan sekali-kali kamu membukanya...cukup panggil aku, biar aku yang buka.'' pesannya lagi ketika akan masuk kedalam kamar mandi.


Axel sungguh tak rela jika ada yang melihat keindahan tubuh sang istri, apalagi istrinya itu saat ini hanya menggunakan kimono mandinya.


...****************...


''Bawa apa kamu?'' tanya mommy Shanum yang saat ini sedang berjalan ke arah taman belakang untuk menghampiri sang suami yang sedang bersantai menikmati paginya.


''Saya membawa pakaian kerja untuk tuan muda Axel dan nyonya muda Shakila nyonya besar.'' jawab sang kepala pelayan yang berpapasan dengan mommy Shanum saat turun dari lantai atas.


''Memangnya mereka di mana?'' tanya mommy Shanum.


''Ada di hotel milik keluarga Narendra nyonya besar.'' jawabnya.

__ADS_1


''Oh ya sudah kamu suruh orang buat anterin gih.'' kata mommy Shanum. ''Eith tunggu dulu.'' cegahnya saat ingat sesuatu.


''Ada apa nyonya besar?'' tanya sang kepala pelayan.


''Ikut aku ke dapur.'' ajak mommy Shanum.


Begitu sampai dapur, mommy Shanum langsung mengambil dua kotak salat buah dan dua kotak dessert box yang ada di dalam kulkas, dan dengan cekatan memasukan kotak-kotak tersebut kedalam paper bag.


Kemudian dirinya ke arah kotak obat dan mengambil suplemen vitamin dan memasukkan juga ke paper bag tersebut.


''Ini kasih ke tuan muda kamu.'' kata mommy Shanum. ''Dan bilang itu suplemen vitamin untuk nyonya muda.'' tambahnya lagi. ''Sudah sana...pasti tuan mudamu itu sudah menunggu.'' lanjutnya dan di angguki oleh sang kepala pelayan.


Mommy Shanum sebenarnya memang sengaja membeli suplemen itu untuk Shakila, namun belum sempat dia memberikannya...eh malah ada Alvan yang kesana dengan anak serta istrinya karena ada masalah perusahan yang tak bisa di tangani dan harus meminta saran dari daddy dan adiknya,di tambah lagi ada insiden putrinya yang akan melahirkan pas menginap di rumahnya, jadilah baru di berikan sekarang.


Dan mommy Shanum rasa ini adalah momen yang pas untuk memberikan pada Shakila, karena pasti menatunya itu sangat membutuhkannya sekarang...mommy Shanum paham...pasti wanita yang bergelar menantunya itu di telah di gempur habis-habisan oleh suaminya.


''Telpon Axel dad.'' kata mommy Shanum saat menghampiri suaminya.


''Kenapa?'' tanya daddy Arya yang heran, kenapa istrinya itu tak menghubunginya sendiri.


''Bilang gak usah ke kantor.'' kata mommy Shanum yang membuat daddy Arya mengangkat sebelah alisnya seperti sedang curiga. ''Anak dan menantumu dari kemarin sedang menghabiskan waktu di hotel.'' terang mommy Shanum yang seolah tau arti tatapan sang suami. ''Mungkin mereka memang butuh waktu berdua dad...mengingat bagaimana awal pernikahan mereka dulu.'' tuturnya.


''Suruh bulan madu lagi aja.'' celetuk daddy Arya.


''Wah kamu benar dad...ide yang bagus.'' kata mommy Shanum dengan semangat. ''Tapi kalau aku yang bilang pasti mereka gak mau...Axel akan menolaknya dengan alasan pekerjaan.'' kata mommy Shanum lagi yang berubah redup. ''Gimana kalau daddy yang bilang ke Axel?'' usulnya.


''Nanti kita bicarakan kalau mereka berdua sudah pulang.'' kata daddy Arya. ''Mau kerumah sakit jam berapa?'' tanyanya.


''Sekarang aja gimana dad?'' kata mommy Shanum yang bertanya balik meminta persetujuan suaminya. ''Aku sudah jangan sama pipi tembemnya baby Dexa.'' imbuhnya lagi.


''Ya udah...siap-siap sana.'' sahut daddy Arya yang juga sudah kangen dengan cucu barunya itu.

__ADS_1


__ADS_2