Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 76


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kekhawatiran bapak baru itu tak terbukti sama sekali, karena begitu sampai rumah dan dengan bergegas menuju ke kamarnya...yang dia dapat adalah anak-anaknya yang masih berada di box bayi dan sang istri yang masih rebahan di ranjang.


Cup


''Sayang...'' lirih Shakila saat membuka matanya akibat ciuman yang di daratkan sang suami di keningnya. ''Kok sudah pulang?'' tanyanya sedikit heran pasalnya ini masih pukul tiga saat Shakila melirik jam yang ada di atas nakas, tapi kok suaminya sudah berada di rumah.


''Aku takut kamu kerepotan ngurus anak-anak.'' jawabnya dengan sangat jujur. ''Aku pikir mereka akan rewel setelah mendapatkan imunisasi tadi.'' sambungnya lagi.


''Mereka anteng kok.'' jawab Shakila. ''Mereka itu anak-anak yang kuat dan pinter...jadi kamu gak perlu terlalu khawatir seperti itu.'' sambungnya. ''Terus kerjaan kamu gimana?'' tanyanya.


''Kerjaan aku sudah selesai dan tadi juga sudah titip pesan sama kak Hanan kalau ada yang penting aku suruh email atau datang ke sini aja.'' jawab Axel.


''Kasihan loh sama kak Hanan kalau suruh mondar mandir terus.'' sahut Shakila. ''O iya sana bersih-bersih dulu...kamu itu bawa kuman lo dari luar.'' ujarnya.


''Iya aku kekamar mandi dulu.'' ucap Axel dan tak lupa kembali mendaratkan kecupan yang kali ini mendarat di bibir Shakila.


Begitu Axel masuk ke kamar mandi, Shakila pun langsung bergegas ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian ganti sang suami.


Shakila berusaha membagi waktunya antara mengurus suami dan kedua anaknya.


Dia tak mau kalau daddy baby twins itu sampai protes karena merasa di abaikan setelah mereka berdua lahir, karena hanya dengan hal kecil semacam ini akan dapat menimbulkan percecokan-percecokan di antara mereka para pasangan muda pasca baru memiliki momongan.


Cklek


''Sayang...pakaian kamu sudah aku siapin di ruang ganti.'' kata Shakila begitu suaminya keluar dari kamar mandi dengan mata yang tak lepas dari pahatan indah yang terpampang nyata di hadapannya.


Shakila masih selalu terpesona hingga saat ini saat melihat sang suami seusai mandi dengan keluar dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya saja dan menampilkan tubuh kekar serta perut sixpacknya...apalagi di tambah dengan air yang masih menetes dari rambutnya yang basah akibat sisa bekas bilasan shampoo...uh benar-benar mempesona.


''Terimakasih sayang...'' ucap Axel.


...****************...

__ADS_1


''Mereka belum bangun juga?'' tanya Axel dengan tangan yang saat ini telah bertengger dan melingkar dengan sangat manis di perut Shakila, karena saat ini dirinya sedang memeluk permaisuri hatinya itu dari belakang.


Dan jangan lupakan dengan dagu yang sudah bertumpu di pundak Shakila setelah pria itu mencuri satu kecupan di pipi kanan mommy dari kedua buah hatinya.


''He'em.'' jawab Shakila dengan tak mengalihkan pandangannya dari si kembar.


''Mereka lucu dan semakin menggemaskan bila tertidur seperti itu.'' kata Axel dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


''Iya ngegemesin banget.'' sahut Shakila membenarkan ucapan sang suami.


''Sudah tidur dari tadi kan?'' tanya Axel setelah puas memandangi...oh tidak...dirinya tak pernah puas memandangi wajah damai Arsen dan Syila...sama seperti pada mommy mereka.


''Iya.'' jawab Shakila.


''Aku bangunin mereka ya?'' tanyanya lagi.


''Tapi pelan-pelan...'' peringat Shakila. ''Takutnya nanti mereka terkejut dan malah jadi rewel.'' sambungnya lagi.


Kedua anak itu memang harus di bangunkan...mengingat ini sudah dua jam lebih mereka terlelap dan waktunya minum susu.


Dengan pelan Axel mulai mengusap pipi si Arsen.


''Arsen sayang...bangun yuk sayang...'' bisik Axel.


Karena tak kunjung bangun, Axel pun mulai menduselkan wajahnya di perut sang putra, kadang juga menghujani wajah mungil itu dengan ciuman yang bertubi-tubi sehingga membuat si empunya pun terusik.


Perlahan mata lentik nan kecil itu mulai bergerak dan sedikit demi sedikit terbuka.


''Akhirnya...jagoan daddy bangun juga.'' kata Axel. ''Nyenyak bangat sih sayang boboknya...ngantuk ya...iya...'' katanya pada Axel...dia langsung mengajak berbicara agar bocah itu tak menangis.


''Mimik sama mommy dulu ya...daddy mau bangunin adek Syila dulu.'' kata Axel seraya mengangkat tubuh Arsen dan tak lupa di berikan kecupan di pipi gembul bocah itu sebelum berpindah tangan pada sang mommy.


''Uh pinternya anak mommy...gak nangis ya sayang ya...di bangunin sama daddy...iya...'' kata Shakila setelah mengambil alih Arsen dan membawanya duduk di atas ranjang untuk memberikan asi yang sudah di siapkan di dalam dot.

__ADS_1


Si kecil Syila pun menyusul membuka matanya, yang tentu saja akibat ulah sang daddy yang terus mendusel-dusel padanya.


Baby girl itu pun tak menangis sama seperti sang kembaran, apalagi sudah begitu ketara kalau dia itu dekat dengan sang daddy.


Kalau ada daddynya...nangis...baru diem setelah di gendong oleh Axel dan ada satu lagi pawangnya...yaitu opanya...daddy Arya.


''Sayang...tolong bantu kasih susunya baby Syila dong.'' kata Shakila. ''Ini kakak Arsen belum selesai soalnya.'' imbuhnya lagi.


''Ayo girl...minum susu sama daddy.'' ucap Axel pada Syila.


''Sayang...kayaknya sudah waktunya deh kamu pakek jasa baby sitter.'' kata Axel. ''Lita gak bisa mendadak buat cari baby sitter yang cocok buat mereka...lagian mereka juga butuh waktu untuk penyesuaian sama orang baru.'' tuturnya.


''Gak bisa ya bulan depan aja gitu?'' tanya Shakila. ''Ini mereka masih satu bulan loh sayang.'' katanya lagi. ''Aku masih ingin merawat mereka dengan sepenuhnya.'' imbuhnya lagi.


''Huft...kamu akan tetap bisa merawat mereka dengan sepenuhnya kok...baby sitter itu cuma bantu-bantu saja, karena aku gak mau kalau kamu sampai kelelahan mengurus mereka berdua juga masih mengurus aku.'' kata Axel memberi pengertian.


Maklum ini adalah anak pertama jadi masih suka-sukanya ibu muda baru belajar merawat buah hati mereka, apalagi untuk kasus Shakila...ini adalah pengalaman pertama dan terakhir yang tak dapat dia rasakan kembali...sebab dirinya sudah tak bisa untuk mempunyai anak lagi akibat rahimnya yang di angkat.


''Biarkan aku menikmati momen-momen ini sebentar lagi.'' kata Shakila.


''Baik...satu bulan lagi.'' putus Axel. ''Tapi setelah itu aku akan segera cari baby sitter untuk mereka berdua.'' kata Axel. ''Ingat...kamu juga harus mengurus usaha kamu...bukannya kemarin-kemarin sudah kita bicarakan kalau mau buka cafe dan merenovasi ruko.'' sambungnya lagi mengingatkan rencana Shakila sebelum melahirkan. ''Selain itu...kamu juga sudah harus sudah mulai ikut aktif dalam kegiatan yayasan sosial milik perusahaan Narendra, karena kamu adalah istri dari pemimpin perusahaan AN grup.'' tutur Axel.


''Tapi aku merasa gak pantas buat jadi ketua yayasan sayang...'' kata Shakila.


Dia yang notabene hanyalah orang bisa dari kalangan bisa tiba-tiba harus bisa menjadi ketua dari para wanita yang tergolong para sosialita.


''Kamu pantas.'' jawab Axel. ''Dan kamu tenang saja...karena masih ada mommy yang akan mendampingi kamu...juga ada kak Kinara di sana sebagai wakilnya.'' lanjutnya.


''Kenapa gak kak Kinara aja?'' tanya Shakila.


''Yang istri aku itu kamu apa kak Kinara?'' tanya Axel dengan gemas.


''Tapikan dia juga istri dari pemimpin perusahaan Narendra?'' tanyanya lagi.

__ADS_1


''Benar kak Alvan adalah pemimpin NRD grup, tapi NRD grup itu tak berdiri sendiri...masih di bawah naungan AN grup...'' kata Axel memberi tahu.


__ADS_2