Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 98


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Arsen, daddy dan opa tunggu di ruang kerja daddy.'' ucap daddy Axel begitu dia selesai menyantap makan malamnya.


''Ada apa mom?'' tanya Arsen pada sang mommy ketika dua pria yang lebih berkuasa darinya meninggalkan ruang makan.


''Kalau kamu penasaran, cepat selesaikan makan malammu dan segera susul daddy serta opa.'' jawab mommy Shakila.


Merasa tak mendapatkan jawaban, Arsen memilih untuk segera menyelesaikan makannya dan pergi ke ruang kerja sang daddy.


Tok


Tok


''Masuk.'' seru daddy Axel.


Cklek


Begitu masuk yang dilihat Arsen adalah sang daddy dan sang opa yang sudah duduk di sofa sepeti memang tengah menunggunya.


''Ada apa dad?'' tanya Arsen.


''Duduk Ars.'' titah daddy Axel.


''Kamu lihat ini...'' kata daddy Axel sambil memutar laptop agar layarnya menghadap ke arah Arsen.


''Sial...jadi benar aku di jebak.'' umpat Arsen.


''Nurma Handoyo...anak Rendi Handoyo dari AHD grup.'' terang daddy Axel.


''Anak hasil perselingkuhan lebih tepatnya dad.'' sahut Arsen.


''Maksud kamu? bukannya dia anak tiri dari Rendi Handoyo...anak bawaan dari Nama Handoyo.'' sela opa Arya.


''Salah opa, yang sebenarnya...nyonya Nana dan Rendi Handoyo sudah lama berhubungan hingga adanya Nurma Handoyo di tengah-tengah mereka berdua, sudah jauh sebelum nyonya Alina Handoyo meninggal.'' papar Arsen.


''Jadi, setelah nyonya Alina meninggal...itu membuat kesempatan mereka untuk menguakkan hubungan mereka di depan publik.'' terka daddy Axel.


''Benar banget dad.'' sahut Arsen.


''Tapi tunggu dari mana kamu tau tentang semua ini?'' tanya opa Arya.


''Aku sengaja meminta Diki untuk menyelidiki keluarga Handoyo opa.'' jawab Arsen. ''Karena dari data yang di berikan oleh Aluna...ada nama tuan Rendi Handoyo di berkas itu.'' sambung Arsen. ''Aluna adalah putri dari keluarga Handoyo.'' imbuhnya.


''Jadi Aluna adalah putri dari Rendi Handoyo dan Alina?'' tanya opa Arya yang di jawab anggukan kepala oleh Arsen.


''Bukannya menurut kabar putri keluarga Handoyo yang tak pernah terekspos itu sedang menetap di luar negeri?'' tanya daddy Axel.


''Dan kenapa Aluna sewaktu kita tanya tentang keluarganya mengatakan kalau dirinya tak punya keluarga?'' tanya opa Arya.


''Kalau menurutku...Aluna adalah putri yang terbuang alias sengaja di buang.'' kata Arsen.

__ADS_1


''Dari data yang di peroleh Diki, Aluna sejak sekolah menengah pertama sudah tinggal terpisah dari keluarga Handoyo.'' kata Arsen. ''Dia tinggal di rumah lama keluarga nyonya Alina yang berada di kampung bersama salah seorang art nyonya Alina.'' ceritanya.


''Tapi kenapa dia harus hidup pontang panting sedangkan setau daddy perusahaan AHD itu milik keluarga nyonya Alina...AHD adalah singkatan dari Alina Handoyo harusnya yang menjadi ahli waris dari semua harta nyonya Alina ya putrinya...Aluna.'' kata daddy Axel.


''Kalau aku rasa dad, meninggalnya nyonya Alina yang di katanya kerena kecelakaan...itu sebenarnya di akibatkan oleh unsur kesengajaan.'' kata Arsen mengeluarkan asumsinya.


''Setelah mendengar hal ini...daddy juga merasa seperti itu.'' sahut daddy Axel.


''Ars, kalau kamu nanti sudah menikah dengan Aluna...pelan-pelan kamu harus bisa buat dia terbuka sama kamu.'' kata opa Arya. '' Dan opa mau kamu selidiki masalah kematian nyonya Alina secara diam-diam...karena bagaimanapun putrinya sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga kita, jadi opa mau mereka mendapatkan keadilan.'' kata opa Arya.


''Iya opa, Arsen akan usahakan.'' jawab Arsen.


''Terus apa yang akan kamu lakukan pada gadis itu Ars?'' tanya daddy Axel.


''Belum tau dad, tapi yang pasti dia akan mendapatkan balasan yang setimpal.'' jawab Arsen.


''Opa keluar dulu...mau istirahat.'' kata opa Arya karena memang sudah tak ada lagi yang di bicarakan.


''Iya opa.'' sahut Arsen.


''Ars, daddy pesen sama kamu...tolong perlakukan Aluna dengan baik, setelah menikah perlakukanlah dia selayaknya seorang istri, walaupun kami tau bahwa belum ada cinta diantara kalian.'' nasehat daddy Axel. ''Pernikahan kalian memang terjadi karena sebuah kesalahan tapi kalian harus bisa memperbaikinya, jangan tambahkan dengan kesalahan-kesalahan yang lain.'' sambungnya. ''Jika kamu ingin menyakitinya atau telah menyakitinya maka ingatlah bahwa oma, mommy serta adikmu juga seorang wanita, jadi coba pikirkanlah bagaimana bila mereka ada di posisi Aluna.'' imbuhnya.


''Iya dad.'' jawab Arsen.


''Mommy dan daddy juga tak menikah karena sebuah cinta, tapi kami berdua berusaha belajar untuk saling terbuka dan menerima sehingga dengan seiring berjalannya waktu kami bersama tumbuhlah cinta di antara kami dan hadirlah kalian berdua sebagian buah hati kami.'' kata daddy Arya. ''Dan ingat terapkan dalam hubungan kalian nanti sebuah kepercayaan, keterbukaan, serta kejujuran karena hal itu salah sebuah kunci utama untuk kelanggengan hubungan rumah tangga.'' tuturnya.


''Baik dad, akan selalu Arsen ingat semua nasehat daddy.'' kata Arsen.


...****************...


''Mau kemana?'' tanya mommy Shakila saat sang putra kembali turun dengan memakai jaketnya.


''Pergi sebentar mom.'' jawab Arsen.


''Jangan malam-malam pulangnya.'' peringat mommy Shakila.


''Siap mom.'' sahut Arsen sambil berjalan menuju ke luar.


''Hati-hati! '' seru mommy Shakila.


''Iya mom.'' sahut Arsen.


Arsen mengemudikan mobilnya menuju ke arah kontrakan Aluna, entah kenapa dirinya mengingat gadis bukan perawan itu saat ini.


Tok


Tok


Tok


''Siapa?'' tanya Aluna dari dalam.

__ADS_1


''Aku.'' sahut Arsen.


''Aku...'' lirih Aluna. ''Bukannya sebutin nama.'' gumamnya lagi, namun sebelum membuka pintu...Aluna melihat dulu dari jendela yang tertutup gorden..siapa gerangan yang bertandang ke kontrakannya malam-malam begini.


''Arsen.'' gumam Aluna.


Cklek


''Ngapain malam-malam kesini?'' tanya Aluna.


''Kalau ada tamu itu di suruh masuk dulu kek, lah ini langsung main di tanya aja.'' kata Arsen.


''Masuk.'' kata Aluna.


''Sudah makan malam belum?'' tanya Arsen.


''Sudah.'' jawab Aluna.


Kruyuk...kruyuk...


''Aduh kenapa bunyi pas seperti ini sih.'' gumam Aluna dalam hati. ''Dasar perut gak biasa di ajak kompromi.'' gumamnya lagi.


Sudah di pastikan kalau wajah Aluna memerah menahan malu saat ini.


''Tu perut lebih jujur kayaknya.'' kata Arsen. ''Makan yuk...sama aku.'' ajaknya.


''Tapi...'' kata Aluna.


''Sudah ayok.'' ajak Arsen sambil menarik tangan Aluna.


''Sebentar, aku ambil tas sama jaket dulu.'' kata Aluna.


Maklum namanya juga hampir tanggal tua...jadi Aluna harus pandai-pandai berhemat agar uangnya masih sampai ke tanggal gajian awa bulan depan.


...****************...


''Mau makan di mana?'' tanya Arsen di tengah perjalanan mereka.


''Terserah kamu aja.'' jawab Aluna.


''Ya udah di sana aja ya?'' tanya Arsen sambil menunjuk ke salah satu restoran di depan mereka.


''Aduh Ars jangan di sana ya.'' pinta Aluna. ''Kamu gak lihat apa penampilan aku gimana.'' katanya lagi.


Ya Aluna memang hanya memakai kaos yang di lapisi jaket dengan celana kulot panjang.


''Terus maunya di mana?'' tanya Arsen lagi.


''Terserah tapi yang terpenting jangan di restoran.'' jawab Aluna.


Arsen kemudian kembali melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah warung makan tenda yang menjual berbagai olahan, ada pecel lele, pecel ayam, bebek goreng, dan lain-lain.

__ADS_1


__ADS_2