Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
10. Usaha


__ADS_3

Hari ini terasa sangat panjang, pikir Sora. Ya hari sabtu memang begitu, terasa sangat panjang. Rasa lelah membuatnya ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya.


Ketika waktu istirahat makan siang tiba, dia menuju kantin lantai pertama bergantian dengan partner kerjanya. Sedang asyik menyantap makanannya, ia dikagetkan dengan kedatangan pria yang telah melamarnya tadi malam dan langsung duduk didepannya.


Dengan muka kesalnya ia berniat berdiri, namun lagi-lagi ditarik oleh tangannya yang kekar.


“Apalagi sih mau kamu? “tanyanya ketus


“Kata lo bahas nanti aja. Ya sekarang waktunya..! “dengan percaya dirinya dia menjawab


“Gak usah sekarang juga kali, orang lagi kerja.! Gak kerja apa kamu?”


“Sabtu minggu libur!” dengan genitnya menjawab.


Gadis itu langsung berdiri dan tidak menghabiskan makanannya dan mendorong makanan itu ke Maru. Pria itu hanya tersenyum, dan segera menyantap makanan itu samapi habis.


Gadis mungil itu kembali bekerja, tapi dengan muka yang jengkel dia benar-benar badmood. Terang saja dia kesal, karena pria itu masih menunggunya duduk di kursi depan toko tempatnya bekerja. Pria itu menunggunya sampai jam kerjanya selesai. Hingga waktu pulang tiba, dia langsung menghampiri gadis yang jauh lebih pendek darinya itu dan menyeimbangkan langkahnya.


“Kita ke taman yang waktu itu, ayo..! “ajaknya dan langsung menarik tangannya. Lebih tepatnya memaksanya untuk mengikutinya ke taman tersebut.


Setibanya ditaman, keduanya membicarakan tentang lamaran itu. Tidak, keduanya terlihat sedang melakukan negosiasi. Bahkan Maru terlihat sudah membuat list tentang perjanjian pernikahan mereka.


Gila ni cowok, udah membuat dirinya serasa ingin menerima lamarannya karena kata-kata yang dilontarkannya kemarin dan beberapa ada benernya juga.


Maru menyarankan setelah 1,5-2 tahun mereka bisa bercerai. Mata gadis itu terbelak. Kemudian Maru memperlihatkan list apa saja yang harus mereka lakukan selama pernikahan. Tanpa ragu gadis itu membacanya.


• Jangan ikut campur urusan pribadi masing-masing


• Harus saling membantu ketika dibutuhkan sebagai pasangan suami istri

__ADS_1


• Jangan bawa teman yang salah satu dari mereka tidak mengenalnya kerumah


• Pernikahan kontrak ini rahasia kita berdua


• No *****


• No kiss***


Gadis itu menatap tajam ke mata pria d sampingnya itu.


“No kiss? Tapi kemaren kamu cium aku oon! Nikah aja belum udah langgar aturan!”memukul kecil lengan kekarnya itu. Mana itu ciuman pertama aku, pelan namun terdengar oleh pria itu.


Dia hanya terkekeh-kekeh lupa akan kejadian itu, dan langsung menghapus bagian No Kiss itu. Sora heran, berarti mereka bisa ciuman gitu? Diapun menyeringitkan bibirnya itu.


Namun, Sora tetap merasa tidak tenang akan tindakan mereka itu, wanita ini merasa berpura-pura bukanlah tindakan yang dibenarkan. Dia berniat pergi namun pria itu lagi-lagi menariknya dan sedikit memohon. Tiba-tiba muncul kakak Sora dan melihat adiknya bersama seorang pria.


“Kak Soni, ngapain? Kapan pulang? “gelagap gadis itu balik bertanya.


Soni langsung menarik Sora kepelukannya dan membiarkan dia berdiri dibelakang punggungnya.


“Kamu siapa? Kok tarik-tarik adek saya? “ tatapan tajam menusuk mata Maru...


Gelagapan ia ingin menjawab, dan akhirnya dia lepas kendali..


“Saya pacar Sora kak, nama saya Maru.. “ Sora langsung melotot dan mulutnya terbuka untuk mengatakan sesuatu, tapi seolah Maru tidak memberi kesempatan pada gadis itu dan langsung melanjutkannya,


“Maaf kak, bukan maksud saya menarik, hanya saja lagi ada... Sesuatu yang harus di bereskan. “ tanpa menjawab Soni langsung membawa Sora untuk pulang menaiki motornya itu.


Dengan sopannya Maru tetap mengatakan hati-hati diperjalanan. Sora menoleh kebelakang dan mengacungkan jari tengahnya. Maru masih tegang karena kedatangan Kakak Sora, tak lama diapun tertawa kecil karena menganggap ini kebetulan yang sangat beruntung, yang membuatnya semakin yakin semua rencananya akan berjalan dengan lancar, kemudian iapun ikut berlalu pergi.

__ADS_1


Dirumah Sora bingung apa yang harus dikatakan kalau-kalau kakaknya nanya tentang hubungan dirinya dengan Maru.


Benar saja, malamnya sang kakak menghampirinya ke kamar.


“Kakak pikir kamu bakalan sama Zaenal, tapi ternyata sama Maru.. “ langsung duduk ujung ranjang. Sorapun ikut duduk hanya tersenyum lemas.


“Tapi dia juga lumayan kok. Ibu bilang kamu sering pulang telat terus dianterin cowok. Maru itu kan?“ tanyanya sedikit serius, adiknya hanya mengangguk.


“Kalau gitu bawa dia kerumah, kenalin kita semua. Hm? “ bujuknya..


“Tapi kak.. “ belum selesai dia menjawab


“ Kamu mau perjodohan kamu dilanjutin? Kakak aja gak rela kalau kamu harus nikah sama cowok kenalan ibu itu. Katanya juga dia 10 tahun lebih tua dari kamu. “


“What? Gak mau aku.! “ jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Maafin kakak ya, Ibu pasti gak mau kamu hidup sendiri, kesepian. Meskipun kakak juga udah nikah tapi masih belum bisa kasih keturunan.. Kakak.. “ Sora langsung memeluk kakaknya itu, dia tahu pasti kakaknya hanya akan menyalahkan diri sendiri lagi.


Esok hari telah tiba. Sama seperti kemarin, pria yang melamarnya itu mendatanginya ketika makan siang. Tanpa basa-basi Sora langsung mengatakan kalau orangtuanya ingin bertemu dengan pacarnya, yaitu Maru. Maru sedikit tertegun dan langsung menyadari kalau gadis kecil itu menerima lamarannya dan langsung senyum-senyum sendiri.


Sora yang kesal langsung meninggalkannya. Dengan sigap pria itu kembali menghabiskan makanannya. Itu kebiasaan dia dari sekolah.


Semakin lama, Sora semakin jengkel karena pria yang katanya kini adalah pacarnya menunggunya kembali di depan toko. Tapi, dia terlihat sedikit sibuk dengan ponselnya. Sampai dia selesai kerja, pria itu langsung menghampirinya dan berjalan bersama.


“Aku udah bikin skenario hubungan kita,...“ panjang lebar dia menjelaskan


“Aku tahu, intinya cinta kamu yang lama bersemi kembali. Aku juga baru sadar kalau aku ternyata Cinta kamu!“ Ribetnya pikirnya...


Maru pun tersenyum puas dan memasangkan helm ke kepala gadis itu. Maru mengantarkan gadis yang kini katanya pacarnya sampai ke rumahnya, diapun sedikit memberi salam kepada keluarga Sora dan tanpa malu-malu ia mengatakan akan menentukan waktu kapan dia akan mengunjunginya lagi bersama keluarganya. Sora yang menguping dari pintu kamar cuman bisa gereget jengkel, karena pria itu berbicara seperti itu tanpa berdiskusi dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2