Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
73. Takdir Konyol I


__ADS_3

Sora dan Maru kini kembali menjalani hari-hari dengan kehidupan masing-masing. Tidak ada komunikasi diantara keduanya. Karena mereka telah memutuskan akan menjadi orang asing. Tapi, Sora jangan percaya diri dulu. Karena Maru akan terus bertanya pada Risa tentang Sora, tahu lah... hanya dengan Risa Sora masih bertukar kabar atau pesan lainnya. Persahabatan diantara keduanya tidak berubah.


Maru menjalani hari-harinya seperti biasa, bergelut dengan pekerjaan di kantornya yang biasa saja tapi terus mendapatkan keuntungan yang pesat.


Sora masih sibuk dengan penginapan milik warga sana. Karena wisata sana berkembang dengan pesat, Sora menjadi harus lebih ekstra dalam bekerja, tidak lain karena tamu yang datang untuk menginap lebih banyak dibandingkan dulu-dulu. Hubungan Sora dan Langitpun masih juga sama. Mereka masih berteman ,tidak lebih dari teman. Meskipun telah mendapatkan penolakan secara halus, tapi Langit masih mencintai Sora.

__ADS_1


Sora merasa keputusannya benar dengan tidak kembali lagi pada kehidupan Maru. Meskipun sebenarnya dia masih sangat mencintai Maru. Dia ingin menata hidupnya kembali dari awal. Meskipun sudah dua tahun berlalu, Sora merasa kali ini benar-benar bisa memulai hidupnya sendiri setelah beberapa waktu lalu banyak berkomunikasi, saling terbuka dengan Maru.


Maru masih sibuk dengan pekerjaannya, yang dia lakukan hanya kerja, kerja, dan kerja. Tanpa memperdulikan orang sekitar yang terus menerus berusaha menjodohkan atau sekedar mengenalkan dirinya dengan wanita lain. Cinta dan hatinya tetap untuk Sora. Entah dari kapan, dan apa yang membuat Maru benar-benar sangat menginginkan Sora dalam hidupnya.


Sora yang merasa lelah dengan pekerjaannya dan membutuhkan refreshing, ia memutuskan untuk pergai jalan-jalan. Ia pergi ke taman bermain dikota sebelah yang telah ia datangi dua kali. Sora tidak menutupi kenyataan bahwa dirinya masih tetap merindukan seseorang yang pernah ada dikehidupannya. Mungkin, dengan pergi ke taman bermain tersebut ia bisa mengenang saat-saat dimana dirinya dan Maru terakhir kali bersama-sama, yang dia sebut sebagai ‘kencan'.

__ADS_1


Dia berdiri dipenghujung dengan menatap gembok yang bertuliskan ‘Bayi’. Sora menambahkan tulisan pada gembok tersebut, ia menulis dengan senyum yang begitu hangat. ‘Radin'. Nama yang Maru berikan kepada anaknya yang telah berada disurga.


Tidak ada lagi air mata yang keluar dari mata Sora. Senyuman yang terus memancar dari wajah Sora. Sora sudah benar-benar mengikhlaskan kepergian anaknya itu. Dan juga telah memaafkan orang-orang sekitar yang dia anggap telah menghancurka dirinya. Tidak lupa, dia juga terus mencoba untuk mencintai dirinya sendiri, dan tidak menyalahkan dirinya sendiri lagi.


Sora menarik nafas dengan berat dan mengeluarkannya dengan sedikit kasar. Dan tindakannya itu diikuti oleh seorang pria yang berdiri disamping Sora. Sora melirik pria yang baru tiba itu. Matanya bertemu dengan mata pria itu. Dengan sangat percaya diri, pria itu mengajaknya berkenalan.

__ADS_1


“Boleh kenalan? Nama saya Maru.” Dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan., sembari tersenyum dengan gayanya yang hangat.


__ADS_2