Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
84. Pemeriksaan


__ADS_3

Hari ini Sora dan Maru sudah mendapatkan jadwal untuk pemeriksaan perihal Sora yang masih belum mendapatkan kepercayaan dari Tuhan.


Keduanya melakukan serangkaian pemeriksaan agar mengetahui penyebabnya.


"Kondisi suaminya sehat-sehat saja. Apalagi suaminya tidak merokok atau minum minuman beralkohol. Semuanya baik-baik saja." Dokter menjelaskan tentang keadaan Maru.


Sorabyang mendengar mulai merasa berdebar, dengan pernyataan dokter yang menyatakan Maru baik-baik saja, berarti dia sendiri penyebab keduanya sulit untuk mendapatkan keturunan lagi.


"Istrinya punya riwayat mengandung, tapi harus melahirkan darurat. Tapi, sejauh ini tidak terlalu buruk." Dokter sesaat menatap Sora yang matanya mulai memerah.


"Ibu Sora... semuanya baik-baik saja kok. Hanya saja, mungkin karena pengalaman hamil pertama yang memang kurang mengenakan, bisa saja anda merasa tertekan, trauma, atau apapun itu yang menyebabkan anda sulit untuk mendapatkan momongan kembali." Dokter menjelaskan dengan sangat hati-hati.


"Memang kesuburan anda, setiap bulan akan ada telur yang matang dan siap untuk dibuahi. Tapi, kembali lagi ke keadaan tubuh anda ataupun keadaan psikis anda. Jangan terlalu lelah dan juga jangan terlalu stress. Semuanya akan baik-baik saja." Dokter kembali menjelaskan.


Sora sedikit tertegun, sampai air matanya lolos begitu saja keluar dari matanya yang sudah tidak menahannya. Maru menggenggam tangan Sorabyang terlihat gemetar.


"Terima kasih dokter. Saya akan pastikan saya sehat dan juga tidak akan stress." Sora berpamitan dengan senyuman yang mengembang meskipun air matanya tidak bisa bohong.


Setelah memasuki mobil, Sora hanya terdiam menatap kosong keluar jendela. Maru menarik nafas kasar, ia sangat kesal istrinya terlihat sangat terpuruk.


"Sayang..." Maru mencoba mendekati Sora.

__ADS_1


"Maafin aku, lagi-lagi aku yang bermasalah. Dulu aku gak becus jaga anak kita, dan sekarang..." Sora memotong ucapan Maru, namun dirinya tidak sanggup untuk berkata-kata kembali.


"Sayang.. kamu ngomong apa sih. Kenapa kamu minta maaf. Kamu gak salah apa-apa. Kamu denger sendiri kan dokter bilang kita baik-baik saja." Maru menenangkan Sora yang mulai terisak.


"Udah ayo mending kita pulang dulu aja, biar kamu tenang dulu." Maru melajukan mobilnya untuk pulang.


Setibanya di rumah, Sora dan Maru langsung membersihkan tubuhnya bergantian. Sora yang masih merasa tidak tenang langsung membaringkan diri diatas tempat tidurnya.


Maru menghampirinya dan mengajaknya untuk makan malam.


"Sayang.. ayo kita makan dulu.." Maru mengajak istrinya dengan sangat hati-hati.


"Aku gak laper, kamu aja makan." Sora menolak ajakan Maru.


"Kamu tahu... setelah aku kehilangan anak kita, aku sangat tertekan. Aku sangat benci sama diri aku sendiri. Aku gak bisa berhenti menyalahkan diri sendiri, bahkan aku mengutuk diri sendiri gak becus, gak pantes jadi seorang Ibu." Sora semakin terisak. Maru yang sedari tadi menahan air matanya, tidak bisa menahannya lagi.


"Aku nyesel semuanya terjadi, kalau bisa aku pengen waktu diulang kembali. Aku bakal kasih tahu kehamilan aku sama kamu, aku gak bakal melakukan hal-hal konyol, aku..." Sora terus meracau.


Maru menghentikan ucapan Sora dengan mencium lembut bibirnya.


"Gak ada yang harus kamu sesali. Anak kita udah bahagia di surga sana, apa kamu tetep nyesel meskipun anak kita sudah ada ditempat yang paling bagus?" Maru tetap berlaku tenang.

__ADS_1


Sora menatap Maru yang juga berlinang air mata. Sora membalas pelukan Maru.


"Apa kamu masih cinta aku? Meskipun keadaan aku kayak gini?" Sora menunjukkan wajah yang sangat sendu.


"Sayang... kita baru nikah hampir satu tahun. Banyak diantara kita yang udah nikah berpuluh-puluh tahun tapi masih belum dikasih kepercayaan sama Tuhan. Mereka masih sabar, kasih sayang dan rasa saling mencintai diantara mereka semakin kuat. Akupun begitu, mau keadaan kamu bagaimana pun... aku akan tetap mencintai kamu, setiap hari rasa cinta aku akan terus berta. Kamu jangan khawatir apa-apa lagi, kamu itu overthinking Sayang... stop merajuk okay..? Kita hadapi semuanya bersama-sama, berdua. Hheemm.." Maru memegangi kedua pipi Sora dan mencium setiap inci wajah Sora yang memerah.


Senyuman kembali tersirat diwajah Sora. Ia membalas semua perlakuan Maru.


"Makasih... udah jadi suami aku.." air mata Sora sulit berhenti keluar.


"Makasih... karena kamu istri aku, selamanya kamu istri aku.." Maru tidak bisa berhenti menciumi wajah Sora.


"Ayo.. sekarang kita makan dulu. Sayang udah beli makanan juga tadi kan, masa di anggurin makanannya.. Ayo bangun.." Maru memeluk manja Sora dan membawanya untuk makan di ruang makan.


Sora melangkahkan kakinya dengan masih bergelantungan di tubuh Maru yang kekar.


❤❤❤


Hi semuanya...


Terima kasih banget yang udah sempetin buat baca. Dan juga ngasih dukungan.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Maaf ya kalau masih banyak kesalahan dan juga gak bisa up banyak and cepet,,


__ADS_2