Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
86. Terkaget


__ADS_3

Hari minggu, adalah hari yang selalu Maru memanfaatkan untuk selalu nerdua dengan istrinya tanpa ada halangan. Maru yang memang libur, dan juga guest house atau penginapan mereka yang akan mereka serahkan pekerjaannya kepada orang-orang yang memang selalu membantu mereka.


Hari minggu kali ini, Maru dan Sora memutuskan untuk pergi ke pasar berdua. Mereka berbelanja berbagai bahan makanan dan juga bumbu-bumbu masak yang selalu mereka butuhkan untuk pribadi dan juga untuk keperluan guest house mereka yang terkadang ingin disediakan makanan oleh mereka.


Maru dan Sora menenteng banyak Kantong plastik, tangan kanan dan kiri mereka terisi dengan belanjaan yang mereka beli. Agar mereka bisa lebih leluasa, keduanya menyimpan belanjaannya ke mobil terlebih dahulu. Dan mereka melanjutkan dengan kuliner dipasar yang memabg banyak jajanan yang sangat menggugah selera.


Tujuan keduanya adalah bakso khas di pasar tersebut. Yang sebenarnya adalah keinginan Sora yang sangat ingin makan bakso tersebut.


"Yaelah... jauh-jauh dateng ke Pasar, ujung-ujungnya makan bakso, di deket rumah juga ada kali.." Maru menggurutu, tapi dia tetap menuruti keinginan Sora dan ikut memesan bakso.


"Aku pengen banget makan bakso yang disini. Nfidam banget aku.." Sora yang sadar akan ucapannya langsung terdiam sejenak. Sora melanjutkan perkataannya dengan senyuman kakunya


"Maksud aku... ya.. kan orang-orang kalau pengen sesuatu banget, mereka pasti bilang ngidam.." Sora merasa tidak enak kepada Maru.


"Aku gak ngomong apa-apa perasaan. Kenapa kamu gelagapan gitu jelasinnya..." Maru menyentuh pipi tembem Sora.


"Ya.. tetep aja.. aku.." Sora tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Semoga menjadi do'a..." Maru mengakhiri percakapannya yang hanya akan membuat Sora kembali down.


"Yaudah.. ayo kita pesen aja.." Sora langsung menarik bibirnya, senyuman manis ia pancarkan.

__ADS_1


Marupun memesan baksobyabg sudah sangat dia hafal.


"Kamh masih inget aja ya.. bakso kesukaan aku." Sora memuji suaminya itu.


"Iya dong... masa lupa, aku tahu semua tentang kamu." Maru merasa sangat percaya diri.


"Aku suka sama kamu yang sangat percaya diri ini... Kamu pikir kamu doang yang tahu bakso kesukaan aku?" Sora menggoda Maru.


"Aku tahu... Zaenal juga tahu apa kesukaan kamu. Karena kalian udah temenan lama banget." Maru sedikit cemburu. Apalagi ia mengingat dimana ia dan Zaenal pernah makan bersama bertiga dan Zaenal sangat hafal apa kesukaan Sora.


"Betul sekali... tapi, selain Zaenal, Risa juga sangat tahu dan mengerti aku... emang harus aku akui.. Zaenal emang yang paling paham." Sora tiba-tiba teringat dengan teman-temannya.


"Kok aku jadi kangen ya sama mereka. Kenapa mereka gak main lagi kesini coba." Sora menjadi seoerti berbicara sendiri.


Bakso yang telah dipesan, dihidangkan diatas meja. Keduanya menyantap dengan sangat lahap, nikmat, apalagi hanya ada mereka berdua.


Setelah kenyang mengisi perut keduanya, merekapun memutuskan untuk pulang. Mengingat mereka telah membeli belanjaan yang sangat banyak.


Setibanya dirumah, Maru dan Sora membereskan semua barang-barang belanjaannya. Barang-barang mereka sortir, mereka memisahkan barang-barang untuk pribadi dan barang-barang untuk keperluan penginapan mereka, terutama penginapan yang memang terisi.


Maru dan Sora berjalan menuju bangunan yang ditinggali oleh pengunjung yang menginap disana. Keduanya langsung menuju dapur, membereskan barang-barang yang telah mereka beli.

__ADS_1


Terdengar suara langkah dan juga suara yang keluar dari mulut seorang perempuan.


"Ya Ampuun... terima kasih.. tadinya saya mau minta tolong buat disediakan bahan makanan.." Suara wanita yang sopan masuk le telinga Sora.


Sora berbalik dengan senyuman yang hangat, dia tersenyum kepada pengunjung yang menginap di tempatnya itu.


Kedua matanya bertemu, seketika senyuman Sora perlahan menghilang. Senyumannya berubah menjadi ekspresi terkejut.


"Tidak apa-apa mbak, toh ini memang tugas Kita. Jadi mbak silakan gunakan sepuasnya, atau mbak juga bisa menyuruh kami saja untuk memasak." Maeu menjelaskan dengan tangan yang masih sibuk menata bahan makanan kedalam kulkas.


Maru terheran karena Sora yang daritadi tidak bersuara, biasanya dia akan sangat ramah kepada pengunjung.


Maru membalikkan tubuhnya. Seketika, senyuman yang tadi merekah, hilang seketika. Sama persis dengan Sora.


"Maru... Sora..." Wanita yang kini berdiri sedikit berjarak dengan keduanya ikut terkejut.


"Maria..." Maru menyebutkan nama wanita itu lagi. Setelah sekian lama, hampir dua tahun keduanya tidak bertemu dengan wanita yang pernah berada didalam dara hidup mereka.


"Kamu yang nginep seminggu di sini?" Sora memastikan.


"Iya... aku yang nginep seminggu di sini. Dan, kalian ngapain di sini?" Maria ikut bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ini penginapan kita berdua." Sora menjawabnya dengan tetap tenang.


Ketiganya menjadi sangat canggung. Hanya ada senyuman yang sangat terlihat benar-benar kaku.


__ADS_2