
Seperti biasa, Sora akan makan pada malam hari dengan lahap. Dan memuntahkanya kembali di pagi hari.
Setelah satu hari dia izin tidak masuk kerja. Hari ini dia memutuskan untuk bekerja. Agar dia tidak terbayang-bayang masalah yang sedang dihadapinya.
Dia datang ke mall dengan wajah yang masih pucat pasi. Meski sudah dilarang sang suami, dia tetap ngeyel pergi bekerja.
Jam istirahat, dia pergi kelantai satu untuk makan siang. Ketika sedang membawa sandwich, tiba-tiba langkahnya diarahkan ke kursi pojokan yang tidak terlalu ramai.
Yup, Zaenal. Laki-laki itu berkali-kali memanggil, mengirim pesan. Tetapi tidak direspon olehnya.
“Kamu masih sakit?” Tanayanya cemas,
“Badan kamu agak panas, muka kamu juga pucat banget.” Sembari memegang keningnya.
“Langsung keintinya aja.” Sedikit cuek, Sora menepis tangan Zaenal.
Dengan terus Menatap wanita itu dengan sedih..
”Kamu gak apa-apa kan? Malam itu?”
“hhmmm... gak apa-apa.” Dengan singkat.
“Terus kenapa kamu gak respon semua panggilan aku? Aku khawatir, apalagi kamu gak masuk kerja.” Tanyanya, namun tetap tak ada jawaban.
“Maafin aku, bukan itu maksud aku.... aku hanya ingin memastikan. Dan sekarang sepertinya aku akan menyerah..” matanya berkaca-kaca, suaranya bergetar.
Sora melirik wajahnya, tanpa berkata.
“Malam itu, aku tahu ada Maru yang nungguin kamu, dia terus melihat kita dari luar. Saat itu, Aku cuman pengen pastiin, apa kalian saling mencintai. Dan sepertinya aku tahu jawabannya.. yaaa... Dengan sikapnya yang begitu, yang benar-benar marah, sudah terlihat. Dia gak mau kalau wanitanya disentuh laki-laki lain.”...
“Seperti aku yang tak terima menerima kenyataan malam dimana kalian melakukan hubungan intim, kenapa aku harus tahu...” namun kalimat itu tak bisa terucap dari mulutnya.
Mereka bertatapan, tanpa sadar air mata keduanya mulai membasahi pipi.
Sora merasa ucapan Zaenal itu ada benarnya, namun kembali ke kenyataan bahwasanya tidak ada kata saling mencintai di pernikahannya dengan Maru. Yang ada, malah perceraian yang akan dia hadapi.
Sora memutuskan untuk berdiri meninggalkannya. Selangkah... dua langkah... kepalanya terasa pening, tubuhnya tidak bisa seimbang, dan penglihatannya mulai kabur... dan... tubuhnya benar-benar kehilangan keseimbangan dan pandangannyamenjadi gelap. Tubunhya oleng, dengan sigap Zaenal menangkap tubuhnya.
Zaenal panik, dia menepuk-nepuk pipinya seraya memanggil namanya dalam tangis...
__ADS_1
Dibantu orang sekitar, Ia menggendongnya, membawa kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
*
*
~
Dokter memeriksa dengan seksama, Zaenal masih setia berada disampingnya dengan tatapan khawatir.
“Dia kelelahan, dan juga terlalu stress. Apa dia masih bekerja?” memperhatikan pakaian yang dikenakan Sora.
“Ya... dia bekerja. Memangnya kenapa?” Zaenal heran, apa separah itu penyakitnya.
“Kalau masih ingin bekerja, saya sarankan untuk tidak bekerja dengan berdiri terlalu lama. Karena tubuhnya akan lemah. Kandungannya cukup lemah, jadi tolong..” dokter ragu melihat ekspresi Zaenal... “Tunggu, apa anda belum tahu kondisinya?”..
“Eehh..?” Zaenal semakin bingung
Dokter menjabat tangan zaenal,
“Sepertinya anda belum tahu ya... selamat ya anda, istrinya hamil...”
“Kehamilan istri anda tergolong lemah. Jadi, tolong untuk menjaganya lebih ekstra. Jangan biarkan dia stress, buat moodnya baik... makannya tolong dijaga..... risiko keguguran tidak bisa dihindari.....bla bla” Dokter menjelaskan dengan detail.
Zaenal duduk disamping ranjang rumah sakit, ia menggenggam tangan mungil itu. Sesekali mencium tangan itu.
Maafin aku... aku Cuma nambah beban pikiran kamu. Aku malah membahayakan kamu. Aku hampir aja bikin kamu kehilangan bayi kamu. Batinnya terus komat kamit.
Menunduk dan menangis, tangan yang hanya menggenggam kini kembali di genggaman. Spontan ia mengangkat kepalanya..
“Kamu udah sadar? Gimana? Ada yang sakit? Aku panggil dulu dokter...” mulai panik.
Tangan mungil itu semakin menggenggam dengan tenaga yang tidak begitu kuat.
“Aku gak apa-apa. Udah baikan kok.” Jawabnya masih terdengar lemah.
“Maafin aku, aku gak bermaksud melakukan hal-hal buruk ama kamu..” pembicaraannya terhenti ketika wanita itu menempatkan tangannya diatas perutnya... Zaenal menatap perut dan juga wajahnya.
“Gimana menurut kamu..?” bertanya dengan senyuman lemah.
__ADS_1
Ikut tersenyum Zaenal menjawab
“Aku ikut bahagia. Selamat, akhirnya kamu jadi ibu.”
“Aku sangat senang dan berterimakasih, karena kamu mencintai aku. Tapi, boleh aku meninggikan ego aku? Aku gak mau kamu pergi dari hidup aku, tapi tolong... tolong tetap disamping aku seperti dulu, teman.. keluarga.. Hhmm? Boleh?” Tanayanya berkaca-kaca.
Senyuman tulus mulai tersungging dibibrnya Zaenal
“ Okay, kamu hanya minta aku buat tetap disamping kamu aja aku udah berterimakasih,, masih untung kamu gak buang aku..” bercandanya dengan air mata masih membasahi pipinya.
“Terima kasih, maafin aku.” Timbalnya...
Zaenal berniat menelpon Maru untuk memberinya kabar tentang istrinya. Tapi, tangannya diraih
oleh Sora dengan gelengan kepala.
“Kenapa?” Zaenal mengurungkan niatnya.
“Biar aku aja yang kasih tahu kondisi aku. Dan juga kehamilanku.”
“Dia belum tahu?”
“hhmmm .. gak ada yang tahu... baru kamu doang.” Tersenyum..
Zaenal menutup mulutnya tidak percaya, karena dia orang pertama yang mengetahui kehamilannya.
“Okay,, semoga semuanya lancar. Semoga pilihan kamu yang terbaik.”
“Aku udah bilang, aku gak pernah pilih siapapun. Sekarang aku hanya akan fokus untuk bayi aku.” Nada lemah itu kini dibumbui senyum bahagia nan tulus.
Karena hanya membutuhkan 1 infusan, Sora diizinkan pulang. Zaenal menemaninya sampai ke pintu rumahnya. Tak selang lama, Maru pulang dari kerja. Melihat pemandangan didepannya, hanya bisa membuatnya memejamkan mata dan bernafas begitu dalam. Istrinya tengah dipapah oleh Zaenal. Ia pun segera menghampiri mereka dan mengambil alih tubuh istrinya untuk digandeng.
“Kenapa lo?” memapah istrinya
“Dia sakit, tadi pingsan.... Gue tadinya mau kabarin, cuman Sora bilang gak mau bikin lo khawatir.” Tersenyum...
karena dia merasa sudah tidak dibutuhkan, dia berpamitan tak lupa sedikit menepuk.
Maru sedikit heran, kenapa tiba-tiba Zaenal bersikap lebih tenang, bahkan sampai menepuk pundaknya.
__ADS_1
minta dukungannya semua 🙏