Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
13. Pernikahan


__ADS_3

Satu minggu mereka berstatus calon pengantin, dan pernikahan tinggal 3 minggu lagi.


Maru menyempatkan datang ke mall dan menemui sang calon istri. Mereka berdua mencari cincin pernikahan. Mereka mencoba satu satu yang di rekomendasikan oleh penjual, akhirnya Maru yang menentukan cincin mana yang akan mereka pakai dihari sakral itu.


Sepasang Cincin yang sederhana namun terlihat sangat elegan jika disematkan jemari Sora yang mungil dan juga jarinya sendiri.


“Lucu ya, semua serba dadakan. Kayak mimpi tahu.“ tawa Sora yang kini tengah menyantap hidangan malamnya.


“Bener, gue juga gak nyangka banget. Gue ajak lu nikah beberapa minggu lalu, sekarang udah mau jadi pengantin aja.” Maru pun ikut tertawa kecil


“Salah siapa, ngaku-ngaku pacar aku didepan Kak Soni coba. Karma tuh.. “


“Harusnya lo makasih sama gue, kalau gak ada gue mungkin sekarang lu lagi persiapan nikah sama cowok yang katanya 10 tahun lebih tua dari lo itu. Om om...” godanya


“ om om... Dewasa kali.. “ belanya,


“Emangnya lo tahu dia dewasa apa nggak? Melihat kedewasaan gak bisa dilihat dari segi umur. Tapi perilaku. Got it? “ yang kini lebih seperti menceramahi gadis itu.


“ Iya, yang jelas cowok yang didepan aku gak dewasa sama sekali, bisa-bisanya ya kamu ada kepikiran pura-pura nikah sama aku. Sebenarnya kamu gak bisa mencintai wanita lain kan?“ tandasnya. Cinta emang gila, gumam gadis yang terlihat sangat lelah itu.


“ Aku baru kasih tahu Zaenal doang tentang pernikahan ini..” celetuknya mengalihkan pembicaraan.


“ Terus? Gimana reaksinya?” tanyanya datar.


“ Dia cuma terus melotot, kaget dia. Secara dia yang paling tahu aku. Yang tadinya pengen sendirian, tiba-tiba bilang mau nikah. Terus, calon suami aku kamu lagi..” sambil menyerang.


“ Gue gak seburuk itu kali, tapi lu hati-hati ya. Jangan terlalu deket sama dia. Nanti pada curiga lagi...” pintanya


“ Kenapa? Kok kamu mulai ngatur aku sih, ya deket juga cuma temen doang. Dia lebih baik dari kamu tahu. Sooo... jangan ngatur dia sama aku. Okay..”


“ Terserah, gue ngasih tahu biar kita gak ada masalah. Itu doang. Bukannya ikut campur. Gimana sih..!” sedikit kesal..


Hari pernikahan semakin dekat, undangan mulai disebar. Tak lupa baik Sora maupun Maru mengundang teman-teman sepekerjaan mereka. Dan tentu saja teman-teman sekelas mereka yang memang sampai sekarang masih terus berhubungan baik. Sontak saja semua teman-teman mereka kaget, dan banyak yang memberikan pertanyaan lewat pesan singkat, telpon lah, tanya langsung lah.

__ADS_1


Zaenal melihat undangan pernikahan yang bertuliskan nama gadis pujaannya berpasangan dengan nama yang juga dia kenal. Dia mulai melamun, memikirkan apa ini alasannya mereka selalu pulang bersama. Dari kapan mereka mulai berhubungan. Kenapa harus sama dia. Banyak yang ingin dia tanyakan, berkecamuk dipikirkannya.


Terlihat gadis itu berjalan menuju pintu restoran, diapun langsung berdiri dan menghampirinya dengan senyuman.


“ Kenapa? “ tanya pria itu tegas..


“ Maksud kamu? “ heran dengan pertanyaan itu.


“Kenapa sama Maru? Tiba-tiba? Bukannya kamu dari dulu ingin sendiri? “ tanyanya nyerocos.


“ Aku juga gak tahu, aku pengen sendiri makannya aku sama Maru buat per... “ berhenti dia sejenak, mengingat itu hanya rahasia mereka berdua.


“Pernikahan... Pernikahan yang tidak terduga, bukan? Hummm, mungkin aku udah mulai berubah. Aku gak mau sendiri lagi. Jadi kamu harus dateng ya nanti,, “ dengan tertawa lepas dia mengundang langsung Zaenal.


“ Kamu yakin kalian saling mencintai? Bukan untuk pelarian semata?” tanyanya nyerocos


“ Kamu kenapa sih, tanya itu terus? Aku yakin kok. Pelarian apa coba. Pokoknya kamu harus dateng... kamu bakalan tetep jadi temen terbaik aku kok. Tenang aja. Jangan cemburu..” sahutnya senyum menggoda Zaenal sambil menggelitik pria itu.


Kenapa pria ini selalu tahu, tahu apa yang terjadi padaku tanpa harus diberi tahu. Mungkin karena sudah terlalu lama berteman. Hatinya berusaha menenangkan karena hampir saja salah bicara.


Maria yang juga mendapat undangan itu hanya tersenyum dan menangis dalam diam. Laki-laki yang dia cintai benar-benar melakukannya, dia benar-benar melakukan apa yang dia minta. Dia melakukannya karena masih mencintaiku, pikirnya. Lalu dia mengirim pesan singkat ke laki-laki itu.


Selamat, ma’af dan terimakasih


Aku pasti datang.


Pesan yang Maru terima benar-benar banyak makna, dia memberiku selamat atas pernikahanku. Dia minta maaf karena meninggalkan aku. Dan juga berterimakasih karena masih mau melakukan pernikahan sesuai keinginannya. Ini adalah bukti kalau aku masih sangat menyayanginya.


Sampai kapanpun Maru akan selalu melakukan apapun untuk wanita yang kini telah bersuami itu.


Meskipun dia sedikit merasa bersalah kepada Sora. Namun, setelah dipikir kembali. Mereka sama-sama memberi keuntungan. Jadi semuanya akan baik-baik saja.


♡♡

__ADS_1


Sah. Setelah kata itu terucap mereka berdua sah menjadi suami-istri. Orangtua mereka menangis haru. Melihat orangtuanya menangis, Sora ikut menitikan air mata. Dia merasa bersalah, karena pernikahan ini hanyalah skenario yang dibuat bersama suaminya.


Dengan menggunakan gaun putih yang tertutup dengan sedikit riasan diwajahnya menambah Sora semakin bersinar bersanding dengan pria tinggi tegap dengan tuxedonya menambah ketampanannya. Tamu undangan berdatangan dan memberinya selamat. Risa yang sedari pagi menemani sahabatnya itu menikah langsung memeluknya memberi selamat. Teman-teman mereka yang lainpun berdatangan. Terlihat Zaenal mengenakan kemeja yang dulu dia beli bersama pengantin wanita itu, kemeja couple. Tersenyum kearah Sora memberikan selamat dan membelai puncak kepalanya. Tak lupa bersalaman dan memeluk Maru.


Mata Rendi hanya tertuju ke arah Zaenal. Mata yang menunjukkan rasa kasihan dan juga kesal.


Acara selesai, mereka berdua tidur di rumah Sora, baru mulai besok mereka akan tinggal di rumah yang sudah disediakan. Mereka sangat lelah, apalagi Sora yang dari tadi memakai high heels yang agak tinggi, untuk menyeimbangi tinggi sang suami.


Sora merebahkan badannya diranjang yang selalu setia dia tiduri dan bantal beserta guling yang selalu menemaninya tidur. Disusul Maru yang ikut merebahkan badannya.


Sora kaget dan langsung berdiri “ kamu ngapain, gila apa? Jangan tidur disini lah..! “ suaranya pelan


“Terus gue harus tidur dimana? Di kursi luar gitu? “ tangkasnya, dengan suara pelan juga.


“Tapi kan di perjanjian kita tertulis... No... “ sedikit malu dia memundurkan badannya.


“oy.. Kita cuma tidur bersebelahan doang kali, gak bakal ngapa-ngapain kok.. “ belanya lagi,


Sora yang gak mau tahu dan langsung mendorong suaminya ke lantai. Maru kesakitan dan mulailah saling dorong mendorong gak karuan, hingga Sora tidak sengaja teriak kesakitan karena iapun jatuh kelantai, “aaah.. “


Ibunya yang masih terjaga mendengar suara itu kaget, khawatir, tapi tak lama dia langsung tersenyum geli.


Akhirnya mereka diam dan berbagi tempat tidur diranjang..


“Gak bisa tidur.. “ Sora bergumam, namun terdengar oleh sang suami


“ Tinggal tidur aja kali, gak bakal gua apa-apain kok. Waktu sekolah dulu kita sering tidur bareng dilantai kalau gak ada guru.. “ mengenangnya...


“Ya beda kali, duku kita tidur bareng sama yang lain juga. Gak cuma kita berdua kayak sekarang...“ diapun berusaha memejamkan matanya namun masih tetap tidak bisa.


Pada akhirnya gadis itu mengajaknya ngobrol ini itu, Maru juga mengiyakan karena ternyata diapun tak bisa tidur, suasananya terlalu panas.. Pikirnya.


Bukan hanya pengantin baru yang tidak bisa tidur, ditempat berbeda Zaenal pun terus terjaga. Wajahnya sangat marah, kecewa, karena dia memikirkan kemungkinan apa yang sedang dilakukan pasangan pengantin baru itu.

__ADS_1


Dia mencoba untuk menekan panggilan ke Sora, tapi dia mengurungkan kembali niatnya. Bagaimana kalau dia mengganggu mereka. Pria itu menatap foto bersama teman sekolah dulu, di selembar foto itu ada Sora yang tersenyum manis disebelahnya, dan terlihat pula sosok Maru di sebelah Sora. Posisi gadis itu berada ditengah antara mereka berdua. Dia langsung meremas foto itu dengan marah dan air mata pun bercucuran...


__ADS_2