Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
78. Pernikahan


__ADS_3

Setelah pertemuan untuk lamaran, keduanya telah mendapatkan tanggal dan rencana pernikahannya.


Pernikahan dilakukan satu bulan setelah Maru dan kedua orangtuanya datang kerumahnya.


Pernikahan keduanya diputuskan dilaksanakan di tempat Sora tinggal. Lebih tepatnya di villa tempat Sora bekerja


Villa yang posisinya berada didekat laut memberikan suasana yang semakin indah ditambah dengan samar-samar suara deburan ombak.


Tidak lupa, Sora dan Maru mengundang kembali sahabat-sahabatnya, dan tentu mereka datang ke tempat dihari yang benar-benar sangat spesial itu.


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sora telihat sangat gugup, dia terus menggoyangkan kakinya. Begitu juga dengan Maru. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, baru kali ini dia merasa sangat gugup.


Maru telah berada dikerumunan orang-orang yang akan menikahkan keduanya. Sora datang keluar beberapa saat kemudian. Mata Maru menangkap sosok wanita yang dalam beberapa menit kedepan ini akan menjadi istrinya. Dengan mengenakan kebaya modern, dan juga rasanya tipis yang menghiasi wajahnya, semakin membuat Sora menjadi wanita paling cantik dimatanya. Tanpa Maru sadari, air matanya keluar dengan begitu saja. Ia berulang kali mengusap matanya yang terus mengeluarkan air mata.


Keduanya duduk bersebelahan. Maru melakukan ijab qabulnya dengan sangat tenang, dan juga lancar. Sampai kata 'sah' terdengar, kini keduanya telah sah menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


Sora mencium punggung tangan Maru, dan Maru mencium kening Sora yang sedikit lebih terekspos karena rambut Sora yang memang diikat dan tak lupa ditambah sanggul.


Semua orang-orang yang hadir dan mengetahui perjuangan cinta keduanya, bertepuk tangan dan berdecak kagum dengan kegigihan cinta keduanya.


Perjuangan cinta keduanya tidak sia-sia.


Acara selanjutnya adalah pelemparan bunga yang akan dilakukan oleh mempelai. Tampak teman-temannya berkumpul ditengah, termasuk Risa, Zaenal, dan juga Rendi. Langit juga.


"Lu ngapain disini PA. Lo kam udah nikah, udah punya anak lagi.." Ejek Rendi kepada Risa.


Dalam hitungan sampai tiga, Sora dan Maru melemparkan bunga kearah kerumunan dwngan posisi membelakangi. Bunga yang dilemparnya ditangkap oleh kedua tangan kekar. Pemilik kedua tangan itu saling menatap, dalam hitungan detik keduanya saling menjauh.


"Idih.. amit-amit gue..." Rendi menjauhi Zaenal yang ternyata sama-sama menangkap bunga tersebut.


"Ih.. najis, gue masih normal." Timpal Zaenal yang ikut menjauhkan tubuhnya.

__ADS_1


Zaenalpun memutuskan untuk memberikan bunganya kepada Mbak Santi yang memang terlihat sangat antusias untuk mendapatkan bunga itu sedari tadi.


Mbak Santi yang menerima bunga itu, sedikit menjadi tersipu.


Kini acara berganti menjadi sesi foto pengantin. Tak lupa teman-teman mereka ikut berfoto ria. Karena lokasi berada didekat pantai, mereka memutuskan untuk mengambil foto dipinggiran pantai. Suasana semakin romantis. Apalagi diasaat sang photographer yang terus mengarahkan berbagai macam gaya kepada keduanya. Karena Sora merasa malu, dia terlihat sangat canggung dalam pengambilan foto, bukan karena apa-apa, dia malu karena teman-temannya menyaksikan keduanya. Maru yang mengerti akan Sora, tanpa rasa malu ia langsung memimpin dan mencium bibir Sora.


orang-orang yang berada disana berteriak histeris menyaksikan keromantisan keduanya. Tak lupa, suami Risa menutup mata anaknya.


Pemotretan terus berlanjut dengan orang-orang yang berada disekitar yang tak lain adalah teman-teman keduanya ikut bergabung dalam Pemotretan tersebut.


Dalam acara hari ini, mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya. Apakah sang mantan kekasih dari Maru tidak menghadiri acara keduanya itu. Yup,, Maria tidak hadir dalam acara pernikahan Maru dan Sora. Karena Maria sudah memutuskan untuk melupakan semuanya. Dan berusaha untuk terus menata hidupnya sendiri tanpa ada nama Maru dalam hidupnya. Hanya sepucuk surat yang ia kirimkan kepada Sora dan Maru. Yaitu surat yang berisi ucapan selamat atas pernikahan keduanya, dan juga ucapan permintaan maaf.


Tak terasa, acara telah selesai. Maru telah merencanakan semuanya. Setelah resepsi, Maru membawa pergi Sora untuk berbulan madu. Maru membawa Sora ke tempat yang banyak dikunjungi oleh orang-orang untuk berlibur, terutama untuk orang-orang yang akan berbulan madu. Bali. Tujuan Maru adalah membawa Sora berbulan madu ke pulau dewata tersebut.


Keduanya diantar sampai bandara oleh teman-temannya. Sora dan Maru merasa sangat geli atas tingkah teman-temannya yang terbilang sangat over tersebut. Bagaimana tidak, hanya untuk mengantar keduanya sampai bandara harus diantar oleh empat orang yang dari tadi terus gerecokin keduanya. Mereka adalah Risa, Rendi, Zaenal dan tak lupa personil baru mereka, yaitu Langit.

__ADS_1


__ADS_2